LOVE IS SO SWEET

LOVE IS SO SWEET
Surprise



โ˜˜๏ธAku akan melindungimu disaat kau membutuhkan perlindunganku karena akulah langitmuโ˜˜๏ธ


Kinan menoleh ke arah asal suara orang yang paling dinantikannya saat itu. Langit yang entah dari mana dan kapan datangnya kini dia tengah tegak berdiri di samping Kinan kemudian mengecup pipi Kinan mesra.


Seketika itu juga suasana menjadi riuh karena ulah Langit. Sedangkan Helen jadi mati kutu, dan mendadak tak bersuara, kemudian perlahan pergi menjauh.


Untuk pertama kalinya suara Langit terdengar sangat membahagiakan hati Kinan.


Dilihatnya Langit masih mengenakan kemeja kerjanya, rambutnya sedikit berantakan, dan terlihat raut wajah lelah yang tidak bisa dia sembunyikan. Walaupun demikian hal itu tak sedikitpun mengurangi pesona yang dimiliki seorang Langit.


๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž


Siang tadi Langit meminta untuk dimajukan jadwal pertemuan dengan kliennya dua jam lebih awal, dan beruntungnya kliennya tidak keberatan.


Pertemuan mereka hanya berlangsung kurang lebih satu jam. Selesai pertemuan dia segera memerintahkan David untuk menyiapkan pesawatnya untuk segera kembali ke Jakarta.


Walaupun sedikit kerepotan David harus melaksanakan tugas yang diberikan Tuannya.


Kenapa sekarang aku menyesali ide bodohku menjodohkan dia dengan wanita itu.


Ini benar-benar merepotkan.


Aku seperti menjerumuskan diriku ke dalam masalah-masalah yang pastinya akan terus bertambah. Batin David.


๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž


Langit seperti sudah menyelamatkan nyawanya dari tepi jurang, Kinan tersenyum bangga melihat Helena yang malu karena telah memperoloknya tadi.


Sedangkan Langit memanfaatkan momen ini dengan terus merangkul pinggang Kinan, seolah memberi tahu semua orang bahwa Kinan hanya miliknya. Mungkin jika dalam keadaan normal Kinan akan menolaknya dengan tegas. Tapi saat itu Kinan seperti menikmati semua perlakuan manis Langit.


"Jadi bener kalian pacaran?"


Langit mengerutkan keningnya. "Pacar?"


Lalu berpaling ke wajah sang istri yang sedang menggelengkan sedikit kepalanya seolah memohon untuk tidak memberitahukan teman-temannya status pernikahan mereka.


Langit menyipitkan matanya dan tersenyum membalas kode dari istrinya. Tapi jawaban Langit membuat para teman-temannya hampir pingsan.


"Saya suaminya." Jawab Langit santai.


Langit memamerkan jari manisnya yang dihiasi cincin kawin mereka. Kinan membuang nafas kasar.


"APA?" Suara mereka begitu serempak membuat Langit dan Kinan harus menutup telinga mereka.


Sejak kapan si Bodoh ini memakai cincin kawinnya?


Kinan hanya tersenyum getir, dia sedang memutar otaknya untuk memberikan penjelasan kepada teman-temannya nanti.


Melihat Kinan tidak membantah pernyataan Langit, membuat mereka mengambil kesimpulan bahwa mereka adalah benar-benar pasangan suami istri.


"Ini serius Kin?" Tanya salah satu temannya.


Kinan mengangguk kecil dengan senyum terpaksa.


"Kapan?"


"Tiga bulan lalu." Jawab Langit. Karena Kinan seperti masih ingin menyembunyikan fakta kepada para teman-temannya.


Walaupun pada akhirnya semua orang itu pun akan dipaksa untuk menutup mulut mereka oleh Langit mengenai hubungan mereka.


"Cantik." Bisik Langit. "Apa kau sengaja berdandan seperti ini memikat hati mantan pacarmu?"


Kinan memicingkan matanya, dia tidak percaya dengan asumsi yang diberikan suaminya.


"Kin, lu punya utang cerita ya ke gue!" Ucap Desi yang masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat malam itu.


Kinan hanya tersenyum, dia bahkan bingung harus bercerita darimana. Haruskah ia menceritakan semuanya? Ini rumit, karena kenyataannya pernikahan mereka hanya dilandasi perjanjian bukan cinta. Pikir Kinan.


"Ngomong-ngomong siapa yang naksir duluan nih?" Desi mulai mengorek kisah cinta mereka.


"Saya." Jawab Langit, sambil mengeratkan pelukannya.


Kinan ikut terkejut mendengar jawaban Langit yang rela menjatuhkan harga dirinya hanya untuk membuatnya senang. Dia terus menatap wajah suaminya yang terlihat serius ketika menjawab pertanyaan Desi.


Tapi dia tak tahu apa yang akan dibayar nanti untuk ini.


"Sudah kuduga. Dia memang wanita yang sangat,,, sangat sulit jatuh cinta. Entah terbuat dari bahan apa hatinya. Aku bingung" Timpal Desi sambil berdecak ke arah Kinan.


"Tapi kamu hebat bisa melelehkan hatinya, jempol kita buat kamu semua nih." Tambahnya diiringi anggukan teman-teman yang lain.


