
Sore menjelang malam itu… dimana balkon atas rumah mereka sudah kacau balau berantakan dan keduanya juga sudah sangat lelah. Perut sampai keram karna terus-terusan tertawa. Keduanya duduk di lantai, bersandar pada tembok.
Youngmin memejamkan matanya sambil tersenyum. Ia merasa bahagia sekali. Di hari ulangtahunnya dia tidak sendiri.
Kwangmin menoleh dan memandang wajah hyungnya yang tersenyum itu. Kwangmin bersandar di bahu saudara kembarnya. “Aku ingin terus seperti ini…” ucap Kwangmin dengan wajah sendu. “Boleh kan?”
Youngmin mengekeh pelan. “Tentu saja boleh, Kwang… kau kan malaikat penjagaku. Kau akan selalu di sisiku selamanya!”
Kwangmin tersenyum tipis. Benarkah hal itu??? Tapi waktu Kwangmin kan sedikit lagi… dan dia belum memperoleh peluang 1 % itu.
Youngmin menatap langit yang gelap dengan senyuman. Entahlah… ada suatu perasaan yang bergejolak di hatinya sekarang. Di hari ulangtahunnya ini… ia mendapatkan hadiah. Berupa cinta. Dan ia baru saja menyadarinya!
“Kwang……”
“Hmm?” tanya Kwangmin namun masih bersandar di bahu Youngmin dan memejamkan mata.
“Kau tau tidak… Aku sedang jatuh cinta.”
“Ya, aku tau itu…” sahut Kwangmin. Namun sedetik kemudian dia langsung tersadar dan mendongak pada hyungnya. Terkejut. “Apa?”
Youngmin tersenyum bahagia. Wajahnya yang memerah membuat Kwangmin yakin kalau maksud Youngmin tadi memang adalah jatuh cinta pada wanita!!
Kwangmin menahan nafas menatap saudara kembarnya. ‘Tidak mungkin. Bukankah seharusnya dia anti perempuan??? Bagaimana bisa sampai jatuh cinta?’
“Si-siapa??” tanyanya tegang dan ingin tau siapa yeoja yang membuat Youngmin jatuh cinta. Tidak mungkin kan kalau yang dimaksud adalah…
“Narmi…” gumam Youngmin dan senyumnya terus bersinar. “Ini pertama kalinya bagiku…”
“Yo-Young……” Kwangmin terus menatap saudara kembarnya. Youngmin jatuh cinta pada Narmi, yeoja yang memiliki anugrah spesial? Mata Kwang kini berkaca-kaca. Apa permintaan ulangtahunnya barusan sudah terkabul?
Youngmin tertawa pelan. “Aku baru menyadarinya, Kwang… Wanita yang dulu tidak kusukai… kini malah membuatku mabuk kepayang seperti ini… Hahaha… aku sendiri tidak tau… tapi hanya satu yang aku sadari.. Aku memang telah jatuh cinta padanya. Dia sudah menangkap hatiku.”
Kwangmin masih memandang hyungnya dengan mata berkaca-kaca. Harapannya untuk kembali menjadi manusia kini terbentang lebar di hadapannya!
Kwangmin menggeleng pelan. Dia justru sangat terharu dan bahagia. “Slamat!!!” serunya dan langsung memeluk Youngmin.
“Eyy… eyy… haha.. ada apa denganmu, Kwang?” tanya Young namun tertawa saja.
Kwang malah menangis di pelukan Youngmin. Tapi itu adalah tangisan kebahagiaan. Di hari ulangtahunnya ini Kwang telah mendapatkan hadiah yang begitu spesial dari Youngmin, secara tak langsung.
Jadi.. sekarang dia sudah memperoleh peluang 1 % itu kan??? Sebentar lagi dia akan menjadi manusia kan…??
.
.
Sementara itu di sebuah rumah kecil… rumah Narmi…
“Lalalala…” gumam Narmi bersenandung riang. Sudah sejak tadi dia sibuk dengan membuat coklat. Dia akan memberikannya besok pada Youngmin sebagai hadiah ulangtahun hihi. Narmi berharap Youngmin mau menerima coklat buatannya.
Narmi baru saja memasukkan coklat cair ke dalam cetakan saat tiba-tiba jantungnya seperti dihujam sesuatu. “Akh!” erangnya lalu berjalan susah payah menuju tempat tidur.
Ada apa dengannya? Kenapa tiba-tiba dadanya sakit sekali??
Narmi menggigit bibir menahan sakit. Apakah dia sudah salah memakan sesuatu hingga seperti ini?
“Akh…”
Wajahnya memucat dan keringat dingin memenuhi tubuhnya. Dia seperti kehilangan nafas saat satu per satu sesuatu menghujam ke bagian jantungnya. Narmi meremas bad cover. Dia ingin sekali berteriak karna kesakitan tapi teriaknya itu ia tahan.
Air matanya mengalir. Ada apa sebenarnya dengan tubuhnya??
“Kyaaa…!” isaknya menahan sakit. Wanita itu pun akhirnya pingsan di atas tempat tidur dengan wajah pucat pasi dan keringat.
Narmi baru saja menerima tahap 1 kematiannya.