Lovely Yours

Lovely Yours
Kencan



Setelah dari panti jompo, Youngmin mengajak Narmi ke lotte park. Ini pertama kalinya bagi Narmi datang ke theme park ini. Youngmin sebetulnya bermaksud untuk menghibur Narmi supaya tidak sedih lagi.


“Ayo…” Youngmin menarik tangan Narmi, “Ayo kita bermain sepuasnya..”


Narmi tersenyum dan dia akan membiarkan dirinya untuk rileks dan bersenang-senang bersama Youngmin hari ini. Dalam hati dia bersyukur karna ada Youngmin di sisinya, sehingga hidupnya tidak perlu menyedihkan kesepian.


Youngmin membeli balon berbentuk hati berwarna pink dan mengikatkannya di tangan Narmi. Akhirnya seperti anak kecil, Narmi berjalan beriringan dengan balon berbentuk hati. Terkadang orang-orang melihat pada mereka dan tertawa karna iri pada pasangan sweet nan romantis itu.


Youngmin menarik nafas menghirup udara di sekitarnya yang ia rindukan. Dulu juga ia dan keluarganya pernah ke sini. Ada Ibu, Ayah dan Kwangmin. Saat itu adalah yang paling berkesan di antara si kembar. “Kau tau tidak.. dulu aku dan keluargaku juga pernah ke sini. Begitu mengesankan.”


“Kenapa?”


Youngmin menoleh dan tersenyum. “Saat aku berumur tujuh tahun aku dan keluargaku ke tempat ini. Aku dan Kwangmin sangat menyukai theme park, jadi kami berlari-larian dengan lincah ke sana ke mari. Sampai aku kehilangan Kwangmin….”


“Apa?” Narmi memandang Youngmin dalam-dalam.


“Sepertinya Kwangmin tersesat atau tak sadar sudah pergi terlalu jauh dari kami. Akhirnya kami mencarinya dan belum juga menemukannya. Saat itu Ibu cemas setengah mati dan sudah berniat akan menelepon polisi.”


“Lalu?” tanya Narmi ikut tegang.


“Aku yang juga cemas tiba-tiba air mataku menetes dan aku langsung tau dimana letak keberadaan saudara kembarku itu. Ternyata Kwangmin bersembunyi di dalam toilet karna dia ketakutan melihat badut.” Youngmin tersenyum. “Malamnya Ibu menjelaskan padaku dan Kwangmin bahwa kami sepertinya memiliki sejenis telepati unik. Saat di theme park itu kan aku tiba-tiba menangis tanpa sebab dan air mata itu menetes hanya dari mata kiri yang menandakan bahwa saudara kembarku sedang bersedih. Ibu bercerita kalau dulu juga Kwangmin pernah mengalami hal yang sama. Air mata Kwangmin menetes dari sebelah kanan tiba-tiba tanpa sebab. Dan memang saat itu di tempat lain aku sedang bahagia sekali karna Paman membelikanku mainan baru. Ibu dan Ayah pun menyimpulkan bahwa kalau salah satu di antara kami mengeluarkan air mata tiba-tiba dari mata kiri maka artinya ada kesedihan yang terjadi pada salah satu dari kami. Sedangkan kalau air mata mengalir dari mata kanan, artinya ada kebahagiaan yang sedang terjadi pada salah satu di antara kami.”


“Wow~~ Hebat!” ucap Narmi. “Kalian saudara kembar yang keren sekali.”


Youngmin tersenyum lebar. “Kekeke, aku juga merasa begitu.”


Narmi memandang Youngmin. “Saudara kembarmu itu sudah meninggal kan?”


Youngmin mengangguk. Youngmin memang tidak diijinkan untuk memberitau siapapun bahwa Kwangmin kini menjadi malaikat penjaganya dan masih berada di sisinya sekalipun Kwangmin sudah meninggal.


Narmi mengangguk-angguk. Dia menyadarkan dirinya bahwa bisa saja saat itu dia salah lihat. Dia tidak mungkin melihat Kwangmin yang meninggal mengobrol bersama-sama dengan Youngmin kan???


Keduanya masih terus bermain di lotte park. Menjadikan hari ini sebagai memori terindah bagi keduanya. Youngmin juga membelikan Narmi sebuah kalung berbentuk peri kecil. Youngmin bilang kalau dia akan berusaha melindungi dan menjaga Narmi seperti peri di dalam dongeng-dongeng. Setelah dari lotte park, Youngmin juga mengajak Narmi makan malam di tempat yang romantis. Mereka mengobrol banyak dan saling berbagi hidup, membuat mereka semakin saling mengenal lebih dalam. Narmi menjadi tau mengenai kematian ibu dan Kwangmin. Youngmin juga menjadi tau penyebab perceraian orangtua Narmi. Mereka saling menghibur dan menguatkan. Sungguh hubungan yang tidak dangkal seperti anak muda kebanyakan di Seoul. Mereka juga saling mengingat kenangan saat mereka masih saling membenci dan menghina. Ucapan dingin Youngmin ataupun hinaan pedas Narmi.


Youngmin tersenyum lembut. “Hari ini tidak akan kulupakan.”


“Kekeke…” Narmi memukul bahu Youngmin dengan pelan. “Apa kau tidak menyesal karna tidak ikut tamasya ke gunung? Maaf.”


“Tidak…” Youngmin menggeleng-geleng, “Aku tidak menyesal. Aku rasa kencan hanya berdua lebih berarti dibandingkan kencan kuartet.”


“Kekeke. Gomawo untuk hari ini… Gomawo karna kau menerima ayahku.. Gomawo karna kau menghiburku…”


Youngmin menepuk kepala Narmi dan mengecup kening wanita itu. “Saranghae…”


Wajah Narmi memerah. Ia mengekeh pelan. “Nado, saranghae…”


“Masuklah… ini sudah malam..” ucap Youngmin.


“Aku ingin melihatmu pergi dulu…” sahut Narmi.


“Anni, aku ingin kau yang masuk rumah duluan.”


“Anni, aku ingin melihat kepergianmu dulu…”


“Eyyy…” Youngmin mencubit pelan pipi Narmi, “Untuk kali ini biarkan aku melihatmu masuk rumah dulu.”


Narmi tertawa pelan. Ia mengangguk dan melambai. “Anyyeong… Aku masuk dulu ya~”


Youngmin mengangguk dan wanita itu pun berjalan masuk menuju rumahnya. Youngmin bernafas lega. Entah kenapa akhir-akhir ini dia begitu cemas dan sangat protektif pada perempuan itu. Dia hanya tidak mau Narmi terluka. Ia terlihat lemah dan sakit walau ia selalu menyangkal dia baik-baik saja.


Youngmin pun menstarter motornya dan pergi meninggalkan tempat itu.


Tak jauh dari sana, Kwangmin yang berada di balik pohon sejak tadi memandang kepergian hyungnya. Dia tersenyum sedih. Hyung dan Narmi bahkan semakin dekat dan semakin saling mencintai. Dan bahkan tadi melakukan skinship lagi dengan mencium kening!! Kwangmin hanya berharap Narmi baik-baik saja.


Kwangmin pun menghilang dari tempat itu.