Lovely Yours

Lovely Yours
Air Mata Si Kembar



~ Flashback ~


Memori saat Youngmin Kwangmin dan orangtuanya pergi ke Lotte Park…


Saat berumur 7 tahun, si kembar beserta Ayah dan Ibu pergi ke Lotte Park saat weekend. Youngmin dan Kwangmin berlarian kesana kemari karna baru pertama kali ke tempat itu. Segala penjuru tempat mereka datangi dan mainkan. Dua anak kecil itu masih begitu polos dan lugu-lugunya.


Namun anak yang memiliki rasa ingin tahu paling tinggi adalah Kwangmin.


“Wah itu tinggi sekali…” seru Kwangmin sambil menunjuk sebuah wahana sejenis dengan wahana Bianglala. Ia menarik-narik kaos hyungnya. “Youngmin, kita ke sana yuk…”


Youngmin menoleh dan menunjukkan wajahnya yang lelah. Dia capek sekali. Anak ini memang mudah sekali lelah. Dia menunjuk pada ayah dan ibu yang sedang duduk di bangku taman. “Kita kesana saja yuk.. istirahat sebentar.”


“Tapi aku ingin ke sana, Youngmin..” desak adiknya.


Youngmin menghela nafas. “Ahh~ Ya sudah, ayo..”


Akhirnya anak kembar itu pun pergi sama-sama menuju wahana yang diinginkan Kwangmin. Ia begitu semangat berjalan menuju wahana tersebut sedangkan Youngmin yang di belakang berjalan dengan lesu. Kakinya sudah pegal dan sebetulnya dia sangat haus.


Youngmin berhenti. Ia melihat Kwangmin yang sudah berjalan makin jauh. Youngmin sudah tak tahan lagi. Dia pun langsung berbalik pergi untuk kembali ke orangtuanya, istirahat sejenak dan minum. Setelah itu dia akan kembali ke sini mendatangi Kwangmin.


Youngmin pun berlari pergi dari sana tanpa sepengetahuan Kwangmin.


Lima belas menit kemudian, Youngmin kembali mendatangi tempat itu. Kali ini bersama ayah dan ibu. Youngmin celingak celinguk di sekitar wahana itu mencari Kwangmin tapi sepertinya tidak ada sosok Kwangmin di sana.


“Kemana adikmu?” tanya ayah yang juga celingak celinguk.


“Tadi dia bilang mau naik wahana ini kan? Tapi kenapa sudah tidak ada lagi?” jawab Youngmin cemas.


“Ayo kita cari Kwangmin…” ucap ibu. Mereka bertiga pun mulai berjalan mengelilingi Lotte Park untuk mencari Kwangmin, tapi sosok namja kecil manis dan aktif itu sama sekali tidak nampak di Lotte Park atau bahkan di area foodcourt.


“Kwangmin!!!” seru ayah memanggil-manggil nama anaknya. Sudah sejam mereka mencari tapi sama sekali tak ada hasil. Lagipula langit sudah gelap. Tempat ini sebentar lagi juga akan tutup.


“Kwangmin!!” panggil ibu. Matanya sudah berkaca-kaca. Ketakutan dan kecemasan memenuhi benaknya. Bagaimana kalau Kwangmin diculik? Bagaimana kalau Kwangmin kenapa napa?


Youngmin juga ikut-ikutan gugup. Kemanakah dongsaengnya itu?


“Aku rasa kita harus meminta tolong pada polisi…” ucap ibu pada suaminya dengan nada gemetar. “Aku takut… Kwangmin… anak kita…”


Ayah mengelus pundak istrinya. “Tidak… jangan berpikir macam-macam. Dia pasti masih ada di sekitar sini.”


Youngmin memandang ayah dan ibunya bergantian. Sejujurnya dia merasa sangat bersalah karna tadi sudah meninggalkan Kwangmin begitu saja bahkan tanpa mengatakan apapun. Youngmin menyesal. Dan saat ini ia juga cemas dan takut. ‘Kwang.. dimanakah kau? Kami mencemaskanmu…’


Tiba-tiba setetes air mengalir dari ujung mata kiri Youngmin. Ia menangis. Dan entah kenapa dia seolah mendapatkan telepati mengenai perasaan Kwangmin saat ini. Ketakutan dan sendirian. Air matanya kembali mengalir dari ujung mata kiri. Dia seolah mendapatkan ilham di mana keberadaan Kwangmin saat ini!


