LOVE IS SO SWEET

LOVE IS SO SWEET
Memulai Misi



Bara memulai misinya, hari itu dia sengaja mendatangi kantor Kakaknya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Sebelumnya Bara memberi tahukan rencana kedatangannya kepada David, agar dia bisa mengosongkan jadwal Kakaknya selama dia mendatangi kantornya.


"Kak, aku sudah tahu apa yang kalian sembunyikan kepadaku dan juga keluarga." Ucap Bara ketika memasuki ruangan Kakaknya tanpa mengetuk pintu dahulu.


Langit terkejut mendengar perkataan adiknya itu. Dia segera menutup tirai dan pintu ruangan itu dengan remote control yang ada di meja kerjanya.


"Jaga bicaramu! Kau bisa membongkarnya ke seluruh karyawan. Dasar Bodoh!" Bentak Langit.


"Kau yang Bodoh!" Balas Bara juga dengan nada suara yang tak kalah tinggi.


"Kau dan Kak Kinan sudah mempermainkan sucinya pernikahan dengan perjanjian bodoh kalian!"


"Apa David yang memberitahukan ini?" Tanya Langit, tapi dengan nada yang sudah biasa.


"Siapa lagi? Aku memaksanya membuka mulutnya, dengan mengancam akan sedikit mengganggu orang tuanya jika dia tidak membuka mulutnya." Jawab Bara, seolah itu yang terjadi pada David.


"Ini hanya dua tahun, setelah itu aku akan melepaskannya. Kau tak perlu khawatir, selama kau tidak buka mulut, rahasia ini akan aman." Jawabnya santai, sambil memutar-mutar kursi kebesarannya.


"Aku memang sudah curiga, masa pria sepertimu mau menikahi gadis tidak sopan seperti dia. Aku juga tidak suka kepadanya." Bara memulai aksinya.


"Dan kau akan sangat membencinya jika tahu bagaimana cara dia terus membuatku gila setiap harinya." Sambil bergidik membayangkan apa yang telah Kinan lakukan kepadanya selama ini.


"Aku punya rencana untuk wanita itu." Bara tersenyum jahat.


"Apa?"Langit antusias.


"Bagaimana kalau kau buat dia jatuh cinta kepadamu, setelah  dia benar-benar mencintaimu, hempaskan dia!" Lanjut Bara, penuh kebencian kepada Kinan. 


"Jadi aku harus berpura-pura baik kepadanya?" Langit mulai memikirkannya. "Ah tidak, tidak! Memikirkannya saja aku sudah merinding. Aku ingin dia tersiksa seperti dia menyiksaku." 


"Bayangkan saja olehmu dia yang sudah jatuh cinta padamu, tapi tiba-tiba kau buang dia begitu saja? Apa itu tidak menyakitkan menurutmu?"


Langit membayangkan apa yang dia rasakan saat tunangannya tiba-tiba meminta putus tiga tahun lalu, itu adalah momen paling menyakitkan baginya. Dan saat itu juga dengan bodohnya dia menyetujui ide Bara yang akan menjerumuskannya kedalam permainan Bara dan David. 


Bara menyusun strategi bersama Langit agar dia bersikap baik kepada Kinan, tidak memulai pertengkaran, dan lebih mengalah kepada istrinya.


Langit berkali-kali bergidik membayangkan apa yang akan dilakukannya kepada Kinan.


*


Seperti biasanya Kinan pulang kerja dengan wajah lusuh, bahkan di menyeret blazernya seolah dia sudah tidak memiliki kekuatan untuk mengangkatnya.


"Mau minum?" Langit menyodorkan segelas air kepada istrinya. Dia sedang memulai aksinya untuk membuat Kinan jatuh cinta.


Dengan curiga dia melihat dengan seksama air yang diberikan suaminya.


"Apa kamu sedang berusaha melenyapkanku?" Tanya Kinan sinis.


