Lovely Yours

Lovely Yours
Malaikat dan Manusia



Narmi berjalan sore itu di taman. Perasaan dan pikirannya tidak karuan sekarang. Ia melihat kembali sebuah selebaran yang berada di tangannya : SCHOOL PARTY. Narmi menghela nafas, entah untuk yang keberapa kali. Dia pesimis dengan acara couple sekolahnya ini. Minggu depan akan diadakan School Party, acara untuk merayakan ulang tahun sekolah. Untuk tahun ini diusung tema couple. Tiap wanita ataupun pria nanti akan diberikan kesempatan untuk pesta dansa bersama pasangannya masing-masing. Mendengar berita ini Narmi langsung mencibir. Dia akan membawa siapa dalam pesta sekolah?? Dia tidak punya kekasih… Donghyun sudah pacaran dengan Jiyoung… Jeongmin masih trauma dan menjauhinya… di sekolah pun Narmi dianggap aneh oleh para lelaki…


“Arrghh!!” tukasnya stres sambil mengacak-acak rambut. Dia berpikir apa dia tidak usah datang saja ya? Di sekolah jumlah perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki. Saat pesta dansa nanti akan ada beberapa wanita yang tidak mendapatkan pasangan kan? Narmi memilih lebih baik dia tidak perlu datang sekalian daripada dipermalukan seperti itu.


Matanya melayang dan tak sengaja melihat seorang lelaki tampan dengan rambut kecoklatan, duduk di bangku taman sambil memberi makan burung merpati.


“Wah.. tampannya…” gumam Narmi terpesona juga.


Pria itu tiba-tiba menoleh ke arah Narmi dan memberikan seulas senyum.


‘Di-dia menyapaku…?’ Narmi jadi malu sendiri. Ada pria tampan yang menyapanya merupakan suatu prestasi!


Lelaki itu melambai menyuruh Narmi untuk datang mendekat. Walau bingung tapi Narmi menurut saja dan mendekati orang yang duduk itu. Siapa tau lelaki ini bisa menjadi couplenya di pesta dansa sekolah hehehe.


Pria itu memberikan senyum hangat dan mengulurkan tangannya. “Beomgyu imnida…”


Wajah Narmi memerah dan menyambut uluran tangan itu. “Narmi imnida…”


Lelaki itu mengangguk-angguk. Dalam hati sudah tau siapa Narmi. Kan dia ini sebenarnya adalah Kwangmin yang menyamar!!!


“Kau bisa melihatku rupanya…” ucap Beomgyu pura-pura masih tercengang.


“Hah?” tanya Narmi tak mengerti.


Beomgyu tertawa kecil. “Kau belum menyadarinya…? Aku ini bukan manusia… aku malaikat.”


Doeng!


Mata Narmi terbelalak. Malaikat???!!!


“Mwo?” ucap Narmi seperti sebuah bisikan saking tidak percayanya. Lelaki di hadapannya ini adalah malaikat?? Omo… kenapa malaikat ini tampan sekali???


Narmi menepuk jidatnya. Astaga. Jadi yang bisa melihat Beomgyu di tempat ini hanyalah Narmi saja???


Beomgyu tertawa lagi, “Aku berharap kita bisa menjadi teman yang baik… Aku senang punya teman bicara.”


“Sama...” sahut Narmi jujur. Walau Beomgyu itu hanyalah malaikat tapi tak apa-apalah, lagipula kelihatanya menyenangkan.


Beomgyu menatap Narmi. Jalan keluar untuk Kwangmin dimulai dari sini…………


----skip----


~ Flashback ~


Ini adalah kejadian saat Kwangmin hampir 1 tahun menjadi malaikat penjaga bagi Youngmin. Ketika masa 1 tahun ini habis maka Youngmin tidak akan melihat Kwangmin lagi. Dan yang dicemaskan Kwangmin adalah karna hyungnya itu belum siap ditinggalkan. Saudara kembarnya pasti kembali tidak memiliki semangat hidup jika Kwangmin menghilang. Youngmin pasti akan mencoba bunuh diri lagi dan itu adalah dosa terbesar. Semua hal inilah membuat Kwangmin galau.


Kwangmin—si malaikat itu—berjalan lesu tak tentu arah. Kenapa semua ini harus dia alami? Kenapa dia harus meninggal dan tidak bisa bersama Youngmin lagi???