“Ibu, aku tau di mana Kwangmin…” ucap Youngmin. Ia langsung berlari meninggalkan tempat itu, entah kemana dia juga sebenarnya tidak tau. Kakinyalah yang membawanya berlari menuju suatu tempat.


“Youngmin, tunggu!” seru Ayah akhirnya ikut mengejar bersama dengan Ibu.


Youngmin berlari menuju toilet umum. Kakinya itu langsung membawanya menuju kamar mandi paling ujung. Dari sana terdengar suara isak tangis kecil.


Youngmin menelan ludah. Mungkinkah dongsaengnya ada di sana? Youngmin menghapus air mata dari mata kirinya.


Pelan-pelan ia membuka pintu itu dan benar saja Kwangmin memang ada di dalam. Saudara kembarnya sedang meringkuk sambil menangis.


“Kwangmin…”


Bocah yang dipanggil itu mendongak. “Hyung!!!!” serunya langsung berdiri dan memeluk Youngmin. Ia terus menangis. “Aku takut, hyung.. Huaaaa…”


Youngmin juga ikut menangis. Syukurlah dongsaengnya ini tidak kenapa-napa. Ayah dan ibunya pun muncul dan bernafas lega saat melihat Kwangmin. Mereka berempat berpelukan bersama. Sungguh ada kelegaan luar biasa karna untungnya Kwangmin berada di toilet.


“Ibu…” tangis Kwangmin di pelukan ibunya, “Tadi aku takut melihat badut.. Ada banyak sekali, Bu… ada empat… Mereka mengejarku dan aku langsung lari bersembunyi di sini… Huaaa aku takut sekali…”


Ibu menepuk-nepuk kepala anaknya itu. “Sudah ya… Jangan takut lagi… Ibu dan ayah sudah ada di sini.”


“Iya… hik hik…”


Ibu memandang Youngmin yang sedang berdiri dan masih berkaca-kaca itu. Tindakan Youngmin barusan yang langsung ke tempat ini dan menemukan Kwangmin bukanlah hal biasa. Dua anak kembar ini memang sejak dulu memiliki sejenis telepati khusus sendiri. Ibu tersenyum. Kini sedikitnya ia mengerti.


Malamnya setelah makan malam, ibu membacakan dongeng sebelum tidur untuk si kembar. Ia menceritakan mengenai kisah dua anak kembar yang memiliki kekuatan khusus untuk saling menjaga dan melindungi.


Dan ibu juga langsung menuturkan bahwa Youngmin dan Kwangmin pun memiliki ‘kekuatan’ untuk saling menjaga dan melindungi.


“Saat salah satu dari kalian mengeluarkan air mata dari mata kanan… ingatlah bahwa itu artinya saudara kembar kalian sedang mengalami kebahagiaan…” ucap ibu lembut.


“Benarkah?” tanya Kwangmin.


Ibu mengangguk. “Kalian pasti pernah mengalaminya kan?”


Kwangmin menunduk, terlihat berpikir. Ia pun mengangguk-angguk, baru teringat kalau dia juga pernah tiba-tiba menangis tanpa sebab. Namun anehnya air mata yang keluar hanya dari mata kanan. Dan ternyata oh ternyata Youngmin tengah mengalami rejeki nomplok(?) #plak


“Lalu kalau dari mata kiri, Bu?” tanya Youngmin.


“Itu artinya saudara kembarmu sedang mengalami kesedihan. Dan kau harus langsung mendatanginya…” ucap ibu menepuk kepala Youngmin. “Hari ini kau sudah melakukan hal yang baik, Youngmin. Kau sudah mengetahui keberadaan Kwangmin.”


“Ah!” Youngmin baru sadar, “Tadi aku juga memang tiba-tiba menangis dari mata kiri, Bu!!”


Ibu mengangguk dan Kwangmin melongo-longo melihat hyungnya.


Ibu menepuk kepala Kwangmin, “Tadi Youngmin tiba-tiba saja berlari ke toilet seolah tau dimana keberadaanmu..”


“Benarkah?” tanya Kwang pada hyungnya. Ada rasa haru dan ada juga rasa kagum. “Gomawo, Youngmin-ah~~” Kwangmin langsung memeluk Youngmin. Akhirnya dua bocah itu pun berpelukan sambil mengekeh.


Malam itu mereka mengetahui suatu kebenaran baru. Mengenai air mata si kembar.


~ Flashback end ~