Lovely Yours

Lovely Yours
Cupid



“Kyaa!!!”


Sore menjelang malam itu Narmi terbangun dari tidurnya. Dia sampai terduduk tegak. Nafasnya ngos-ngosan. Ia memegang dadanya yang berdebar kencang. Dan pipinya pun panas.


Wanita itu melirik ke sebelahnya. Tak ada siapapun. Di ruangan ini tidak ada siapapun.


Narmi menghela nafas. Berarti tadi dia bermimpi.


“Apa yang kupikirkan.. sampai tadi aku bermimpi pipiku dicium Youngmin? Cih… aku tak sudi…”


Baru saja Narmi bermimpi Youngmin muncul di rumah ini dan mencium pipinya dengan lembut. Walau itu hanya mimpi tapi kenapa Narmi merasa ciuman itu nyata sekali ya? Maksudnya… debaran itu… dan sentuhan itu…


Narmi langsung geleng-geleng. “Aku pasti sudah gila… Bagaimanapun tadi itu hanya mimpi. Pintu kan sudah aku kunci…” Narmi memukul-mukul kepalanya sendiri. Bagaimana dia bisa memimpikan Youngmin padahal sepanjang hari ini dia menangis karna patah hati?? Rasanya jauhnya seperti langit dan bumi.


Narmi berusaha menepis dan melupakan mimpi sialan itu. Di saat sedih begini memimpikan dicium lelaki sinting itu merupakan pertanda buruk bagi Narmi. Dia pun beranjak dari tempat tidurnya dan membuat teh saja, untuk menenangkan pikiran.


Kwangmin yang bersembunyi di balik lemari memperhatikan Narmi. Sebenarnya tadi itu Kwangmin yang sudah mencium pipi Narmi. Kwangmin sendiri tidak tau kenapa. Untuk apa dia melakukan hal seperti itu ya??


Kwangmin tersenyum lirih. Bagaimanapun kunci jalan keluarnya untuk tetap berada di sisi Youngmin ada pada wanita ini.


‘Selanjutnya…… aku harus menjodohkan hyung dengannya…’


Kwangmin pun langsung menghilang.


----skip----


Pagi ini ada upacara di lapangan. Semua murid diminta untuk mengikuti upacara tanpa terkecuali.


Narmi kebagian berbaris agak di belakang. Dan sialnya… Youngmin pun berbaris tepat di sebelahnya!


“Aish…” tukasnya pelan saat menoleh dan melihat priq itu. Kemarin dia memimpikan Youngmin mencium pipinya, eeh sekarang pagi ini dia langsung melihat namja itu. Narmi merasa dia benar-benar mengalami kesialan.


Youngmin pun mendengus menambah kejengkelan Narmi.


“Ish, apa kau ini banteng? Kerjamu mendengus saja…” tukas Narmi tak tahan juga. Sementara upacara sudah dimulai sejak tadi.


Youngmin melirikkan matanya. “You talked to me?”


“Hei!” Narmi langsung menahan amarahnya karna ini sedang upacara. Kalau bukan upacara, Narmi pasti langsung teriak-teriak mengomel.


Youngmin tersenyum menyebalkan dan sudah tidak mengabaikan Narmi yang terus memandangnya sebal.


Wanita itu tertawa kecil. Lalu ia memulai aktingnya. “Aigoo.. kepalaku…” celetuknya tiba-tiba. Ia berjalan sesempoyongan, menabrak murid lain untuk berjalan mendekat ke arah Youngmin. Ia pun menubruk tubuh Youngmin. Awalnya ia kira laki-laki itu akan menahan tubuhnya… ehh… tapi Youngmin hanya diam saja dan membiarkan wanita itu jatuh tersungkur ke lantai. Tubuh wanita itu agak kesakitan namun dia tahan karna harus pura-pura pingsan.


Karna insiden itu, beberapa murid mulai ribut. Tapi tetap Youngmin tidak bergeming atau tidak menggendong seperti imajinasi wanita pingsan itu.


