Lovely Yours

Lovely Yours
Ulang tahun si kembar



Kwangmin duduk di balkon sendirian sore ini. Ia memandang langit dengan sendu. Bagaimana ini. Waktunya tinggal sedikit lagi menjadi malaikat penjaga Youngmin… Dan sampai saat ini belum ada kemajuan yang berarti.


Kwangmin menghela nafas.


Youngmin mengintip dongsaengnya yang melamun itu. Ia berjalan pelan-pelan sambil membawa cake ulangtahun dengan 17 lilin. Hari ini adalah ulangtahun Jo Twins. Dan sepertinya Kwangmin lupa akan hal itu (dibuktikan dengan tidak mengucapkan selamat ulangtahun pada Youngmin seharian ini )


“Saengil chukkahamnida… saengil chukkahamnida…” ucap Youngmin dan mulai melantunkan lagu selamat ulang tahun sambil mendatangi dongsaengnya.


Kwangmin menoleh terkejut. Matanya membesar melihat hyungnya datang dan membawa cake. Ah~ dia baru sadar kalau hari ini adalah ulang tahun mereka!! Kwangmin berdiri dan tersenyum haru melihat Youngmin.


“Saranghae, Kwangmiiin… saengil chukkahamnida…” ucap Youngmin mengakhiri nyanyiannya dan tersenyum lebar.


“Ah hyung…” ucap Kwangmin malu dan merasa bersalah, “Maaf… aku tidak ingat kalau hari ini—”


Youngmin tertawa keras. “Sejak tadi pagi aku menunggu kau mengucapkan selamat ulangtahun tapi tidak ada.”


Kwangmin tersenyum tipis. “Maaf ya…” Kwangmin memandang cake yang dipegang Youngmin itu. Ada tulisan ‘Youngmin <3 Kwangmin Day’ dari cream coklat di atas cake. “Ah lagipula… aku bukan manusia lagi.. Untuk apa kau merayakan ulang tahunku juga?”


“Hey!!” Youngmin mempoutkan bibirnya, “Bicara apa kau ini? Kau masih adikku! Dan hari ini adalah ulang tahun kita. Titik.”


Kwangmin menatap hyungnya, terharu. Jadi Youngmin masih menganggapnya manusia??


“Ayo.. ayo…” gumam Youngmin karna mulai pegal memegang cake, “Kita tiup lilin ini bersama-sama.”


“Ah make a wish!” seru Kwangmin mengingatkan.


“Iya!” seru Youngmin juga dengan girang, “Kau ucapkanlah make a wish!”


“Aku, hyung?? Kau tidak?”


Youngmin tersenyum, “Permintaanku menjadi permintaanmu…”


FUH!!


Keduanya pun meniup lilin itu (agak rebutan karna ingin mematikan lebih banyak lilin --> hal ini selalu mereka lakukan sejak kecil). YoungKwang tertawa keras merayakan hari mereka itu.


Youngmin menyolek cake yang sudah ia letakkan di atas meja dan langsung mencolekkannya pada wajah Kwangmin sehingga pipi Kwangmin berlumer krim.


“Kyahahaha…” Kwangmin tertawa dan ia pun melakukan hal yang sama pada hyungnya.


Akhirnya keduanya pun saling bermain-main colek krim dan berkejar-kejaran.


Waktu seperti berlalu begitu lambat untuk keduanya. Mereka kejar-kejaran dengan penuh tawa dan kebahagiaan. Momen seperti ini membuktikan bahwa keduanya belum sanggup dipisahkan. Dari kedalaman hati Youngmin, dia ingin Kwangmin terus bersamanya sampai ia tua. Terkadang Youngmin cemas sendiri kalau bisa saja suatu saat nanti Kwangmin harus meninggalkannya. Tiap memikirkan hal itu, Youngmin selalu bersedih.


Sedangkan Kwangmin… dia sangat mengharapkan dirinya kembali menjadi manusia. Menikmati aktivitas wajarnya bersama Youngmin… dan dilihat oleh manusia lain… bukan menjadi malaikat seperti sekarang.


“Ahahaha, Kwang…” seru Youngmin karna Kwangmin menarik T-Shirtnya lalu mencolekkan krim yang banyak itu ke wajah Youngmin.


Kwangmin tertawa sampai terduduk karna perutnya yang sakit. Dia sendiri juga sudah berantakan. Rambutnya, pipi dan leher sudah penuh dengan krim!


Setelah puas saling mencolek krim (dan lagipula cake mereka pun sudah habis tak bersisa akibat tangan jahil mereka -_-) keduanya pun bermain kembang api kecil yang sudah disiapkan Youngmin. Mereka berputar-putar dengan kembang api di tangan sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun keras-keras. Sungguh sifat kekanakkan keduanya langsung keluar pada hari ini.


Youngmin mengambil serbet dan mulai membersihkan wajah dongsaengnya yang belepotan krim itu. Kwangmin hanya tersenyum manja.


“Aigoo tampannya dongsaengku ini…” ucap Youngmin membuat Kwang mengekeh.


Kwangmin juga ikut melap wajah hyungnya dengan jari. Namun yang ada wajah Youngmin malah semakin belepotan bukannya semakin bersih. “Hahaha…”


“Hei!” tukas Youngmin menyadari wajahnya yang makin lengket.


Keduanya pun malah kejar-kejaran lagi.