
“Aku boleh kan bermain ke rumahmu?” tanya Minho pada Narmi.
Narmi mengekeh, “Ya.. tentu saja boleh. Rumahku sepi sekali, hanya aku yang tinggal. Mendapat tamu aku sangat senang.”
“Oh, kau tinggal sendiri di rumah?” Minho melirik manusia di sebelahnya, “Kemana orangtuamu?”
“Orangtuaku bercerai. Ibu entah sekarang di mana, sedangkan ayah dirawat di panti jompo…”
“Oh maaf…” sahut Minho.
“Tak apa…”
Minho kembali menatap Narmi. Jadi ternyata Narmi tinggal sendiri? Sepertinya hal ‘itu’ sudah bisa dia lakukan hari ini saat ke rumah Narmi. Minho meremas tangannya. Dia harus melakukan semuanya dengan cepat sebelum ada malaikat yang menyadari niat jahatnya.
Akhirnya keduanya sampai di rumah. Narmi sempat bercanda dengan bertanya apa yang mau diminum oleh Minho.
Minho yang sedang duduk di tempat tidur, memandang sekeliling rumah yang kecil itu. Ternyata memang Narmi tinggal sendirian. Ia menoleh pada Narmi yang sedang menyiapkan minuman (tentunya untuk Narmi sendiri ). “Narmi…” panggil Minho.
Wanita itu menoleh melihat Minho menepuk-nepuk space tempat tidur di sebelahnya. “Kemarilah…”
Narmi mengernyit. Seram juga dengan tingkah Minho. Walau Minho itu bukan manusia tapi kan tetap saja cowok. “Kenapa??”
“Kemarilah, Sayang…”
Narmi tercengang. Apa Minho berniat memacarinya sekarang? “Sa..yang???”
Minho menunjukkan senyum liciknya. Matanya membesar dan menghitam seluruhnya. Mata yang akan membuat manusia yang melihatnya akan terhipnotis dan pingsan seketika.
Melihat mata itu entah kenapa Narmi menjadi lemas dan merasa mengantuk tanpa sempat menyadari apa yang tengah terjadi. Narmi roboh di lantai seketika.
Dengan telunjuknya, Minho menunjuk Narmi dan menggerakkan tubuh Narmi sehingga melayang dan berbaring di sisinya. Bahkan tanpa beranjak dari tempatnya, dia bisa memindahkan tubuh Narmi. Manusia itu benar-benar sudah tak sadarkan diri, tenggelam jauh ke alam mimpi.
Minho bangkit berdiri dan memandang manusia beranugrah itu dengan merendah. Ternyata dia bisa dengan mudah memanfaatkan Narmi. “Kau manusia yang bodoh…” gumamnya, “Pelajaran bagimu… jangan pernah percaya pada dunia lain. Manusia dan dunia lain tidak sepatutnya bersatu.”
Minho nyengir panjang. Dia akan mengambil jiwa Narmi. Jiwa dari manusia yang memiliki anugrah khusus seperti Narmi sangat berguna baginya. Dia akan bertambah kuat dan jahat, walau sebetulnya ini merupakan larangan karna iblis tidak boleh mengambil nyawa manusia. Namun… selagi tidak ada yang melihat dan menyaksikannya…dia akan ambil kesempatan ini.
Minho memulai ritualnya. Matanya berkonsentrasi pada Narmi dan tangannya menunjuk manysia itu. Tubuh Narmi langsung kejang-kejang. Tubuhnya memberontak keras karna jiwanya akan diambil. Namun Narmi masih dalam keadaan tak sadarkan diri.
Minho nyengir saat melihat seperti sebuah permata kecil keluar dari dada Narmi. Itu adalah jiwa Narmi. Minho sudah hampir berhasil dengan ritualnya. Yang perlu ia lakukan sekarang adalah menelan permata kecil itu dan ia akan langsung menjadi iblis kuat.
Namun sebelum itu sempat terjadi, Kwangmin datang dan memukul Minho dan membuat ritual itu langsung berhenti seketika. Permata kecil yang bersinar-sinar itu kembali masuk ke dalam tubuh Narmi. Wanita itu seolah sudah mendapatkan hidupnya kembali.
Minho terpelanting jauh karna pukulan Kwangmin. Dilihatnya Kwangmin. Ia tau malaikat yang masih terbilang awam dan baru itu. Minho baru ingat kalau malaikat itu mirip sekali dengan pria yang Narmi sebut sebagai musuh. Ternyata memang benar ya, sepertinya Kwangmin juga memang mengincar Narmi.
Melihat ritualnya langsung gagal padahal hanya tinggal sedikit lagi tadi itu, Minho sangat marah. “Jangan menggangguku, kau malaikat kecil!!” bentak Minho dan mulai terbang cepat ke arah Kwangmin hendak menghabisinya. Matanya hitam berkilat-kilat.
Sebelum Minho sempat melakukan apapun, Kwangmin mengeluarkan sayap putihnya yang lebar untuk melindungi diri dari terjangan Minho. Sayap yang besar dan kuat dengan warna putih susu bercahaya. Minho malah terpelanting karna kekuatan sayap itu.
