LOVE IS SO SWEET

LOVE IS SO SWEET
Reuni part 2



Malam yang dinanti pun tiba, Kinan mempersiapkan diri dengan sangat baik, dia rela berlama-lama di salon hanya untuk tampil wah di acara itu, dia tidak ingin orang lain meremehkannya, karena tak ada seorangpun kecuali Fadli yang tahu bahwa Kinan telah menikah. Maka dari itu Kinan ingin semua temannya terkagum-kagum dengan kecantikannya sehingga mereka melupakan bahwa Kinan masih sendiri, walaupun sebenarnya dia adalah seorang istri dari seorang Predir ternama di negeri ini.


Malam itu Kinan benar-benar terlihat sangat cantik, dia memilih gaun warna pastel dengan potongan sederhana, dengan panjang sedikit di atas lutut, tapi yang membuat dia terlihat waaah adalah dia mengenakan kalung berlian yang diberikan Langit saat pernikahan mereka.


Dan benar saja, begitu masuk ruangan pesta seketika itu juga dia seperti menjadi pusat tata surya malam itu, semua mata melihatnya penuh kekaguman ketika melihatnya.


"Kamu makin cantik aja!" Kata Desi, dia langsung memeluk tubuh indah Kinan.


"Gue kangen banget tau."


"Gue juga kangen Des. Halo baby…" Ucap Kinan sambil mengelus-elus perut sahabatnya yang mulai membuncit.


"Udah mulai gerak loh Kin." Terdengar kebanggaan dan kegembiraan saat Desi menceritakan kehamilannya.


"Kalian dateng berduaan lagi? Kenapa ga kawin aja sih kalian!" Celetuk Desi yang membuat hati Fadli berdenyut sakit.


"Tadinya sih gitu." Jawab Kinan mengambang.


"Maksud lu?" Desi mulai menduga-duga.


"Boong, becanda." 


Fadli hanya tersenyum menimpali jawaban Kinan, hatinya kembali sakit, ada penyesalan pada dirinya karena tidak pernah mengambil kesempatan untuk mengutarakan cintanya pada Kinan.


"Kin, gue ampir nyangka lu punya hubungan sama Presdir PT. MAHESA GROUP loh."


Kinan tersedak minuman yang diteguknya, dia terbatuk-batuk mendengar ucapan Desi.


"Kok elu bisa nyangka gitu? Gimana ceritanya?" Ucap Kinan penasaran.


"Beberapa bulan lalu, gue liat di akun gosip Presdir ganteng itu lagi ciuman sama cewek, ya walaupun muka tuh cewek ga jelas tapi gue perhatiin postur tubuhnya mirip lu banget." Jawab Desi.


Kinan hanya tersenyum canggung, karena pada kenyataannya dia lah yang mencium suaminya saat itu.


Presdir ganteng katanya, dia kagak tau aja aslinya kayak gimana, satu-satunya manusia yang bikin gue darah tinggi tiap hari.


Kinan dan Desi bergabung dengan teman-teman yang lain, rata-rata diantara mereka sudah berkeluarga, hanya beberapa saja yang masih lajang.


Mata Kinan dan teman-temannya langsung tertuju pada pintu masuk ketika melihat Helena yang tak seorangpun dapat mengkritik penampilannya karena dia pun terlihat sangat mempesona seperti biasanya. Helen datang bergandengan tangan dengan seorang pria tampan yang umurnya seperti sedikit lebih muda dengan mereka.


"Nenek sihir datang juga!" Ucap salah seorang teman Kinan.


"Bawa berondong dia kayaknya, cowoknya imut-imut banget." Desi cekikikan.


"Dapet nyewa kali." Celetuk Kinan.


Ucapan Kinan disambut cekikikan dari yang mendengarnya.


"Hai Kinan ketemu lagi kita ya?" Sapa Helen ketika dia mendatangi mereka.


"Bukankah terakhir kita ketemu disini juga kan?" Lanjutnya.


Kinan tidak menanggapi, siapa yang tidak ingat, gara-gara hanya untuk membuat Helen malu membuatnya jadi memiliki hutang 50 milyar kepada Langit yang berakibat menjadikannya istri Langit saat ini, tapi Kinan hanya tersenyum, dia sedang malas berdebat dengan siapapun, karena hampir setiap hari dia berdebat dengan suaminya yang dirasanya semakin sering membuatnya kesal


"Kamu dicampakkan lagi oleh kekasihmu? Heh?" Sindir Helen.


Mendengar sindirannya Kinan mulai tersulut emosi, tapi sekuat tenaga dia menahannya. Bisa panjang urusannya jika dia harus bertarung di pengadilan melawan Helen.


"Pacarku sibuk." Jawab Kinan.


Jawaban Kinan membuat Desi dan beberapa temannya yang mendengar percakapan mereka sedikit terkejut.


"Sibuk?" Ejek Helen.


"Atau jangan-jangan kau seperti biasanya dicampakkan oleh kekasihmu setelah bosan menikmati tubuhmu?" Bisik Helen di telinga Kinan, walaupun masih terdengar oleh beberapa teman yang ada di dekat mereka.


"Bukankah kau tau siapa kekasihku, aku takut kau akan meneteskan liurmu bila melihatnya lagi, karena semakin hari dia semakin terlihat seksi." Ucap Kinan dengan nada sedikit menggoda pada kata seksi. Dia masih berusaha mengontrol emosinya.


Jawaban Kinan membuat Fadli kecewa, karena dia terang-terangan memuji ketampanan Langit di depan orang banyak.


"Cih,,,itu alasanmu saja. Aku yakin kau sudah dicampakkan olehnya. Atau jangan-jangan kalian memang tidak pernah berhubungan seperti yang Langit ceritakan, kau hanya ingin mempermalukanku hingga berani menciumnya dihadapanku." Ucapan Helen membuat Kinan salah tingkah, karena yang diucapkan Helen memang benar adanya.


"Terserah apa katamu, aku tidak peduli. Karena bagaimanapun Langit tetaplah milikku." Jawab Kinan sombong, karena itulah kenyataannya sekarang, dibalik perjanjian apa yang telah mereka sepakati, tapi tetap Kinan lah pemilik sah Sang Presdir.


"Kalau begitu buktikan pada kami kalau dia memang milikmu?" Tantang Helen.


Untuk saat ini ingin sekali Kinan meminta kepada Tuhan untuk dihadirkan Langit untuknya. Agar membuat Helen menutup mulutnya karena malu. Tapi itu sangat tidak mungkin, karena suaminya sedang berada di luar negeri.


Tapi tak seorangpun kecuali Fadli yang tahu tentang pernikahan mereka. Kalaupun Kinan memberitahukan pernikahannya sudah dipastikan dia hanya akan jadi bahan tertawaan teman-temannya.


"Maaf aku telat datang Sayang!"