Lovely Yours

Lovely Yours
School Party



“Ahh segarnya…” ucap Youngmin menikmati udara taman yang sejuk. Kwangmin yang berdiri di sebelahnya, memandang Youngmin dengan senyum.


“Apa malaikat juga menyukai suasana yang hijau begini?” tanya Youngmin mengekeh.


Kwangmin tertawa. “Bisa jadi.”


Youngmin memandang burung-burung yang terbang di langit, baru keluar dari sarangnya. “Oh ya, Kwang… apa kau juga memiliki sayap seperti burung? Bukankah di komik, malaikat itu punya sayap?”


Kwangmin terkekeh geli. Dan ia mengangguk membuat Youngmin menganga kagum.


“Betulkah?”


“Iya..” sahut Kwang menahan tawa melihat hyungnya seperti ini.


“Lantas kenapa aku belum pernah melihatnya??”


“Eyy… kami para malaikat pun sebenarnya juga jarang menunjukkannya. Kalau kami terbang, kami tidak menggunakan sayap. Sayap itu dipakai untuk melindungi diri saja…” Dalam hati Kwangmin tidak yakin juga apa dia sudah punya sayap atau belum. Dia belum berani mencobanya.


“Wow…” Youngmin sampai geleng-geleng kagum. “Apa di dunia kalian ada perang sampai harus melindungi diri?”


Kwangmin mengekeh lagi. “Terkadang ada juga makhluk yang senang mengganggu kami.”


“Ohhh… Menyenangkan ya bisa menjadi malaikat…” gumam Youngmin envy.


Kwangmin tersenyum tipis. Dia justru berharap kebalikannya! Dia hanya menginginkan hidupnya kembali sebagai manusia. Menjadi malaikat membatasi dirinya dalam banyak hal. Dan lagipula.. waktunya menjadi malaikat penjaga Youngmin pun sebentar lagi.


“Youngmin… apa kau tidak berniat untuk mencari pacar??”


“Apa???” Youngmin menoleh dan tertawa hambar. “Pacar??? No, no… tidak untuk sekarang.”


“Kenapa???”


“Aish.. mereka itu merepotkan, cerewet dan senang menghina…” tukas Youngmin apalagi ketika mengingat pengalamannya dengan Narmi.


“Anniyo… Kau sudah dewasa, Youngmin, kau pun harus merasakan yang namanya cinta…”


Youngmin menatap saudaranya itu. Dia jadi teringat kalau dulu pun sebelum meninggal Kwangmin pernah tergila-gila dengan seorang wanita. Kwangmin memang sudah merasakan cinta terlebih dahulu. Tapi sayangnya Kwangmin meninggal… dan wanita itu juga pindah ke China.


Kwangmin tersenyum menepuk bahu hyungnya. “Kau ingat tidak kalau aku pernah mengatakan di dunia ini ada manusia yang bisa melihat malaikat dan hantu…?”


Youngmin mengangguk lambat.


“Hidupnya itu tidak mudah…” ujar Kwangmin sambil menatap langit. “Banyak manusia yang menolaknya dan menganggapnya aneh.”


Youngmin mengernyit, entah kenapa jadi teringat pada Narmi.


“Tapi… tanpa dia sadari, dia itu sangat dianugrahi dan berguna………” gumam Kwangmin tersenyum.


.


.


.


Narmi berlari sambil menangis.


Sore ini dia seharusnya blind date dan menemukan kekasih yang akan bersedia menjadi couplenya di pesta dansa. Namun pria yang baru saja ia temui malah mempermainkannya dan menyebut dirinya adalah penyihir! Dia dihina dan disebut perempuan FREAK.


Narmi jatuh terduduk di rumput taman luas itu. Ia kembali menangis. “Aku bukan perempuan aneh……”


Youngmin yang berdiri di balik pohon, melihatnya.


----skip----


“Engga… aku tidak akan ikut…” ucap Narmi pada Jiyoung.


Sejak tadi siang, Narmi diculik dari rumahnya oleh Jiyoung dan Eunsu. Mereka membawa Narmi ke rumah Eunsu ini untuk berdandan bersama menuju School Party nanti malam. Jiyoung dan Eunsu bersemangat untuk mendandani Narmi bahkan meminjamkannya pakaian mereka. Padahal Narmi sudah tidak mau ikut karna yakin tak akan ada lelaki yang mau berdansa dengannya.