Minho tercengang, baru tau kalau Kwangmin bahkan sudah memiliki sayap sebesar itu. Minho menyadari kalau akibat sayap yang sudah dikeluarkan Kwangmin, malaikat lain akan berdatangan. Jika seorang malaikat mengeluarkan sayapnya, itu artinya keadaan sudah bahaya dan seolah sinyal pada malaikat lain untuk datang. Fatal akibatnya kalau malaikat lain datang. Walau iblis belum saatnya dihukum ke neraka (masih diberi waktu sampai kiamat) namun ketahuan melakukan ritual terlarang, fatal sekali.
“Sialan…” desis Minho lalu langsung menghilang bersamaan dengan asap abu.
Kwangmin memandang pada Narmi yang masih berbaring di tempat tidur. Syukurlah tadi Kwangmin datang tepat waktu. Wanita itu masih selamat. Kwangmin sudah feeling kalau Minho akan melakukan sesuatu yang jahat cepat atau lambat. Itu sebabnya tadi Kwangmin datang.
Kwangmin duduk dan menatap Narmi. Manusia ini hampir kehilangan nyawanya. Betapa beratnya menjadi manusia yang diberikan anugrah. Bahkan Narmi juga tidak tau kan kalau Kwangmin juga mengincar Narmi…
.
.
.
Subuh pagi ini Kwangmin pulang ke rumah. Sejak kemarin sore dia terus menjaga Narmi dan tidak mengunjungi hyungnya. Kwangmin menduga Youngmin pasti sudah kelabakan mencari dirinya.
Saat di kamar, ia melihat Youngmin yang tidur dan menutupi badan dengan selimut. Kwangmin mendesah. Setelah insiden perbuatan Minho, Kwangmin menjaga Narmi terus. Untungnya tadi Andrew menawarkan diri untuk giliran menjaga Narmi sehingga Kwangmin bisa ke sini.
“Maaf, hyung……” ucap Kwangmin pelan. Youngmin pasti sejak kemarin uring-uringan mencari dirinya.
Kwangmin tersenyum tipis. Hyungnya itu pasti sudah tidur. Baru dia akan berbalik pergi, Youngmin tiba-tiba bangun dan merebak selimut yang menutupi dirinya.
“Hey! Kemana saja kau kemarin? Aku mencari dan menunggumu sampai tidak tidur, pabo!!” bentak Youngmin marah. Lingkaran hitam tampak di bawah mata namja itu, menandakan dia tidak tidur karna menunggu Kwangmin. Ditatapnya dongsaengnya itu dengan kesal sekaligus cemas.
“Maaf—“
“Aku kira kau tidak akan muncul lagi di hadapanku. Aku hampir gila!” potong Youngmin dengan marah campur sedih.
Kwangmin menggigit bibir. Tuh kan, hyungnya masih sangat mencemaskannya dan bergantung padanya. Baru ditinggal sehari saja Youngmin seperti ini, apa jadinya kalau ditinggal selamanya? “Maaf… tadi aku ada urusan…”
Youngmin terdiam. Ia menatap Kwangmin terluka. Youngmin hanya takut sendirian tanpa Kwangmin. Dia takut kesedihan dan kepedihan mendadak mendatangi hatinya lagi. Youngmin tidak ingin mengalaminya lagi. Dia takut sekali. Dan sosok di depannya ini… adalah malaikat… Apa yang bisa dia lakukan? Dia tidak bisa memaksa Kwangmin untuk terus di sisinya. Pasti ada saatnya Kwangmin harus meninggalkannya dan melakukan aktivitas malaikat kan?
Kwangmin memberikan senyumnya supaya hyungnya itu tenang. “Aku akan tetap di sisimu kok..”
“Janji..?”
“Iya…” Kwangmin berlari mendekat dan duduk di sebelah Youngmin. “Tadi aku ada urusan saja… aku janji aku tidak akan meninggalkanmu. Kita akan selalu bersama…”
Dalam hati Kwangmin berpikir dia harus benar-benar berhasil membuat Narmi dan Youngmin saling mencintai supaya dirinya bisa hidup kembali menjadi manusia. Karna hanya inilah satu-satunya jalan dia bisa terus bersama dengan Youngmin. Walau Narmi akan sangat dirugikan karenanya.
Youngmin mengekeh. Ia kembali berbaring. Ia sudah lega karna nyatanya Kwangmin masih akan menjadi malaikat penjaganya. Jadi sekarang… dia sudah bisa tidur dengan tenang kan?
“Nah… aku tidur dulu ya… Aku sebenarnya sangat mengantuk.”
Kwangmin tertawa. Ia tidur di atas perut hyungnya. Perut Youngmin hangat sekali. Sejak kecil Kwangmin senang tidur di atas perut hyung atau eommanya. “Youngmin……”
“Hmm…?”
“Gomawo, karna kau sangat mengasihiku…”
“Heee??” Youngmin mengangkat kepalanya sedikit dan heran dengan ucapan saudara kembarnya.
Kwangmin hanya tersenyum. Kwangmin merasa kalau sayapnya bisa sebesar dan sekuat itu karna kasih sayang Youngmin padanya (karna jarang malaikat baru punya sayap sebesar Kwangmin).