Langit menahan amarahnya karena ucapan Kinan, lalu ia meminum air yang dia berikan untuk Kinan sambil tersenyum.


Lagi-lagi kelakuan Kinan membuat Langit naik pitam, dia kembali melihat Kinan tertidur di ranjangnya dengan posisi telungkup.


Sampai kapan aku harus bersikap baik pada wanita gila ini?


Langit membangunkan Kinan satu jam sebelum jam masuk kerjanya, dia sengaja melakukannya agar bisa mengantarkan Kinan berangkat kerja.


Pagi harinya Langit terbangun oleh nyaringnya suara alarm dari handphone Kinan. Tapi Kinan masih terlelap dalam mimpi indahnya.


"Huaaaaaa,,, gue telaaaaat!" Kinan segera berlari ke kamar mandi secepat kilat ketika melihat jam dinding kamarnya menunjukkan pukul tujuh pagi.


Ini adalah salah satu rencananya untuk bisa mengantar istrinya. Bahkan Langit sengaja menyembunyikan kunci mobil Kinan agar misinya berhasil.


Kinan memasukkan semua alat riasnya ke dalam tas, karena tak ada waktu untuk merias diri di rumah, bahkan dia tidak sempat memilih sepatu kerjanya.


Kinan kembali disibukkan dengan mencari kunci mobilnya, karena tidak bisa menemukan kuncinya akhirnya dia memilih untuk menunggu taxi di halte depan apartemen.


"Ayo masuk mobilku, pagi ini aku sedang berbaik hati untuk mengantarmu kerja." Ucap Langit ketika dia menghentikan mobilnya di hadapan Kinan.


Tapi Kinan masih curiga bahwa suaminya akan mengerjainya lagi seperti biasanya, dia memalingkan wajahnya, dan pura-pura tidak peduli.


"Ayolah! Sebelum aku berubah pikiran!" 


Dengan terpaksa Kinan masuk kedalam mobil mewah suaminya.


"Apa sih yang sedang kamu rencanakan? Aku yakin ada rencana tersembunyi dibalik kebaikanmu ini." Ucap Kinan sinis.


Langit hanya tersenyum, melihat tatapan tajam istrinya yang wajahnya belum di makeup.


"Para suruhan Nenek sedang memperhatikan kita, Maka selama sebulan ini aku akan mengantarmu berangkat ke kantor, sebagai imbalannya kau boleh tidur di ranjangku."


Kinan sangat antusias mendengar tawaran dari Langit, wajahnya yang tadi kesal berubah menjadi sangat bersemangat.


"Kalau begitu kamu boleh mengantarku setiap hari suamiku." Mengedipkan sebelah matanya ke arah Langit.


Heh, kau akan terperangkap dalam jebakanku gadis sinting!


Berita tentang Langit sering berseliweran di berbagai media, ketampanannya lah yang membuat dia selalu jadi objek pewarta.


Demikian pula hari ini, kali ini dia sedang digosipkan menikahi seorang wanita secara diam-diam. Karena melihat cincin yang melingkar di jari manis Langit.


"Apa bener berita itu ya?" Ucap salah satu rekan Kinan, Reni.


"Aku patah hati, tapi kalo dia mau jadiin aku selirnya aku relaaa." Lanjutnya.


"Aku juga mau kok dijadiin istri kedua, ketiga atau ke empatnya Mas ganteng itu." Timpal Salsa.


"Tapi siapa ya kira-kira? Apa dia cewek yang sama yang dia cium waktu itu?" Reni mulai menerka-nerka.


"Oh iya, aku inget cewek yang postur tubuhnya mirip Mbak Kinan itu kan?" Jawab yang lain.


"Iya, aku sampe nelpon Mbak Kinan loh waktu berita itu muncul. Aku kira itu Mbak Kinan." Ucap Reni.


"Cih, kalian ga tau aja sifat aslinya kayak gimana. Dia itu monster dalam wujud pria tampan." Kinan kelepasan bicara.