
~ Flashback ~
Ini adalah fakta di balik kematian Kwangmin satu setengah tahun yang lalu……
Kwangmin adalah pria yang tampan, ceria dan manis di sekolahnya. Dia menduduki peringkat pertama dalam polling pria yang paling ingin dikencani wanita. Sedangkan Youngmin berada di peringkat kedua. Sikap Youngmin agak dingin dan anti sosial. Orang-orang lebih menyukai Kwangmin yang hyper dan ramah. Kedua lelaki ini berteman dekat dengan seorang perempuan cantik bernama Hyurin. Dan Kwangmin sudah menyukai wanita itu sejak lama. Dia berniat akan menyatakan cintanya. Jadi siang ini dia pergi ke sebuah mall untuk membeli sebuah kalung untuk dia hadiahkan sebagai pernyataan cintanya.
Sementara itu di tempat lain… Youngmin dan Hyurin sedang duduk berhadapan di sebuah kafe kecil.
Youngmin mengekeh atas penuturan Hyurin barusan. Wanita itu baru saja cerita kalau dirinya jatuh cinta pada Kwangmin. Youngmin sudah menduganya dan dia sangat setuju.
“Oi, kau kenapa tertawa?” Hyurin memukul lengan Youngmin.
“Ah tidak.... sejujurnya Kwangmin juga menyukaimu…”
Wajah Hyurin memerah. Ia bahagia mendengarnya. “Benarkah? Kau tidak bohong kan?”
Youngmin tertawa lagi. “Kalau boleh aku beritau dirimu yah… sebenarnya Kwangmin sudah menyiapkan momen spesial untuk menyatakan cinta padamu.” Youngmin mengikik. “Dia bahkan sudah menyiapkannya berhari-hari.”
Hyurin berusaha menahan senyum namun tak bisa.
“Tiap malam dia latihan dan aku harus berakting menjadi dirimu… Aku bahkan dimintanya memakai wig segala supaya suasananya terasa nyata. Nanti dia akan mengatakan : Hyurin-ah… aku sudah tak tau kapan aku mulai memendam cinta ini… menyimpan senyummu diam-diam… berdebar saat matamu menatapku…”
Hyurin berusaha menahan tawa. Namun kalau Kwangmin memang benar-benar akan mengatakan hal itu, dia akan sangat tersentuh.
Youngmin tersenyum. “Dia juga akan menggenggam tanganmu seperti ini. Sambil saling menatap dia akan mengatakan : Saranghae…”
Hyurin tertawa kecil. Wajahnya memerah.
Saat itulah—Kwangmin yang sedang lewat sehabis membeli kalung, melihat keduanya. Matanya membesar melihat hyungnya sendiri menggenggam tangan Hyurin. Keduanya saling menatap dan tersenyum. Hati Kwangmin terluka. Momen yang ia impikan terjadi padanya, malah ia lihat sendiri dan itu dilakukan oleh hyungnya!
Kwangmin melihat senyum Hyurin itu. Jadi.. wanita itu menyukai Youngmin?? Kwangmin meremas kalung yang ia beli. Ia langsung berbalik sebelum air matanya benar-benar mengalir. Kwangmin melempar kalung itu ke sungai dengan kesal. Semua yang ia lakukan dan usahakan selama ini.. sia-siakah…?
Seolah mendukung kesedihan hatinya, hujan malah turun dengan deras. Tetesan air hujan membasahi rambut dan tubuhnya… namun ia tak peduli dan terus berlari. Kwangmin yang berlari itu tak sengaja terpeleset dan ia terjatuh di aspal. Lututnya perih yang ternyata sudah tergores dan mengeluarkan darah.
Kwangmin menyeka wajahnya yang basah. Hatinya masih perih. ‘Ibu…’ Kwangmin masih terisak. Ia ingin bertemu dengan ibu.. teman curhat lain selain Youngmin, saudara kembarnya. Namun ibunya sudah meninggal lima tahun yang lalu. Saat ini Kwangmin benar-benar merasa sangat kesepian. Dia butuh teman bicara untuk mengeluarkan semua kepedihan hatinya…
“Kau tidak apa-apa?” tanya seseorang yang tau-tau tanpa Kwangmin sadari sudah berdiri di depannya dan memayunginya.
Kwangmin menengadah dan melihat seorang perempuan tak ia kenal. ‘Sial…’ pikir Kwangmin. Di saat kacau begini mengapa muncul seorang wanita?
Kwangmin berusaha berdiri namun sulit juga karna kakinya yang nyeri. Wanita itu berusaha membantu Kwangmin dengan memegang tangan Kwangmin namun langsung saja Kwangmin tepis. Kwangmin terkejut juga mengapa sikapnya bisa jahat begini bahkan cewek itu hanya berusaha menolongnya berdiri.
Wanita—yang bernama Narmi—itu terdiam kaku dan tetap berdiri memayungi Kwangmin.
Kwangmin menunduk, malu karna sudah bertindak kasar dan salah. “Maaf…” ucapnya pelan, “Dan trimakasih…” Kwangmin pun langsung pergi berlari kembali menerobos hujan sekalipun lututnya masih kesakitan.
Narmi menatap kepergian Kwangmin dengan cemas.
.
.
Kwangmin berdiri di pinggir jalan, di tempat perteduhan. Tetes-tetes air dari rambutnya menetes turun ke pipi. Kwangmin tersenyum tipis. Dia baru kali ini merasakan patah hati… dan itu sangat menyakitkan. Bibir Kwangmin bergetar. “Kenapa…?” bisiknya pelan sambil menahan tangis. Tapi ia tidak bisa begini. Kalau memang hyung dan Hyurin saling mencintai.. bukankah hak mereka? Tapi tetap saja… rasa patah hati itu.. terlalu menyedihkan…
Kwangmin kembali berlari menerobos hujan sambil berusaha menepis perasaan lukanya. Kwangmin yang terlalu stres dan kalut, hingga tidak melihat mobil yang melintas di depannya. Supir sudah berusaha menghindari tabrakan namun terlambat. Kwangmin tertabrak dan tubuhnya terlempar ke aspal. Darah mengucur di keningnya.
Kwangmin mengerang ngilu. Hujan masih turun membasahinya sementara orang-orang di sekelilingnya mulai ramai dan mengerumuninya.
Kwangmin sama sekali tidak dapat menggerakkan anggota badannya. Sakitnya pun makin tak tertahankan. Dia tidak menduga segalanya menjadi begini. Hidupnya……
“Hyung……” isaknya seolah meminta tolong dan matanya langsung terpejam.
.Inilah fakta kematian Kwangmin.
~ Flashback end ~