Sementara di sudut lain Fadli sedang merasakan panas di dadanya. Wajahnya merah padam akibat cemburu apalagi dilihatnya Kinan begitu menikmati setiap perlakuan manis Langit.


Setelah cukup berbincang-bincang dengan teman-temannya kini Kinan dan Langit kini berada di salah satu sudut ruangan. Kinan terlihat senang sambil menikmati ice cream yang tersedia di acara tersebut.


"Apa kau tidak mau mengucapkan terima kasih kepadaku?"


"Cih,,, memang apa yang kau lakukan kepadaku hingga aku harus bersusah payah mengucapkan hal yang sulit aku ucapkan kepadamu?" Jawab Kinan angkuh seperti dugaan Langit.


"Bukankah aku sudah menyelamatkan harga dirimu di depan teman-temanmu tadi. Bahkan aku datang di saat yang tepat."


"Baiklah, kita lihat apa yang akan mereka katakan jika aku memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi diantara kita." Ancam Langit.


Dia melangkahkan kakinya dan itu membuat Kinan refleks menarik tangan kekarnya.


"Baiklah. Aku ucapkan terima kasih." Akhirnya Kinan menarik kembali kata-katanya untuk tidak berterima kasih kepada Langit.


"Aku sudah tidak menginginkannya." Jawab Langit dingin.


"Lalu?"


Langit menepuk-nepuk pipinya dengan telunjuknya, sebagai tanda agar Kinan menciumnya.


"Cih,,, dasar kau lintah darat. Aku sudah curiga mengapa kau tiba-tiba datang kesini. Ternyata kau ingin memanfaatkanku." Ucap Kinan tak urung dia berjinjit untuk menyamakan tingginya dengan pria disampingnya. Tapi ketika Kinan hendak mengecup pipinya, Langit menolehkan wajahnya sehingga bibirnya lah yang Kinan kecup.


"Wah, kau agresif sekali ya, aku kan hanya memintamu mencium pipiku, tapi mengapa malah bibirku yang kau cium?" Ucap Langit seolah Kinan sengaja melakukannya.


"Ulangi!"ย 


"Kau benar-benar lintah darat sejati."ย 


Kinan mencibir pria tampan itu, kemudian mengulanginya. Lagi-lagi Langit melakukan hal yang sama hingga Kinan mencium bibir Langit lagi.


"Ckckck,,, sebegitu sukanya kah kau pada bibirku?" Sambil menyipitkan matanya seolah tidak terima dengan perlakuan Kinan.


"Ya, aku sangat,,, sangat dan sangaaaat menyukai bibirmu." Jawab Kinan sambil menangkup wajah Langit menariknya agar menyamai tinggi Kinan kemudian sengaja menciumnya.


Tanpa mereka sadari kelakuan mereka sudah jadi tontonan teman-teman Kinan. Hingga suasana menjadi riuh oleh sorak sorai dan sindiran teman-teman Kinan.


"Cie, Kinan. Maen sosor aja!"


"Dikiranya kita pajangan hotel kali ya, ciuman ga tau tempat."


"Wah, mentang-mentang pengantin baru, suka lupa tempat."


Sindir teman-teman Kinan.


Dengan wajah merah, Kinan berlari meninggalkan Langit, dia sudah tidak berminat lagi untuk berada di acara reuni itu.


Bodoh,,, bodoh,,, kenapa juga gue harus nyium dia lagi? Di depan temen-temen gue pula.


Kinan merutuki tindakannya.


Langit segera mengejar Kinan yang akan keluar dari Aula itu.


"Kamu mau kemana?" Tanya Langit, setelah dia dapat menggapai tangan Kinan.


"Pulang."ย 


"Kan aku belum mendapatkan apa yang aku mau."


"Terserah, aku udah ga minat berterima kasih sama kamu." Kinan semakin sewot.


"Oke, aku akan umumkan sandiwara kita ke temen-temen kamu sekarang!" Ancam Langit lagi.


"Masa bodo, aku udah ga peduli." Ucap Kinan menantang.


"MOHON PERHATIAN!" Ucapnya lantang meminta perhatian teman-teman Kinan.


Karena takut, Kinan segera mengecup pipi Langit.


"Waduh mereka pamer kemesraan lagi."


"Bener-bener bikin iri kalian tuh."


"Kamar kosong masih ada kali Kin!"


Komentar teman-teman Kinan ketika melihat Kinan mengecup pipi Langit.


"Ulangi!"


"Kan tadi udah."ย 


"Tadi ga berasa, aku kan lagi ngomong ke temen-temen kamu."


"Cih,,,kamu maunya apa sih?" Kinan semakin sewot. Dan membuatnya semakin terlihat lucu di mata Langit.


"Maunya ini!" Langit menarik tubuh Kinan hingga merapat dengan tubuhnya, kemudian mencium Kinan penuh nafsu.


Kinan langsung berlari ketika dia berhasil melepaskan diri dari pelukan Langit, disusul Langit yang mengejarnya. Sorak sorai dari teman-teman Kinan mengiringi kepergiannya dan Langit.


"Urus semuanya! Pastikan tak ada jejak!" Titah Langit pada David sebelum pergi mengejar Kinan.


Lagi-lagi aku yang harus membereskan semua masalah yang mereka timbulkan.


Aku juga sudah sangat merindukan kasurku.