Lovely Yours

Lovely Yours
Couple



Narmi berdiri di pinggir pagar sekolah pagi ini. Dia celingak celinguk, mencari seseorang (walau hantu berkeliaran di sekitarnya, tapi Narmi seolah tak peduli *mungkin sudah biasa). Narmi kembali memandang parkiran. Belum ada motor sport silver di sana. Artinya Youngmin memang belum datang.


Bruumm~


Narmi menoleh dan melihat sebuah motor sport silver masuk melewati gerbang dan berhenti di parkiran. Narmi berlari kecil ke sana.


Youngmin, si pengendara, membuka helmnya. Wajahnya masih terlihat pucat pasca sakit kemarin. Youngmin terbatuk pelan. Ia menoleh pada Narmi yang sudah di sebelahnya, menatapnya.


“Aku kira kau tidak akan sekolah…” gumam Narmi.


Youngmin tersenyum tipis. “Kalau aku tidak sekolah satu hari saja bisa gawat. Lagipula aku hanya demam ringan.”


Narmi masih memandang pria itu. Tidak ia sangka kalau Youngmin bahkan tidak mau bolos sekolah satu hari pun (padahal Youngmin ga mau bolos karna takut Kwangmin meninggalkannya).


“Kenapa?” tanya Youngmin karna merasa aneh dipandangi begitu.


Wajah Narmi memerah. Iya juga ya… apa yang ia lakukan ini??


“E-engga…” sahut Narmi berusaha berwajah datar saja walau dia sangat malu. “Dahh!” Narmi langsung berbalik pergi, buru-buru meninggalkan Youngmin.


Youngmin tersenyum simpul melihat wanita itu. Apa Narmi barusan menghawatirkannya??


.


.


Siangnya sepulang sekolah, Youngmin datang dan langsung bergabung bersama Jeongmin dan teman-temannya. Makin hari karakter Youngmin agak berubah, dia mulai tidak membatasi diri lagi dan mulai mau bergaul dengan teman sebayanya. Jeongmin merasa kalau Youngmin sudah mulai terbuka dan ramah.


Youngmin duduk di sebelah Narmi.


Narmi melirik lelaki di sebelahnya. Aish mengapa Youngmin duduk di sebelahnya sih? Dia kan masih kikuk karna kejadian tadi pagi.


“Jadi hyung nanti malam akan ke rumah Jiyoung?” celetuk Jeongmin saat baru saja Hyunseong mengatakan bahwa ada pertemuan keluarga spesial antara keluarga Donghyun dan Jiyoung. Ah~ tentu saja kan membicarakan pertunangan?


Donghyun mengekeh sambil saling pandang-pandangan penuh arti dengan Jiyoung. Itu memang benar. Keke. Keduanya menjadi sangat sangat malu.


“Aih…” Hyunseong melirik Hwayoung, yeojachingunya, “Babe.. bagaimana dengan kita?”


Hwayoung mengikik dan memukul pipi Hyunseong yang chubby itu dengan gemas.


“Ciyeee.. cuit cuit…” celetuk Eunsu melihat pasangan HyunYoung.


“Ah kalian juga kan…” sahut Donghyun sambil menunjuk Eunsu dan Jeongmin dengan sedotannya. “Kalian juga ada hubungan spesial kan?”


“Apa?” celetuk Jeongmin namun tak diragukan wajahnya memerah.


“Betul! Mengakulah kalian…” ucap Jiyoung tertawa.


Eunsu hanya menunduk dan menahan malu saja.


Youngmin melirik cewek di sebelahnya itu. Jeongmin pernah sempat cerita kalau sebenarnya Jeongmin dulu menyukai Narmi namun langsung ciut saat menyadari bahwa yang disukai Narmi itu adalah Donghyun. Keahlian Narmi melihat hantu juga menjadi penyebab lain Jeongmin tidak menyukai Narmi lagi.


Narmi sudah tak tahan. Ia bangkit berdiri. “Ah maaf… aku harus segera pulang karna ada urusan.”


“Apa?” tukas Jiyoung.


Reflek, Jeongmin langsung bangkit berdiri. “Aku antar, ya, Narmi-ah…”


Eunsu melihat pada Jeongmin. Sendu. Jadi apa cowok ini masih menyukai Narmi?? Bukannya Jeongmin dan Eunsu sekarang sudah dekat.


Narmi melirik Eunsu sekilas, melihat wajah sedih sahabatnya itu. “Tidak.. tidak perlu. Ga apa-apa, aku—“


Tau-tau saja Youngmin langsung bangkit berdiri. “Biar aku saja yang mengantarnya.” Tanpa babibu lagi Youngmin langsung menarik tangan Narmi untuk pergi dari tempat itu.


Jeongmin memperhatikan kepergian mereka dan tersenyum tipis. Apa kini Narmi tengah dekat dengan Youngmin??


“Ahh lepaskan…” tukas Narmi setelah jauh dari kantin dan menghempaskan tangan Youngmin yang sejak tadi menggenggam tangannya. Apa-apaan sih cowok ini, tau-tau saja menarik tangannya dan pergi. Nanti kan orang-orang menyangka mereka pacaran. Lagipula… jantung Narmi jadi berdegup tak karuan.


Youngmin menoleh.


“Kenapa?” tukas Narmi.


Youngmin tersenyum tipis. “Sebenarnya tadi aku juga mau segera pulang. Dan kau adalah alasan supaya aku bisa angkat kaki dari sana.”


“Apa?”


“Hhh…” Youngmin mendesah, “Biarkan saja mereka. Mereka itu kan couple.”


Narmi mendengus dan membuang muka. Yah memang dia juga sebenarnya mual kalau terus berada di kantin, tapi sikap Youngmin ini kenapa aneh dan lain sekali ya?


“Ayo…” gumam Youngmin, “Kuantar kau.”


Narmi menggeleng. “Trimakasih, tidak perlu… aku bisa sendiri.”


Youngmin mencelos. Niat baiknya malah ditolak mentah-mentah. “Hei, apa kau tidak bisa menerima niat baik seseorang?”


Narmi terkejut dan wajahnya memerah. Namun cepat-cepat ia langsung berkata, “Cshh..”


“Hey—“


“Aku kan sudah bilang tidak perlu,” potong Narmi, “Lagipula kau tidak membawa helm. Aku tidak mau karna mengantarku kau mendapatkan masalah.”


Youngmin tercengang dan Narmi tersenyum.


“Dahh~~” Wanita itu pun langsung pergi meninggalkan Youngmin yang terbengong-bengong.