“Sst…” gumam Jiyoung yang berkonsentrasi mendandani wajah Narmi, “Tutup matamu, aku mau memberikan eyeliner.”


Narmi menurut saja walau ia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi nanti malam. Dia akan termasuk wanita yang berdansa sendirian!!


Eunsu pun sibuk menyisir rambut Narmi. Rambut Narmi akan dia keriting menawan.


“Kalian tidak perlu repot-repot mendandaniku…” ucap Narmi yang memejamkan mata, “Aku tidak mau datang. Aku tidak punya pasangan untuk berdansa.”


“Kau salah. Nanti pasti akan ada cowok yang mengajakmu berdansa.” sahut Eunsu.


Tangan Narmi meremas kursi yang ia duduki. Kenapa dua sahabatnya ini keras kepala sekali sih?? Narmi sudah mencari pria yang mau menjadi pasangannya, tapi tidak ada satu pun yang mau!! Jiyoung pasti dengan Donghyun… Eunsu pun tadi cerita kalau Jeongmin mengajaknya untuk menjadi couplenya.


“Aku tidak seberuntung kalian…” ucap Narmi nanar, “Kalian sudah punya couple, sedangkan aku tidak…”


“Narmi sayang……” Jiyoung menepuk pucuk kepala Narmi, “Aku yakin… akan ada lelaki yang mengajakmu berdansa. Kau itu sebenarnya cantik… Rambutmu hanya tinggal dirapikan sedikit.. dan wajah diberi bedak… para pria pasti langsung berebutan mengajakmu dansa.”


“Berebutan apa,“ Narmi mempoutkan bibirnya.


Eunsu menepuk pundak Narmi, “Kau itu memang cantik.. hanya saja terlalu cuek…”


Narmi menatap dirinya di cermin. Dia juga menyadari kalau dirinya ini cukup.. manis dan cantik… Tapi Narmi tidak pernah percaya diri dan malah mengacuhkan penampilan. Padahal wanita selayaknya merawat diri lebih baik dibandingkan lelaki.


“Oke?” tanya Jiyoung tersenyum menatap sahabatnya di cermin. “Jadi kami boleh kan kembali mendandanimu?”


Narmi terdiam lama. Akhirnya ia mengangguk saja. ‘Yah sudahlah…’ pikirnya pasrah, ‘Kalaupun nanti aku tidak punya couple, ya sudah tak apa-apa…’


.


.


.


Malam ini school party dimulai. Acaranya diselenggarakan di aula sekolah yang besar. Sudah banyak yang berpenampilan cantik dan menarik. Kapan lagi show off? keke


Youngmin yang baru tiba di parkiran, membuka helmnya dan melepaskan asesoris berkendaranya. Ia pun malam ini sudah berpenampilan tampan (walau dia biasa saja merespon acara ini). Pria itu memakai jas hitam keren, layaknya siswa lain yang datang ke pesta sekolah ini.


“Hhh…” Youngmin menghela nafas. Dia berpikir, untuk apa juga dia datang ke acara beginian ya??? Seperti bukan stylenya saja. Tadi itu Kwangmin yang memaksa-maksa, menyuruhnya untuk datang, bersosialisasi dan blahblah ceramah lainnya.


Ia berjalan gontai menuju aula. Di tengah jalan ia berpapasan dengan Narmi. Cewek itu malam ini sangat cantik. Jiyoung dan Eunsu berhasil mendandaninya! Narmi memakai dress berwarna merah muda yang serasi dengan kulit Narmi yang putih. Rambut Narmi juga dikeriting terurai.


Awalnya Youngmin menaikkan sebelah alisnya, agak kurang yakin kalau cewek itu adalah Narmi.


Youngmin tetap kalem dan tidak mengatakan apa-apa. Sebetulnya dia menyangka Narmi tidak akan datang. Kemarin kan Youngmin melihat perempuan itu menangis di taman.


Melihat Youngmin yang tidak membalas mengejek atau mencibirnya seperti biasa, Narmi jadi malu juga. Dia kan sudah berpenampilan cantik begini, masa marah-marah?


