Lovely Yours

Lovely Yours
Kembalinya Kwangmin



Dua teman sebangku ini pun mendadak menjadi sangat akrab dan menjadi sahabat yang dekat. Youngmin sudah tidak diganggu dan di-bully oleh Woochun dan yang lainnya. Sudah tidak ada yang berani, karna Beomgyu si anak baru yang nyatanya pernah menjuarai karate di Paris, tidak akan sungkan-sungkan melindungi Youngmin.


Youngmin yang walaupun sebelumnya sangat dingin dan bersikap hati-hati dalam memilih chingu, kini tidak keberatan sama sekali bersahabat dengan si anak baru itu. Justru Youngmin senang sekali. Dia merasa hidupnya lebih berwarna semenjak kehadiran Beomgyu.


Sore ini mereka tengah bermain basket di lapangan di pinggir sungai Han. Walau hanya bermain basket berdua, tapi tetap terasa menyenangkan.


“Ayo tangkap kalau kau bisa…” ejek Beomgyu sambil mendrible bola dan dengan mudahnya menghindari Youngmin yang berusaha merebut bola.


Youngmin mengekeh. “Kau meremehkanku, Kim Beomgyu??” Dengan gesit Youngmin langsung merebut bola itu membuat Beomgyu melongo.


“Ahahaha…” tawa Youngmin lalu langsung berlari menggiring bola dan melemparkannya ke ring. Dengan mulus, bola itu masuk.


Youngmin menunjukkan cengirannya pada Beomgyu yang wajahnya pongo itu. Youngmin mengacungkan telunjuknya di depan muka temannya itu. “Satu kosong :p”


“Ish…” Bwomgyu mengenyahkan tangan Youngmin itu dari depan mukanya.


Permainan dilanjutkan dan lagi-lagi Youngmin memasukkan bola kembali ke dalam ring. Sesekali Youngmin tersenyum menghina pada Beomgyu.


“Ukh~” Beomgyu juga sebetulnya tidak terima dengan kekalahannya. Dia juga kan sebenarnya cukup jago juga dalam olahraga.


Youngmin kembali mendrible bola dan kali ini menggoda dengan memainkan bolanya ala pemain NBA.


Dengan agak kesal, Beomgyu pun menarik-narik lengan Youngmin—langsung melakukan kecurangan saudara-saudara. Bahkan ia menutup kedua mata Youngmin dari belakang membuat bola langsung terlepas dari Youngmin dan menggelinding menjauh.


“Hey! Jinjja! Hey!” tukas Youngmin karna Beomgyu terus menutup kedua matanya.


“Ahahaha…” Beomgyu malah terkekeh puas sudah menjahili temannya ini.


Akhirnya permainan pun yang awal mulanya merupakan taruhan (yang kalah harus nyemplung ke sungai Han) kini menjadi kacau. Keduanya malah kejar-kejaran, saling menjitak dan tertawa-tawa.


Lelah, Youngmin dan Beomgyu duduk terengah-engah di pinggir sungai sambil menatap langit senja.


Youngmin masih mengekeh-ngekeh, belum pernah dia tertawa seperti ini saat bermain dengan teman sebayanya. Entah kenapa bergaul dengan Beomgyu langsung membuatnya klop seperti kunci dengan gembok.


Beomgyu tersenyum melihat Youngmin yang masih tertawa sendiri itu. “Kau sama sekali belum berubah ya…” ucap Beomgyu pelan.


Youngmin menoleh dan melongo heran. “Apa?”


Mereka saling bertatap-tatapan dalam hening yang akhirnya dipecah dengan tawa Beomgyu. “Hahahaha… tidak kok~”


Beomgyu menatap langit saja dan tersenyum penuh arti. Ah~ dia juga bahagia sekali sekarang. Setelah 17 tahun ia menanti… akhirnya dia bisa kembali ke sini… dan satu sekolah dengan Youngmin. Sebenarnya sejak kecil dia memang di Korea tapi mulai SMP Beomgyu dan keluarganya pindah ke Prancis karna ayah yang ditugaskan bekerja sebagai kedutaan di sana. Dan akhirnya setelah bertahun-tahun merengek, dia dan keluarganya mendapatkan keajaiban juga untuk kembali tinggal di Korea.


Permintaannya sejak bertahun-tahun… akhirnya terkabul. Di sini.


Beomgyu menunduk dan melihat tanah. Ia pun mulai menulis sesuatu di atas tanah dengan jari telunjuknya.


Youngmin memperhatikan dan ikut membaca tulisan Beomgyu yang bukan dalam hangul itu. Huruf demi huruf… Youngmin membacanya dalam hati.


Beomgyu menuliskan : K W A N G M I N


Ia menoleh pada Youngmin yang terlihat mengerutkan kening. Beomgyu tersenyum. “Kenapa??”


Youngmin masih membaca huruf-huruf itu. Keningnya makin berkerut. “Kwangmin? Siapa?”


Beomgyu malah tertawa lebar. “Kau tidak ingat? Ahahaha.. Maksudku,, tentu saja kau tidak tau. Sebenarnya ini merupakan nama lain diriku. Di Paris aku meminta dipanggil begini oleh teman-temanku.”


Youngmin memandang Beomgyu lama. “Oh ya?”