Kemarin malaikat Andrew mengatakan kalau ada waktu 1 tahun tambahan bagi Kwangmin. Namun ada konsekuensi besar yang harus Kwangmin tanggung. Menjadi malaikat penjaga bagi manusia bukanlah urusan sepele. Hal yang dikhawatirkan adalah Youngmin akan menceritakan pada orang-orang mengenai rahasia dunia malaikat. Dampak terbesar yang dapat terjadi adalah orang-orang akan bersikap seperti Youngmin saat orang yang dikasihinya meninggal karna berharap orang yang meninggal itu akan menjadi malaikat penjaganya. Jika itu terjadi, dunia manusia akan sangat kacau. Dunia manusia, malaikat dan iblis pun akan bersatu.


Kwangmin berhenti berjalan. Ia sedih mengingat konsekuensi yang harus ia terima karna mendapatkan waktu tambahan 1 tahun itu. Saat itu Andrew mengatakan :


“Melihat kondisi Youngmin yang masih terus saja bergantung padamu… kau diberi tambahan waktu 1 tahun menjadi malaikat penjaganya. Tapi… demi keseimbangan dunia ini dan dunia manusia, ada konsekuensi yang harus kau terima. Setelah masa tambahan waktu 1 tahun itu berakhir, secara otomatis segala memori mengenai dirimu akan dihapuskan… Kau tidak akan diingat oleh Youngmin… Kau tidak akan diingat oleh seorang manusia pun yang pernah mengenalmu. Kau akan dianggap tidak pernah ada dan tidak pernah dilahirkan. Youngmin akan memiliki pola pikir kalau dia tidak punya saudara kembar……”


Air mata Kwangmin mengalir. Ia menangis. Konsekuensi yang harus ia terima ini terlalu mengerikan. Menyakitkan. Segala kenangan mengenai dirinya akan dihapus…??? Youngmin tidak akan pernah mengingatnya lagi??? (memang hanya inilah satu-satunya cara supaya Youngmin tidak larut dalam kesedihan terus menerus)


“Kenapa……??” isaknya sambil menutup wajahnya. Tumbuhan di sekitar Kwangmin langsung layu dan kehitaman. Air mata malaikat memang bisa menyebabkan hal-hal seperti ini.


Dia benar-benar tidak mau ingatan mengenai dirinya dihapus dari memori orang-orang yang ia kasihi. Sekalipun dia memang sudah meninggal!


Tapi…


Kwangmin terisak lagi.


Kalau tidak begini.. Youngmin akan menjalani hidupnya dengan merana. Hyungnya itu kesepian. Kwangmin tidak mau melihat Youngmin mati bunuh diri karna putus asa. Untuk waktu tambahan ini dia akan membuat Youngmin mulai mandiri, memiliki semangat hidup, bersosialisasi dengan orang lain… supaya saat Kwangmin meninggalkannya… Youngmin siap dan sudah memiliki sandaran hidup yang baru.


“Malaikat seharusnya tidak menangis…” ucap seseorang pada Kwangmin.


Kwangmin terkejut dan menoleh ke sumber suara. Di atas tembok pembatas rumah di sebelahnya, duduk hantu yang tak ia kenal.


Hantu bernama Yesung itu tersenyum tipis. “Apa kau tidak melihat banyak tumbuhan yang layu karena air matamu?”


Kwangmin menghapus air matanya. Dia tidak mengenal hantu itu dan dia merasa dia tidak punya urusan untuk bergaul atau berbicara dengan hantu. Kwangmin sudah akan menghilang, namun Yesung menahannya dengan perkataan :


“Ada jalan supaya kenangan akan dirimu tidak perlu dihapus saat masa tambahan waktu itu habis…”


Kwangmin menoleh dan tercengang. “Apa?” Bagaimana hantu itu bisa tau masalahnya???


“Urusan malaikat seperti kalian ini aku tau…” lanjut Yesung, “Aku sudah lama menjadi hantu. Andrew sengaja tidak memberitaukannya padamu. Karna memang cukup mengganggu keseimbangan dunia manusia…”


Kwangmin masih berdiri menatap Yesung. Apa yang berusaha disampaikan hantu itu?? “Sebenarnya apa yang mau kau sampaikan?”