Narmi yang berdiri di sebelah Youngmin juga tercengang melihat tau-tau ada wanita berjalan ke arah mereka dan pingsan begitu saja. Akhirnya petugas kesehatan datang sambil membawa tandu dan membawa siswi yang pura-pura pingsan itu menuju UKS. Dalam hatinya ia merutuk kenapa Youngmin tidak melakukan apa-apa?!!


Upacara pun dilanjutkan (karna bagaimanapun adalah wajar kalau ada murid yang sampai pingsan). Narmi melirik Youngmin. Ia heran juga kenapa cowok ini tidak menolong tadi?? “Hei, kenapa kau tidak menolong perempuan itu?”


Youngmin menoleh dan menaikkan sebelah alisnya. Sinar matahari di belakang Youngmin membuat pria itu kelihatan tampan dan manly. Narmi juga sampai menahan nafas. “Mwo? Kenapa aku harus menolongnya? Kan ada petugas kesehatan…”


“Benar-benar.. kau ini tidak punya perasaan.”


Youngmin mengekeh pahit. Dia tidak punya perasaan? Justru sebaliknya! Ia bahkan sangat perasa dan mudah merasakan kesedihan orang lain. “Whatever. Tapi bukankah aku lebih baik dibandingkan seorang wanita yang dianggap aneh oleh para pria??”


“Apa?!” tukas Narmi. Yakin kalau tadi Youngmin itu menyindirnya. Suaranya sudah cukup keras membuat beberapa murid di sekitarnya menoleh.


Cowok itu menunjukkan devil smilenya. “Apa kau juga tidak menyadarinya? Aku bertaruh tak akan ada pria di sekolah ini yang mau berkencan denganmu.”


“Aish!” tukas Narmi dan langsung menginjak kaki Youngmin saking jengkelnya.


“Ouch!!” pekik Youngmin kesakitan.


Kericuhan yang mereka buat pun membuat upacara terhenti seketika. Murid-murid berbalik menonton mereka. Ada apa sih dengan dua orang ini sejak tadi ribut???


“HEY! Kalian yang di belakang!” tukas kepala sekolah dengan mikrofon.


Baik Narmi dan Youngmin pun berdiri beku, menyadari keributan yang sudah mereka buat. Dua guru kedisiplinan mendatangi mereka dan menyeret mereka keluar dari barisan untuk diberi hukuman.


----skip----


Seorang lelaki sangat tampan dan cute sekaligus… dengan rambut kecoklatannya… Matanya yang chic dan membuat siapa saja langsung terpana melihat wajahnya… berdiri di pinggir jembatan. Ia melihat bayangan dirinya yang terpantul dari sungai. Ia tersenyum karna melihat dirinya sendiri yang tampan.


Kwangmin—lelaki itu—puas karna akhirnya sudah bisa berubah wujud seperti ini. Dia sekarang sudah bisa menyamar dengan sempurna. Salah satu kekuatan yang dimiliki malaikat adalah bisa merubah wajahnya menjadi orang lain sesuka hati. Dan Kwangmin berhasil merubah dirinya menjadi pria tampan cute seperti ini. Senyum Kwangmin itu melebar. “Mulai sekarang… kau adalah Beomgyu…” ucapnya pada bayangan dirinya yang terpantul.


Dia akan menyamar dan berubah wujud menjadi Beomgyu dalam usahanya mendekati Narmi. Kalau dia sebagai Kwangmin… Narmi tentu saja akan menyangkanya Youngmin. Dan nanti bisa jadi Youngmin dianggap gila.


Sudah 7 bulan dia mendapatkan tambahan waktu menjadi malaikat penjaga Youngmin. Waktunya yang tersisa adalah kira-kira 5 bulan lagi. Hanya Narmi yang bisa membuatnya bisa berada di sisi Youngmin selamanya… bahkan cara ekstrem itu dapat membuatnya kembali menjadi manusia jika benar-benar berhasil. Sekarang Kwangmin hanya perlu membuat Youngmin dan Narmi saling jatuh cinta saja…