LOVE IS SO SWEET

LOVE IS SO SWEET
Tebak kata



Bara sangat terkejut saat David menceritakan pertemuan Langit dan Rianti kemarin siang, dia tahu betul bagaimana perasaan Langit kepada Rianti begitu dalam hingga dia sangat terpukul ketika Rianti memutuskan pertunangan mereka dan menghilang begitu saja tanpa kabar berita. Kini dia sedang menemani Kakaknya yang tengah menikmati hisapan rokoknya, entah sudah berapa batang dia habiskan tanpa sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya.


"Kak apa kau sedang ada banyak pikiran?" Tanya bara pura-pura tidak tahu. 


Langit hanya menyunggingkan senyumnya kepada adik lelakinya yang sangat ia sayangi.


"Kak, aku butuh jawabanmu bukan butuh senyumanmu." Rengek Bara. 


"Sudahlah, kau kan kuutus untuk mengawasi Si Cerewet itu, sudah sana pergi. Kalo sampai pria itu mendekatinya lagi jangan harap kau mendapatkan mobil impianmu." Ucap Langit sambil membuang rokok terakhirnya. 


Dengan berat hati Bara mencari keberadaan Kakak iparnya. Dia sangat khawatir melihat Kinan hanya duduk menonton perlombaan pukul bantal dengan wajah cemberut berbalut jaket tebal. 


"Apa kau sakit Kak?"


Tapi Kinan hanya mencibir ke arah Bara, dan mengubah posisinya memunggungi adik iparnya, tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulutnya.


Kenapa lagi dengan Dewi Jangkrik ini?


"Kak istrimu memakai pakaian yang ajaib, dia memakai jaket tebal hingga menutupi lehernya sedangkan celananya begitu pendek." Sebuah pesan dari Bara lagi-lagi membuat Langit emosi. 


Membayangkan Kinan memakai celana pendek yang biasa dia pakai di rumah yang menampilkan paha mulus istrinya membuat Langit kembali tersulut emosi dan segera menghampiri mereka.


Lagi-lagi Langit harus melihat Rendi bersama istrinya, dia tengah duduk di bersama Kinan di bawah payung besar yang berada di area kolam renang. 


Entah apa yang sedang mereka bicarakan tapi Kinan terlihat tertawa sambil mendengarkan cerita dari Rendi.


"Dasar manusia kampret, habislah kau setelah ini."


Acara pukul bantal masih berlangsung seru, gelak tawa selalu mengiringi para peserta yang tumbang ke kolam. 


"Hei Kau yang disana!" Langit berteriak ke arah Rendi yang sedang sibuk mengobrol dengan istrinya. 


Rendi menoleh ke arah asal suara yang amat keramat itu, karena jarangnya suara itu terdengar oleh para karyawannya.


"Iya kau, ayo bertarung denganku! Kulihat hanya kau yang belum basah." Tantang Langit, dengan nada merendahkan lawannya. 


Tadinya Rendi memang tidak berniat untuk ikut acara yang dia anggap konyol itu, tapi kini apa boleh buat dia harus siap menerima tantangan atasannya. 


Kinan menjadi gugup, dia tidak menyangka suaminya akan ikut dalam acara mereka.


Para rekan kerja Kinan sudah berkumpul di dekat Kinan, semua sangat antusias menonton momen langka ini. 


Dalam hitungan ketiga pertandingan pun dimulai.


Langit yang memang kesal dengan pria di hadapannya itu langsung melayangkan pukulannya sekuat mungkin hingga Rendi langsung tercebur ke kolam hanya dalam sekali pukul. Tapi Langit masih belum mereka puas hanya memukul Rendi sekali, walaupun itu sangat kencang. Jadi dia kembali menantang Rendi. 


"Ayo lawan aku lagi! Jika kau menang akan ku belikan handphone yang sama persis dengan yang kumiliki."


Mendengar hadiah yang akan dia dapatkan jika menang Rendi langsung menerima tawaran Langit. 


Dia kembali naik ke atas kayu yang menjadi tempat duduk mereka.


Rendi melepas kaosnya yang basah hingga memperlihatkan bentuk tubuhnya yang lumayan kekar hingga membuat para wanita histeris seketika. Tahu bahwa suaminya sedang cemburu, Kinan sengaja memanas-manasi Langit. 


"Wah ternyata tubuhmu bagus sekali Ren." Ucap Kinan ke arah Rendi, walaupun dia tahu tubuh suaminya jauh lebih seksi dibandingkan Rendi. 


Rendi membalas Kinan dengan senyum sambil melambai-lambaikan tangannya.