“Em!” Beomgyu mengangguk dan tersenyum polos. “Aku Kwangmin… dan kau Youngmin… Keren kan? Dan kita adalah YoungKwang!! Ahahahaha.” Si Kim Beomgyu itu malah tergelak tawa. *sinting


“Can you hear my voice?” ucap Beomgyu tiba-tiba dan kembali tersenyum lembut.


Youngmin masih terbengong.


Beomgyu tersenyum tipis. ‘Tentu saja…’ batinnya, ‘Hyung… mana mungkin mengingatku… Dia tidak tau apa-apa mengenai Kwangmin.’


Youngmin masih memandangi Beomgyu. Beomgyu langsung bangkit berdiri sambil meregangkan tangannya. “Ah idiot… Aku jadi lapar karna tadi kau terus menjitakku. Ayo, kita makan…” ucapnya sambil berjalan duluan meninggalkan Youngmin yang masih duduk di sana. Sebetulnya Beomgyu sedih karna Youngmin tidak mengingat apapun mengenai Kwangmin. Tapi tidak apa… setidaknya dia masih bisa berada di sisi hyungnya walaupun sebagai Beomgyu.


“Kwangmin!!!” panggil Youngmin tiba-tiba membuat Beomgyu berhenti melangkah. Terkejut luar biasa.


Beomgyu masih mematung dan sama sekali tidak menoleh ke belakang. Tadi itu Youngmin memanggilnya Kwangmin kan???


Youngmin bangkit berdiri, berlari mendekati Beomgyu dan merangkul bahu chingunya itu. “Ahaha… of course I can hear your voice..”


Youngmin tersenyum penuh arti dan menarik Beomgyu yang masih terbengong itu untuk pergi dan makan deubokki.


Youngmin bersiul-siul pelan riang sendiri. Tentu saja ia ingat Kwangmin. Bagaimana mungkin ia melupakan nama itu. Walau samar-samar… dan banyak kenangan yang terpotong… tapi Youngmin masih dengan jelas mengingatnya. Sekarang ia seolah mengetahui potongan cerita ini sepenuhnya. Kwangmin, saudara kembarnya,, Kwangmin malaikat penjaganya,, Kwangmin yang menelan kapsul hitam,, dimensi waktu yang mundur. Youngmin memahami semua ini begitu saja saat tadi Beomgyu mengucapkan ‘Can you hear my voice?’


Beomgyu diam-diam melirik Youngmin. Ada apakah ini? Apa Youngmin mengingat sesuatu??


“Hei…” ucap Youngmin tiba-tiba, “Kau kan dari Paris… Bisakah kau mengucapkan satu kalimat dalam bahasa Prancis?”


Beomgyu langsung mengangguk. “Tentu saja. Oi, kau menantangku? Apa kau meragukan keaslianku yang memang dari Paris ini?”


“Bawel. Coba langsung saja ucapkan satu kalimat Prancis.”


“Je pense a toi…” ucap Beomgyu akhirnya sambil tersenyum.


Youngmin menaikkan sebelah alisnya. “Apa tuh artinya?”


“Kau ***** dan idiot…” sahut Beomgyu sambil tergelak.


“Ya!! Aish jinjja!” tukas Youngmin mengejar Beomgyu yang langsung berlari terbirit-birit itu. “HEY BEOMGYU!!!” Adiknya itu berani juga ya menghinanya.


Akhirnya mereka berdua kejar-kejaran sambil tertawa-tawa. Youngmin tidak tau, sebenarnya arti dari bahasa Prancis yang baru diucapkan Beomgyu itu adalah ‘Aku memikirkanmu.’


Walau sulit rasanya kembali ke masa dulu saat mereka berdua masih menjadi saudara kembar… tapi setidaknya kehampaan hati mereka sudah terisi kembali. Masing-masing tidak ada yang berani menceritakan kalau mereka sama-sama sudah mengingat kejadian di masa lalu… yang sudah ditutup debu. Bagaimanapun hubungan erat keduanya di waktu lampau… tak akan sanggup dihapus oleh masa dan waktu.


Beomgyu mungkin memang bukan sebagai Kwangmin, saudara kembar Youngmin lagi. Tapi ikatan batin kembar mereka tak bisa lepas begitu saja. Mereka tetap ‘kembar’ dan memiliki persaudaraan seperti dulu sekalipun sekarang marga mereka berbeda. Tak ada yang dapat menandingi dan menggantikan semua itu.


Ahh~~ mengenai Narmi??


Wanita itu hidup bahagia, tinggal bersama dengan ayah dan ibunya. Orangtuanya tidak jadi bercerai di masa ini dan itu artinya ayahnya tidak kena struk. Dan Narmi pun tidak memiliki anugrah khusus untuk melihat hantu. Demikian pula, dia tidak mengingat apa-apa mengenai kejadian di masa lalu yang sudah dihapus itu.


Tinggal menunggu waktu hingga takdir mempertemukan Narmi dengan Youngmin dan Beomgyu


-oo0oo FIN oo0oo-


akhirnya my baby selesai jugaaa ><


sekarang aku bisa lanjut publish novel2ku yang lain. perlu diketahui Lovely Yours adalah novelku beberapa tahun lalu :') jadi ya gitu deh.. maaf kalo rada bikin rolling eyes. wkwkw


mari rayakan!


unchh lets cry.


jangan lupa like, comment dan vote ya. tengkies