Lovely Yours

Lovely Yours
Kesempatan 1%



Perlahan mata Narmi terbuka. Wajahnya masih panas. Tadi Youngmin sudah mengecup bibirnya. Astaga!!! Ia melihat wajah Youngmin yang sudah menjauh. Pria itu memberikan senyum lembutnya lagi. Ia menepuk pucuk kepala Narmi.


Narmi tersenyum menunduk, menahan malu. Aigoo… Apa tadi itu artinya Youngmin pun membalas perasaannya?


“Jadi sekarang aku boleh mengambil hadiahku kan?” tanya Youngmin lembut sambil melirik kotak yang masih dipegang Narmi.


“I-iyaa…” sahut wanita itu manis dan memberikan kotak itu. “Aku membuatnya semalam. Semoga kau suka…”


Youngmin mengekeh dan menerima kotak itu. Ia membukanya dan melihat coklat beragam bentuk di dalamnya. Senyumnya makin melebar. “Wahh… makasih…”


Narmi menunduk kian malu. Haduh… dia tidak pernah membayangkan kalau dia akan duduk bersebelahan seperti ini dengan Youngmin.


Youngmin memakan coklat kecil dengan bentuk bebek. Ia tersenyum. “Waw.. enak…” Dia mengambil coklat lain dan menyuapi Narmi.


Keduanya tertawa penuh arti.


Hari ini begitu indah sekali bagi mereka…


.


.


Kwangmin duduk di atas tempat tidur sambil membaca majalah. Sesekali ia melirik ke arah jam dinding. Hyungnya itu belum pulang juga. Tumben sekali.. padahal sekarang sudah jam 8 malam.


“Kemana sih dia..?”


Terdengar suara motor di bawah. Kwangmin yakin itu pasti hyungnya. Dan benar saja beberapa saat kemudian, pintu kamarnya terbuka dan Youngmin masuk sambil bersenandung ceria.


Kwangmin memandang wajah hyungnya yang merah itu. Kwangmin mengernyit. Apa Youngmin baru saja minum arak ya? Tapi setaunya, Youngmin tidak menyukai minuman keras. Lantas wajah merahnya itu kenapa??


Youngmin merebahkan dirinya di atas tempat tidur, di sebelah Kwangmin. Youngmin memejamkan matanya dan tersenyum damai.


“Omo.. ada apa denganmu? Tumben sekali wajahmu seperti ini?” ucap Kwang, “Apa telah terjadi sesuatu yang baik?”


Youngmin langsung duduk bangun dan menatap dongsaengnya. “Very!!”


“Apa?” Kwangmin mendadak tegang. Jangan bilang semua ini mengenai Narmi?? Kwangmin berusaha menelan ludah dan memperhatikan wajah hyungnya. Bukankah kemarin Youngmin mengatakan kalau dia jatuh cinta pada Narmi?? Lalu hari ini ada kabar baik apa?


Youngmin tersenyum seperti anak kecil. “Kwang… aku sudah punya kekasih!!!”


“Apa??!”


Youngmin mengangguk kencang. “Yeeaaa!!” serunya sambil merentangkan kedua tangan dengan bahagia.


Kwangmin langsung menggenggam tangan Youngmin. Dia juga ikut senang. Ternyata Narmi membalas perasaan hyungnya. “Aku ikut senang! Aku ikut senang!!! Hahahaha…”


Youngmin juga tertawa. Wajahnya memerah saat mengatakan, “Dan tau tidak.. tadi aku mengecup bibirnya!”


Youngmin menggangguk dan tertawa malu. “Kau pasti berpikir aku gila ya? Aku sendiri heran kenapa aku berani melakukannya. Ahh~~ my first kiss… That was my first kiss, Kwangmin!!”


Kwangmin menatap Youngmin dengan tatapan kosong. Jadi bahkan hyungnya ini sudah mencium Narmi?? Astaga! Mereka sudah melakukan skinship!!! 'Itu artinya…'


“Omo.” gumam Kwangmin cemas dan takut sendiri.


Sementara Youngmin masih terus tersenyum dan tertawa. Ia melompat-lompat kegirangan menuju kamar mandi untuk mandi.


Kwangmin menelan ludah. Semua ini bahkan lebih cepat dari apa yang ia perkirakan…


.


.


Malam itu saat Narmi akan tidur, dia kembali merasakan rasa sakit di tubuhnya. Senyum yang sejak tadi ada di wajahnya digantikan dengan kesedihan dan kesakitan. Matanya yang sejak tadi bersinar bening digantikan dengan air mata pedih.


“Aaaa…” erangnya karna lagi-lagi jantungnya terasa amat sakit. Narmi meremas dadanya yang kesakitan. Hari ini bahkan lebih menyakitkan dibandingkan kemarin.


“Kyaaa…” Narmi sampai terjatuh dari tempat tidur ke lantai. Ia menggeliat kesakitan. Tubuhnya seperti dibakar hebat walau memang tak ada api sungguhan. Ia merasa tubuhnya sedang mengalami suatu perubahan hebat yang menyakitkan. Seolah nyawanya hendak dicabut saat itu juga.


“Ayah!!!” jeritnya sambil tertatih-tatih di lantai untuk mengambil obat sakit kepala yang ada di atas meja. “Akhhh!!!” Narmi tak sanggup lagi, ia langsung memegang kepala dengan kedua tangannya. Kepalanya serasa akan pecah, pusing begitu menusuk-nusuk membuatnya tak bisa berhenti berteriak.


Narmi memegang pinggangnya. Sekarang ada apa dengan pinggangnya. Ia merasa pinggangnya sangat nyeri seperti baru mendapatkan haid. Narmi menggigit bibirnya. Keringat dingin sudah mengucur deras di wajahnya. Bibirnya pun sudah pucat dan kering.


Narmi merasa mual hebat di perutnya, seperti harus memuntahkan sesuatu. Ia merangkak dengan susah payah sambil menutup mulut menuju kamar mandi. Dan langsung muntah-muntah saat sudah di kloset.


Suara muntahnya bergema di rumah malam itu. Berkali-kali ia muntah campur darah.


Bibir Narmi semakin terasa pahit dan perutnya langsung kosong seketika itu juga membuat tubuhnya makin lemas, tak berdaya.


Narmi menangis bersandar ke dinding. Matanya memandang liar ke sekeliling. Apakah yang sudah terjadi pada tubuhnya. Dia merasa tidak memiliki penyakit apapun. 'Tapi kenapa……??'


Narmi meremas bajunya. “Youngmin……………” Air mata wanita itu mengalir lalu ia terkulai lemas di sana dan jatuh pingsan.


Malam itu Narmi sudah mengalami percepatan tahap kematiannya akibat skinshipnya dengan Youngmin tadi sore. Tahap kedua dengan cepat sudah menggerogoti tubuhnya untuk nantinya memberikan nyawa bagi Kwangmin.


Mulai detik ini sisa-sisa hidup Narmi akan seperti di neraka…


.


.


Yesung yang duduk di atas atap rumah Narmi tertawa keras-keras sambil menatap langit malam. Ia tak menyangka kalau legenda seribu tahun lalu ini kembali terulang. Ternyata Kwangmin sudah berhasil mendapatkan peluang 1 % secara tak terduga. Kini akan terjadi ketidakseimbangan pada dunia manusia.


“Benar-benar menyedihkan perempuan itu…” tukas Yesung kembali tertawa.