Lovely Yours

Lovely Yours
Flashback



~ Flashback ~


Ini adalah masa saat si kembar kelas 5 (kira-kira berumur 11 tahun)…


Youngmin dan Kwangmin pergi ke pasar malam berdua. Ini adalah pertama kalinya bagi mereka. Dan mereka penuh dengan rasa ingin tau. Mereka mulai membeli jajanan malam seperti gulali dan deubokki. Mereka juga bermain tembak balon, berharap bisa menembak dengan jitu dan mendapat hadiah.


“Youngmin, aku mau itu…” ucap Kwangmin menarik hyungnya menuju penjual manisan kapas.


“Ahjussi, berapa harganya?” tanya Youngmin sambil mengeluarkan dompet untuk membeli yang diinginkan Kwangmin itu.


“Delapan ratus won.” sahut ahjussi sementara Kwangmin sudah mengambil manisan kapas itu dan asik menjilati sambil bergumam ‘hmm-hmm’ senang.


Seorang nenek tua yang sedang berjalan, melihat anak kembar itu. Matanya membesar dan langsung mendatangi mereka. Nenek tua itu memegangi telapak tangan Kwangmin.


“Kenapa, Nek?” tanya Kwangmin lugu sambil masih menjilati manisannya.


Youngmin juga ikut menoleh.


Nenek tua itu meringis saat membaca telapak tangan Kwangmin. Ia memperhatikan wajah Kwangmin baik-baik dan menyentuh pipi anak tampan itu.


Melihat Kwangmin diperlakukan begitu oleh orang asing, Youngmin langsung menghalangi nenek itu. “Jangan ganggu dia. Dia adikku…”


Nenek itu tersenyum datar. “Ne… aku tau itu.” Nenek itu kini memperhatikan wajah Youngmin dengan cermat. Wajah nenek tua itu berubah sangat serius. “Kau akan mengalami banyak kejadian menyakitkan.”


Mata Youngmin membesar. Apa coba yang baru saja dikatakan nenek tua ini. Seringai jeleknya membuat Youngmin naik darah. “Maaf, tapi aku tidak percaya pada ramalan dan nenek penyihir sepertimu!”


Nenek tua itu malah mengekeh. “Aku bukan peramal dan aku juga bukan penyihir.” Ia mendekat ke wajah Youngmin, “Kau bahkan tidak tau aku ini siapa kan?”


Nenek itu terbahak keras. Ia menarik Kwangmin yang sejak tadi bersembunyi di balik punggung hyungnya. “Kau! Selalu berhati-hatilah… Karena akan datang saatnya kalian dipisahkan dan tak dapat disatukan lagi..”


Kwangmin ketakutan dan berusaha melepas tangannya dari nenek itu. Alhasil manisan kapasnya malah terjatuh.


“Kalian akan dipisahkan secara kekal…” lanjut nenek itu setengah berbisik.


Youngmin menarik dongsaengnya yang matanya sudah berkaca-kaca itu. “Sudah aku bilang jangan ganggu dia! Dan berhenti mengatakan yang tidak-tidak. Atau kalau tidak aku akan berteriak.”


Nenek itu hanya mengekeh. “Aku hanya ingin mengatakan apa yang ingin kukatakan, anak bawel.” Nenek itu pun pergi meninggalkan si kembar.


“Huhu… hyung… hik…” gumam Kwangmin sambil menggosok-gosok matanya yang basah. “Aku takut hyung… Dia jahat sekali mengatakan hal seperti itu.”


Youngmin menggeleng-geleng. “No no, kau jangan mempercayainya ya? Dia hanya nenek gila yang senang mengganggu anak-anak saja.”


Youngmin memandang manisan Kwangmin yang sudah jatuh di tanah. “Kau mau manisan lagi? Kubelikan ya…”


Kwangmin mengangguk lugu. Ia menghapus air matanya, sudah tidak sedih lagi. Sementara Youngmin kembali membeli manisan, Kwangmin menoleh ke belakang ke arah nenek tua yang sudah pergi itu.


Eh?? Kemana nenek itu? Kenapa cepat sekali menghilangnya? Padahal baru saja tadi perginya kan??


Kwangmin mempoutkan bibirnya sambil angkat bahu. Ahh~ dia tidak mau peduli sama sekali.


Si kembar pun kembali berkeliling di pasar malam untuk bermain dan makan jajanan. Ucapan nenek tua itu sudah tidak mereka hiraukan sama sekali. Hal itu tidak pernah mereka ingat lagi hingga dewasa.


~ Flashback end ~