Langit tak mau kalah, dia juga melepaskan kaosnya dan melemparkannya tepat ke wajah istrinya. Seketika para wanita kembali histeris melihat pahatan Tuhan yang ada di tubuh Langit. 


Riuhnya suara penonton membuat para pengunjung hotel lain ikut bergabung untuk menonton pertandingan pukul bantal antara Langit dan Rendi. 


"Aduh Mbak, beruntung banget sih bisa pegang-pegang perutnya tiap saat. Aku jadi pengen juga Mbak." Febi salah tingkah di depan Kinan.


"Cih, baru melihat sebagian tubuhnya saja kalian sudah seperti itu, aku bahkan bisa kapan pun melihatnya telanjang." Kinan berujar dengan begitu sombong.


Dan benar saja mereka semua belingsatan membayangkan Langit tanpa busana. 


"Ayolah, pukul aku dengan sekuat tenagamu, jangan ragu-ragu!" Nada suara mengejek terdengar saat Langit mengucapkan kata-kata itu kepada Rendi.


Sebenarnya Rendi telah mengerahkan semua kekuatannya untuk memukul Langit, tapi sepertinya tenaganya tak cukup kuat untuk menjatuhkan Langit. Dan sekali lagi Rendi melayangkan pukulan bantalnya ke tubuh Langit. Tapi dia seperti tidak merasakan apa-apa. Dan akhirnya sebuah pukulan maut Langit layangkan ke arah Rendi dan membuatnya kembali tercebur ke kolam. 


Langit kembali ke daratan, mengambil bajunya dari tangan Kinan dan memberikan kode kepada Kinan agar mengikutinya. Dengan helaan nafas panjang akhirnya Kinan mengekorinya walaupun masih terpisah jarak diantar mereka. 


🐣🐣


"Cewek yang dari divisi perencanaan itu lu kenal ga?"


"Kenapa? Gue ga kenal. Tapi ada yang gue aneh dari dia, kayaknya tuh anak punya hubungan sama Pak Bara n Pak Langit, coz kayaknya dia dekat banget sama mereka, apalagi sama Pak Bara." Terdengar nada cemburu saat wanita itu berbicara. 


"Gue juga ga suka sama dia, kayaknya dia cewek kegatelan, kemaren gue liat di akrab banget sama Pak Rendi. Masa iya semua cowok ganteng diserobot terus sama dia, lah buat gua mana? Keburu kehabisan stok deh gue." Jawab yang lainnya.


Ternyata obrolan itu terdengar oleh David yang juga sedang menikmati kopinya di kafe yang berada di hotel tersebut.


Senyum licik pun tersungging di bibirnya. 


Ini malam terakhir mereka berada di hotel itu, sehabis acara makan malam, mereka semua mengadakan acara api unggun dan beberapa permainan yang kini disponsori oleh Bara. 


Perlombaan ini adalah perlombaan untuk pasangan, dan dengan segala tipu muslihat akhirnya Kinan dan Langit menjadi pasangan peserta. Entah kata-kata apa yang dia keluarkan hingga kedua makhluk sombong itu rela mengikuti acara tersebut.


Natan dan Febi menjadi salah satu pasangan lomba, juga Rendi yang kini berpasangan dengan Devi rekan kerja di divisi yang sama dengannya.


Karena perlombaan itu memang dibuat untuk Langit dan Kinan jadi perlombaan tersebut dibuat terkesan romantis. 


Lomba pertama adalah memasukkan bendera ke dalam botol, si pria harus menggendong wanitanya dan si wanita yang akan memasukkan bendera kedalam botol, siapa yang bisa memasukkan bendera paling banyak dia lah pemenangnya. 


Semua karyawan wanita histeris ketika Kinan naik ke punggung suaminya. 


"Cih, orang mirip kulkas saja kalian elu-elukan aneh." Kinan mengoceh di punggung suaminya sambil membawa bendera yang akan dia masukan ke dalam botol yang berada di ujung garis. 


"Kau lupa kulkas ini yang menghangatkanmu tiap malam!"


Langit dan Kinan memimpin perlombaan ini, sudah ada 5 bendera yang dia masukan ke dalam botol, sementara yang lain baru memasukkan 3 bendera. 


"Selesai." Ucap Kinan riang ketika mereka menjadi pasangan pertama yang menyelesaikan perlombaan. 


Saking senangnya Kinan mencium pipi Langit dari balik punggung suaminya. 


Hening sesaat, semua orang terkejut dengan tindakan Kinan, tapi sang tersangka tidak menyadarinya. Dan hal itu memang sudah bisa diprediksi oleh Bara dan David. 