Yesung tersenyum lirih. Ia meloncat turun dan berdiri di depan Kwangmin. “Ada kasus khusus untuk manusia kembar sepertimu. Kau bisa berada di sisi saudara kembarmu selamanya… Ah tidak, bahkan kau bisa kembali menjadi manusia.”


Mata Kwangmin membesar. Apa ini bohongan? Dia kan sudah mati bagaimana bisa kembali menjadi manusia?


Yesung seolah bisa mengerti kebingungan Kwangmin itu. “Sudah kubilang, ada kasus khusus untuk manusia kembar.”


“Apa caranya?” tanya Kwangmin merasa harapannya mulai merekah kembali.


“Di dunia ini ada manusia yang diberi anugrah untuk bisa melihat dunia kita… Kau harus menemukan wanita yang memiliki anugrah itu sebelum waktu tambahanmu habis. Wanita dan saudara kembarmu harus saling mencintai. Cinta mereka akan membuatmu hidup kembali…”


Kwangmin menahan nafas. Ia merasa cara itu sangat aneh dan menggelikan. “Cinta mereka membuatku hidup kembali??”


Jantung Kwangmin berdebar-debar mendengarnya. Dia akan kembali hidup dan kembali ke masa setahun yang lalu sebelum dia kecelakaan?? Dan dia akan kembali menjadi manusia… hidup bersama dengan Youngmin..??


“Tapi…” Yesung menunjukkan senyum liciknya, “Menemukan wanita yang memiliki anugrah seperti itu tidak mudah… karna tidak banyak manusia yang memiliki indra keenam seperti itu. Bahkan ada yang menyembunyikannya hingga kita para hantu tidak menyadarinya. Apalagi…” Yesung memandang tajam pada Kwangmin, “… membuat wanita dan saudara kembarmu itu saling mencintai, kau kira mudah?”


Kwangmin menelan ludah.


“Itulah sebabnya Andrew tidak menyebutkan hal ini. Lagipula hal seperti itu pasti akan mengganggu keseimbangan dunia manusia.”


Kwangmin mengepalkan tangannya. “Aku… pasti akan menemukan wanita itu… dan membuat hidupku kembali menjadi manusia…………”


.


.


~ Flashback end ~


----skip----


Narmi berjalan agak ragu. Ia memandang para pria yang sedang mengobrol depan sekolah. Narmi berusaha memberanikan dirinya. Dia akan meminta salah satu dari mereka itu untuk menjadi pasangannya saat School Party. Dan kalaupun benar akan menjadi kekasih pun tak apa bagi Narmi. Teman sekelas terus menyindirnya karna belum sekalipun pacaran.


“Anyyeong…” sapa Narmi pada para pria itu. Narmi berusaha supaya penampilan dan sikapnya memesona.


Mereka menoleh.


Narmi memberikan senyum terbaiknya. “Ng…… untuk school party minggu depan… apa kalian sudah punya pasangan…?”


Hening lama.


“Kenapa?” tanya salah satu pria.


Narmi menunduk malu. Walau harga dirinya dipertaruhkan di sini, tapi apa boleh buat. “Kalau belum…… ng,… uh-oh… denganku saja…”


Hening lagi.


“Dia cewek aneh yang suka bicara sendiri itu kan?” bisik lelaki lain yang masih bisa didengar Narmi.


“Bukan… dia sering mengaku melihat hantu di sekolah kita.”


“Wah? Ish… penyihir…?”


“Hush! Dia hanya aneh saja… dan menyeramkan…”


Narmi menunduk mendengar semua ucapan itu. Ia pura-pura tidak mendengar bisikan mereka. Hatinya sakit mendengarnya.


“Maaf…” gumam salah satu dari mereka pada akhirnya, “Kami sudah punya pasangan… Maaf ya…”


Narmi mengangkat kepalanya dan tersenyum tipis. Ia berusaha terlihat ceria. “Oh.. ya tak apa.… Tapi…” Gigi Narmi gemertak. “Kalau boleh jujur, aku memang bisa melihat hantu, memang kenapa?? Dan… sejak tadi ada dua hantu yang berdiri di dekat kalian…”


“Apa?!”


