
Saat istirahat itu Youngmin dan Narmi menghabiskan waktu di taman sekolah. Youngmin yang sedang membaca buku Matematika (karna setelah istirahat dia akan ada test) disuapi buah anggur oleh Narmi.
“Kau akan ada test ya…” ucap Narmi sambil ikut membaca buku yang dibaca Youngmin itu.
“Iya… doakan aku ya.” sahut Youngmin yang tiba-tiba berubah jadi rajin belajar. Mungkin karna di depan Narmi kali ya. Yeah cinta memang kadang bisa mengubah segalanya.
“Kau sudah makan?” tanya Youngmin sambil menoleh melihat wajah pacarnya yang masih agak pucat.
Narmi hanya mengangguk dan bergumam tak jelas saja. Sebenarnya dia belum makan tapi entahlah dia kehilangan nafsu makan. Lidahnya terasa pahit terus sepanjang hari. Kenapa ya…
Youngmin memperhatikan wajah Narmi. “Nanti pulang sekolah, kita pergi makan ya… Dan kau benar-benar harus makan. Lihat badanmu, kenapa mendadak semakin kurus?”
Narmi tersenyum tipis. Dia bukannya tidak mau makan, tapi nafsu makannya saja yang sudah hilang. Dan kalaupun ia memaksakan diri untuk makan, dia akan langsung memuntahkannya. Itulah sebabnya mengapa berat badannya turun seperti ini.
“Oke?” tanya Youngmin lagi karna Narmi belum menyahutnya.
“Oke, oke…” sahut Narmi menunjukkan senyum manisnya, “Aku akan menurut padamu, Youngminku yang paling tampan.”
Youngmin mengekeh dan mengacak-acak rambut perempuan itu.
Kwangmin sejak tadi duduk di atas pohon, agak jauh dari tempat keduanya. Ia sudah memperhatikan sejak tadi. Hyungnya kini benar-benar telah mengalami banyak perubahan. Bahkan hyungnya itu sudah ceria dan itu bukan karna kehadiran Kwangmin tapi karna kehadiran kekasihnya.
Kwangmin tersenyum tipis.
Perasaan aneh apa ini??
Kwangmin memandang Narmi yang sedang tertawa dan bercanda dengan Youngmin.
Kenapa hatinya terluka melihat pemandangan itu? Kenapa ia sedih melihat Narmi kini tertawa dengan pria lain—dan bukan dirinya? Kenapa hatinya penuh dengan cemburu?
Kwangmin juga memandang hyungnya, wajah yang begitu bahagia saat bersama dengan Narmi. Sekarang saat di rumah, Youngmin lebih banyak menceritakan Narmi atau kalau tidak, Youngmin pasti menghabiskan waktu dengan menelepon Narmi berjam-jam (maklum yang baru jatuh cinta). Kwangmin merasa kalau hyungnya itu sudah tidak bergantung hidup padanya lagi kan??
Kwangmin menggigit bibir.
Ia pun menghilang dari sana.
.
.
Beomgyu berjalan sedih sendirian. Waktunya adalah kurang dari 4 bulan lagi. Dan permintaannya terkabul. Youngmin dan Narmi sudah saling mencintai, kini hanya tinggal menunggu waktu hingga akhirnya Kwangmin kembali menjadi manusia. Bahkan Youngmin dan Narmi sudah melakukan skinship hingga membuat tahap kematian yang seharusnya 7 minggu kini hanya 1 bulan saja, lebih cepat dari apa yang Kwangmin perkirakan.
Tapi kenapa dia tidak terlalu senang? Kenapa dia malah sedih??
Hati Beomgyu kini bergulat hebat. Antara senang akan menjadi manusia juga sedih karna dia harus mengorbankan Narmi demi kepentingan pribadinya.
Beomgyu menunduk. Dalam hatinya pun dia tidak mau kalau harus dilenyapkan dari memori Youngmin. Kembali hidup adalah keinginannya yang terdalam.
“Kau seharusnya bahagia…”
Beomgyu mendongak dan melihat malaikat Andrew yang tau-tau sudah muncul dan berdiri di sebelahnya.
Andrew tersenyum tipis. “Kau mendapatkan peluang 1% itu dengan cuma-cuma, seharusnya kau bahagia.”
Beomgyu makin menunduk. “Apa aku tidak akan berdosa? Nyawa manusia akan menjadi taruhannya.”
Andrew menghela nafas. “Ini adalah peluang 1%, siapapun berhak menerimanya. Bukan salahmu kalau mereka saling jatuh cinta… Semua ini sudah menjadi takdir, kau akan mendapatkan hidupmu kembali menjadi manusia sebentar lagi.”
Beomgyu menatap Andrew, “Apakah ini benar-benar kasus yang sangat langka?”
Andrew mengangguk. “Ini hanya berlaku bagi manusia kembar terutama pada kasus seperti kau ini menjadi malaikat penjaga saudara kembarmu. Tidak banyak sikap seperti Youngmin, saudara kembarmu itu. Dia tidak dapat hidup tanpamu, itulah yang membuat legenda ini kembali terulang.”
“Apa benar seribu tahun yang lalu pernah ada yang berhasil melakukannya?”
Andrew mengangguk. “Iya. Dia kembali hidup menjadi manusia dan hidup bersama dengan saudara kembarnya. Dan manusia yang menjadi korban itu mati, dihapuskan dari ingatan siapapun.”
“Itu benar-benar mengerikan…” gumam Beomgyu sedih, “Dihapuskan ingatan seperti itu… Kenapa harus sampai diberlakukan dengan kejam begitu? Kenapa tak hanya mati karna kecelakaan saja?”
Andrew menatap Beomgyu lurus-lurus, “Jadi kau mau hyungmu bunuh diri akibat sedih kekasihnya meninggal??”
Beomgyu tersentak.
“Bukankah lebih baik jika ingatan akan wanita itu tidak pernah ia ingat sehingga hyungmu tak perlu merasakan kesedihan?”
Mata Beomgyu berkaca-kaca. Itu benar. Itu jugalah sebabnya saat waktunya habis menjadi malaikat penjaga Youngmin, ingatan mengenai dirinya akan dihapus dari memori Youngmin supaya saudara kembarnya itu tidak terus menerus mengalami kesedihan.
Beomgyu mengeluarkan sebuah kotak kecil bening. Ia memandang sebuah kapsul hitam yang ada di dalamnya.
Andrew menepuk bahu Beomgyu. “Mengertilah… Kesempatan tidak akan datang dua kali untukmu…”
Andrew pun langsung menghilang meninggalkan Beomgyu.
Beomgyu masih menatap kapsul hitam itu dengan sedih. Kapsul yang benar-benar memberikan impact mengerikan saat ditelan. Ia kembali memasukkan kotak kecil itu. Andrew mungkin benar. Jika dia mendapatkan peluang 1% dan Narmi harus mati karenanya, itu bukanlah salahnya. Ini adalah takdir!