Akhirnya keduanya secara kebetulan berjalan bersama menuju aula tanpa bicara apapun lagi. Di pintu masuk aula ternyata sudah ada panitia yang bertugas untuk menyambut (sebagai usher) dan memoto couple yang datang. Alhasil panitia itu menganggap Youngmin dan Narmi merupakan couple.


“Ayo foto dulu…” ucap murid itu.


“Apa??” celetuk Narmi sewot saat murid itu bahkan sudah siap dengan kamera polaroidnya.


“Siap difoto ya…” ujar murid itu lagi.


Narmi melotot. “Hey! Kami ini bukan couple… kau sinting ap—“


Ucapan Narmi itu terpotong karna Youngmin langsung menariknya mendekat ke sisinya. “Sudah diamlah dan biarkan dirimu difoto.”


“Apa????” Narmi mendongak kaget pada pria itu. Tiba-tiba wajah Narmi memerah melihat Youngmin dari jarak sedekat ini. Dan pria itu pun tampan……


“Difoto ya…” sahut murid itu lagi berusaha sabar.


“Lihat kamera…” ucap Youngmin.


Narmi pun membalikkan wajahnya dan melihat ke arah kamera. Tangan Youngmin memegang pundaknya. Narmi merasa malu sekali. Wajahnya panas.


Klik!


Mereka berdua pun difoto dengan kamera Polaroid.


Youngmin melepaskan tangannya dan Narmi masih merasa berdebar. “Kapan lagi aku difoto dengan musuh bebuyutan…” tukas Youngmin tiba-tiba.


“Apa kau bilang????” Narmi menoleh impuls dan wajahnya berang. Lelaki ini ternyata masih sama seperti dulu : Menyebalkan!!. Narmi langsung menginjak kaki Youngmin dan meninggalkan pria itu sambil mengomel-ngomel bahwa dia juga mana mau difoto dengan Youngmin.


“Hei! Tunggu!” panggil Youngmin yang sudah tidak digubris lagi oleh Narmi.


“Ini fotonya…” ujar panitia yang tadi memoto dan memberikan hasilnya pada Youngmin.


“Eh? Ini diberikan cuma-cuma?” tanya Youngmin heran.


“Iya…” Panitia itu tersenyum dan meninggalkan Youngmin untuk kembali memoto couple lain yang baru datang.


Youngmin menghela nafas. Ia melihat hasil foto itu. ‘Not bad……’


.


.


Narmi berdiri kikuk di pinggir. Jantungnya berdebar tak karuan. Sebentar lagi pesta dansa dimulai dan belum ada yang memintanya menjadi couple. Memang siiih.. tadi beberapa cowok mendatanginya. Namun saat menyadari kalau dia adalah perempuan aneh yang sedang dibicarakan orang-orang, para cowok pun berubah pikiran dan langsung meninggalkannya sendirian.


‘Bagaimana ini… bagaimana…’ ucapnya panik dalam hati. Kalau sampai pesta dansa dimulai dia belum mendapat couple, dia akan memilih untuk pulang saja!


Musik tanda saatnya berdansa mengalun. MC sudah memberi tanda bahwa pesta dansa dimulai. Beberapa couple mulai berdansa di tengah mengikuti musik yang mengalun.


Narmi menunduk sambil menggigit bibir. Satu per satu cewek di sekitarnya sudah diajak berdansa. Dan tak ada satu pun lelaki yang mengajaknya. Narmi akan menghitung sampai tiga dalam hati. Kalau sampai hitungan ketiga tak ada pria yang mengajaknya berdansa, dia akan berlari pulang dan menangis di rumah!!


‘Satu……… Dua…’


“Oi…”


Narmi mendongak pada panggilan suara yang membuatnya terkejut itu. Youngmin berdiri di hadapannya. Narmi menahan nafas. ‘Ap-apa yang mau dia lakukan….???’


Youngmin tidak tersenyum atau apa. Dia menunjuk aula tengah (tempat orang-orang berdansa) dengan dagunya. “Ayo berdansa……”


Mata Narmi membesar dan wajahnya memerah. Cowok tampan tapi menyebalkan di depannya ini… mengajaknya dansa?!


Youngmin memegang tangan Narmi dan langsung menariknya ke tengah aula, padahal wanita itu belum menjawab bersedia atau tidak. Mendadak Narmi merasa kepalanya berputar. Wajahnya juga memanas. Ada apa dengan lelaki ini???