"Kau menciumku bodoh." Bisik Langit sambil menurunkan tubuh istrinya.


"Lalu aku harus bagaimana?" Wajah Kinan seketika terlihat begitu pucat. 


"Teruslah pasang wajah bodohmu itu!" Langit sinis.


Perlombaan kedua adalah lomba tebak kata, sang wanita harus menebak kata sedangkan pasangan pria harus memberikan clue. 


Sejauh ini Rendi dan pasangnya memimpin pertandingan ini, dia dan pasangannya berhasil menjawab tujuh dari sepuluh kata. Disusul pasangan dari divisi keuangan yang berhasil menjawab enam kata.


Pasangan yang mereka tunggu-tunggu pun akhirnya masuk ke area perlombaan. 


Kinan harus menjawab pertanyaan dari clue yang Langit sebutkan. 


"Mulai!" Ucap Bara. 


Kata yang pertama yang harus dijawab Kinan adalah Masak.


"Hobi bunda?" Tanya Langit. 


"Masak." Jawab Kinan dengan mudahnya. 


Kata kedua adalah tas. 


"Kado ulang tahun dariku?"


"Kado yang di kantor apa yang di rumah?" Tanya Kinan gugup.


"Yang di rumah Bodoh!" Bentak Langit sambil memijat pelipisnya. 


"Tas!" Seru Kinan. 


Kata ketiga adalah dapur. 


"Tempat pertempuran pertama kita?"


"Dapur!" Jawab Kinan penuh percaya diri. 


Melihat chemistry diantara mereka berdua membuat para karyawan semakin bertanya-tanya hubungan apa di antara Kinan dan Langit. 


Bara dan David memang sengaja memilih pertanyaan yang mudah dijawab oleh Kinan. 


Kata selajutnya adalah Hotel. 


"Tempat pertama kita bertemu."


"Hotel." Jawab Kinan dengan wajah datar. 


Kata selanjutnya adalah gosok gigi. 


"Yang dilakukan sebelum tidur?"


"Ciuman!" Kinan menjawab dengan cepat. Jawaban Kinan diluar dugaan Bara dan David tapi itu membuat mereka senang karena misi mereka hampir berhasil.


Para penonton dibuat menganga mendengar jawaban Kinan yang menjawabnya dengan santai dan raut wajah yang terlihat biasa saja. 


"Bukan itu bodoh!" Bentak Langit.


"Pelukan?" Jawab Kinan ragu-ragu


"Bukan!"


"Berapa kata?"


"Dua kata."


"Kita melakukan bersama setiap malam?" Tanya Kinan. 


"Hmmm." Langit mengangguk. 


"Apakah aku harus menjawab itu?"


"Itu apa maksudmu?" Langit benar-benar gusar dia memijit batang hidungnya yang tiba-tiba terasa berat, karena dia tahu apa yang ada di otak istrinya sekarang. Sedangkan Bara sedang terpingkal-pingkal mendengar jawaban Kakak iparnya yang dirasa mesum. 


"Apa jawabnya making… "


"Jangan diteruskan!" Langit buru-buru memotong kata-kata istrinya. "Ganti pertanyaan!"


Kata selanjutnya adalah saku. 


"Satu kata, yang ada di celana?"


"Apa?" Kinan balik tanya. 


"Pikir olehmu Bodoh!"


"Satu kata yang ada di celana?" Kinan mulai berfikir. "Di luar atau di dalam?"


"Di dalam." Jawab Langit malas. 


Dengan wajah merona mata Kinan memandang lurus ke arah pangkal paha suaminya dengan tatapan mesum. 


"Tidak mungkin itu kan jawabannya?"


Tau apa yang dipikirkan istrinya Langit segera menghampiri Kinan dan menggendong tubuh ramping wanita itu tanpa mempedulikan semua pasang mata yang membulat sempurna melihat kelakuannya. Suasana pun riuh dengan berbagai pertanyaan dan sorak sorai mereka. 


"Kau benar-benar sudah menguji kesabaranku. Akan kuhabisi lagi kau malam ini."


Kinan  yang meronta-ronta dalam gendongan suaminya tidak diperdulikan Langit, dia terus saja membawa tubuh ramping istrinya menuju hotel. 


"Hei lihat orang-orang memperhatikan kita, turunkan aku!"


"Sudah terlambat, mereka akan segera tahu kalau kau istriku." Jawab Langit yang makin mempererat gendongannya. 


"Urus semua!" Titah Langit pada Bara dan David sebelum dia menghabisi istrinya lagi. 


Jangan lupa komen, like and vote-nya pemirsah... ❤️❤️❤️