Narmi tersenyum tipis. Apa yang dikatakannya memang bukanlah kebohongan. Memang ada dua hantu wanita seram yang berdiri dekat mereka. Narmi tidak mau buang-buang waktu lagi, dia langsung berbalik pergi dari sana dengan sebal sekaligus tersinggung.


‘Memangnya apa yang salah kalau aku punya kemampuan bisa melihat hantu!’ teriaknya dalam hati sementara matanya berkaca-kaca. ‘Dasar lelaki sinting! Sekolah ini pun sinting!’


“Ah menyebalkan…” tukasnya saat membayangkan di pesta dansa nanti dia tidak akan punya couple.


“Kenapa???” tanya Kwangmin yang menyamar menjadi Beomgyu. Sejak beberapa saat yang lalu Beomgyu sudah mengikuti Narmi yang pergi sambil kesal.


Narmi menoleh kaget. “Beomgyu, kau membuatku kaget!”


“Keke…” Malaikat itu malah tertawa. “Ada apa?? Kenapa wajahmu seperti itu?”


“Ish…” Narmi menggosok-gosok matanya yang basah. “Tidak apa-apa… aku hanya kesal. Apa salah ya kalau aku punya kemampuan bisa melihat hantu?”


Beomgyu terdiam.


“Lelaki di sekolahku menganggapku aneh dan menakutkan. Jeongmin pun… ikut-ikutan menghindariku. Kalau seperti ini masa remajaku akan terhambat.”


Beomgyu menatap wanita di hadapannya.


“Kau tau, hidupku benar-benar menyedihkan…” lanjut Narmi terisak, tak peduli orang sekitarnya menyangka dia berbicara sendiri, “Orang yang kusukai sejak lama ternyata pacaran dengan sahabatku sendiri… dan bahkan sekarang, aku harus seperti orang gila meminta tiap lelaki menjadi coupleku di pesta dansa nanti…… Aku… benar-benar menyedihkan…”


Beomgyu ikut nanar. Dia juga jadi teringat kalau cewek di depannya ini tinggal sendirian, hidup pas-pasan. Beomgyu memegang bahu Narmi dengan kedua tangannya. “Tidak ada yang salah kalau kau punya kemampuan bisa melihat hantu…” gumamnya lembut, “Dan para pria itu sudah buta, tidak melihat pesonamu… Mereka akan menyesal.”


Narmi menatap Beomgyu, terpana.


“Suatu saat nanti… kau akan menemukan pria yang baik yang sangat mencintaimu…” lanjut Beomgyu dengan senyum menguatkan, “Aku yakin……”


Narmi akhirnya tersenyum dan mengangguk. Dia terharu dengan kebaikan malaikat Beomgyu satu ini. “Iya… Makasih…”


Kwangmin tersenyum dan mengacak-acak rambut Narmi. Walau masih terlihat mustahil, tapi dia akan berusaha menjodohkan Narmi dengan hyungnya. Wanita di hadapannya ini harus MENCINTAI Youngmin, apapun caranya.


----skip----


Sejak saat itu Narmi dan Beomgyu (Kwangmin) semakin akrab dan bersahabat. Kwangmin menjadi sering mengunjungi rumah Narmi dan banyak mengobrol. Akibatnya Youngmin terkadang harus ditinggalkan satu atau dua jam oleh Kwangmin.


Narmi banyak menceritakan hidupnya. Ia menceritakan keluarganya yang retak, persahabatannya dengan Jiyoung dan Eunsu… sikap Jeongmin yang berubah menjauhinya… hingga Youngmin, pria yang paling menyebalkan bagi Narmi. Sesekali Kwangmin nyeletuk kalau Youngmin itu adalah pria yang tampan, baik dan blahblablah… (Kwang berharap Narmi bisa menyukai Youngmin). Tapi tetap saja Narmi tidak tergiur mendengarnya.


Kwangmin juga menceritakan kalau dirinya adalah malaikat yang hanya memiliki sisa waktu sedikit lagi saja untuk menjaga orang yang paling ia kasihi. Dan dia harus mendapatkan cara supaya dirinya mendapat ‘tambahan waktu’ lebih banyak lagi. Narmi yang tidak tau apa-apa mengenai rencana Kwangmin, hanya mengangguk dan mendukung saja, berharap malaikat itu bisa menyelesaikan masalahnya.