Sebelum semuanya makin rumit, Narmi berusaha melepaskan tangannya dari pegangan Youngmin. “A-aku tidak bisa berdansa…”


Pria itu malah mengekeh. “Berdansa itu sangat mudah…” Ia memegang punggung Narmi dan menariknya mendekat di depannya. Narmi menahan nafas lagi. Youngmin tersenyum, “Kau hanya perlu mengikuti suara hati dan irama musik…”


Glek!


Narmi menelan ludah. Entah kenapa dia tidak bisa marah-marah untuk saat ini. Apa karna musik yang merdu? Atau karena dia gengsi jika tidak punya pasangan makanya dia membiarkan Youngmin yang berdansa dengannya?? Atau karena… dia baru menyadari kalau Youngmin membuatnya melting?


Mereka berdansa dan tidak banyak berbicara. Youngmin terlihat tenang. Sesekali ia menatap Narmi lurus-lurus membuat cewek itu menunduk malu (tak kuat dengan tatapan itu). Sebenarnya Youngmin juga tidak tau kenapa dia tiba-tiba mengajak Narmi berdansa. Bukan karena dia tidak punya couple. Sejak tadi sudah banyak wanita yang mengajak Youngmin berdansa tapi Youngmin tolak dengan alasan malas.


Namun saat tadi melihat Narmi berdiri sendirian di pinggir, Youngmin jadi kasihan karna ingat dengan kejadian kemarin saat di taman. Youngmin hanya ingin sedikit membantu Narmi, membuat wanita ini tidak perlu menyesal datang… dan Youngmin juga ingin membuat para lelaki mengubah pikiran mereka bahwa tak ada satu pun pria yang mau berdansa dengan Narmi..


Youngmin memandang Narmi. Wajah Narmi yang blushing itu sangat nyata terlihat, serasi sekali dengan dress yang dipakainya. Tangan Narmi yang ia genggam juga agak bergetar dan kaku. Apa cewek itu grogi ya? Youngmin menahan senyum.


Narmi menundukkan kepalanya karna Youngmin terus menerus menatapnya. ‘Astaga… apa yang aku lakukan ini?? Kenapa aku pasrah saja diajaknya berdansa…?’


Lagu mellow itu berhenti mengalun, digantikan dengan lagu beat yang membuat murid-murid berhenti berdansa dan mulai menari sesuai tempo yang cepat itu.


“Aku haus…” ucap Youngmin tiba-tiba. Sebenarnya dia malas saja kalau harus menari satu lagu lagi. Baginya berdansa satu kali tadi sudah cukup kan menolong Narmi. “Ayo kita minum…”


Narmi mengangguk kaku. Tenggorokannya juga memang kering tapi bukan karena haus. Melainkan deg-degan!


Keduanya yang berjalan menuju pinggir aula, tak sengaja disenggol oleh murid-murid yang menari heboh itu. Kaki Narmi pun tersenggol. Ia hilang keseimbangan. Youngmin yang berusaha menahan tubuh wanita itu akhirnya malah tertimpa juga. Keduanya terjatuh di lantai sementara murid lain tidak peduli dan terus menari.


“Aww…” ucap Narmi merasa hidungnya sangat sakit karna sudah bertumbukan dengan hidung Youngmin.


“Berat…” tukas Youngmin pelan karna Narmi menindih badannya.


Narmi tersadar. Mata mereka saling bertemu.


Hening.


Bahkan Narmi bisa merasakan nafas Youngmin saking dekatnya tubuh mereka menempel. Youngmin tidak mengalihkan matanya dari mata Narmi. Mata wanita itu ternyata lentik sekali dan menawan. Youngmin seolah terhipnotis.


Hening lagi.


Jantung Narmi berdegup makin kencang dan dia merasa wajahnya makin panas. Cepat-cepat ia bangun dan bangkit berdiri. Baginya ini benar-benar memalukan. Narmi langsung bergegas pergi meninggalkan tempat itu sekarang juga.


Youngmin juga bangun dan melihat Narmi yang berlari pergi meninggalkan aula. Youngmin menggaruk lehernya. Ia memegang bibirnya. Tadi itu… saat jatuh… bibir mereka bersentuhan tidak sih..?