
Hari minggu pagi, di kebun belakang, terdapat banyak bunga poppy yang sedang mekar. Lisa duduk sambil membaca novel lama karya Jane Austen. Lisa memang lebih menyukai kisah-kisah romantis yang kompleks. Terlebih kisah cinta gadis-gadis eropa abad pertengahan, yang menggambarkan keanggunan, martabat yang tinggi dan berbagai jenis hubungan aneh antara bangsawan satu dan yang lainnya.
Lisa begitu hanyut dalam cerita di novel. Ia tidak menyadari batang bunga matahari di ujung tempat ia duduk telah bergerak-gerak aneh. Suara gemerincing diiringi dengan kilau kilau cahaya keemasan bertebaran di sekitar bunga matahari besar yang sedang mekar. Seperti ada kunang-kunang di pagi hari. Semua itu tidak disadari juga oleh Lisa.
Nampak seorang ibu yang masih terlihat sangat cantik sedang berdiri memandangi Lisa dengan takjub. Ada rasa haru dan kagum disaat yang sama. Tak sadar, sebuah senyum mengembang dari bibir sang ibu. Ada titik air mata haru di ujung mata yang mendesak untuk keluar. Ia lega. Sungguh, sangat lega.
Merasa ada yang sedang memperhatikan dia, Lisa pun menoleh.
"Ibunda," Lisa segera berdiri, menghambur ke dalam pelukan Ibu Peri nya.
"Kau telah sampai ke sini dengan selamat nak," Ibu Peri dengan penuh sayang membelai rambut halus Lisa. "Ibu tidak pernah berhenti memikirkanmu," Ibu Peri melanjutkan.
"Ya, bunda.. Terimakasih kalian telah mengantarku dengan selamat," Mata Lisa juga berkaca-kaca. Bagaimana pun ia juga merindukan Ibu Perinya.
"Maaf, bunda baru sempat menjengukmu sekarang. Pernikahan Peri Jisoo dan Peri Taehyung benar-benar menyita waktu, kau tau..." Ibu Peri berusaha menjelaskan.
Lisa tersenyum. Ia tau masih ada hal yang ingin disampaikan oleh Ibu Peri. Lisa telah hapal dengan gerak-gerik Ibundanya ini.
"Bunda tau, kamu akan sangat sulit untuk kembali lagi ke dunia peri sebagai manusia, tapi..."
Perkataan sang Ibu Peri terpotong karena kehadiran Ayah Lisa yang baru saja pulang dari lari pagi. Tidak mau terlihat aneh karena terlihat berbicara sendiri, Lisa pun diam. Ibu Peri paham situasinya.
"Lisa, kok di luar sayang. Hari ini cuaca cukup dingin loh," Sang Ayah menuntun anak semata wayangnya untuk masuk ke dalam rumah. Lisa melihat Ibu Peri dan Ibu Peri pamit yang diangguki oleh Lisa.
***
Sebuah kamar bernuansa sage, nampak sangat sejuk. Ada beberapa tanaman rambat yang menghiasi beberapa rak menambah keindahan. Lisa merebahkan dirinya, memeluk boneka wortel besar yang menggemaskan. Pikiran Lisa melayang jauh. Wajahnya termenung lucu.
"Apa yang ingin disampaikan oleh ibunda peri?Apakah ada masalah yang terjadi? Ibunda Peri nampak khawatir," Lisa merenungkan pertemuannya dengan Ibu Peri pagi tadi.
Lisa menghela nafas panjang. Ia kembali tidak tenang. Apakah ia harus kembali lagi ke dunia peri? Tapi kali ini sangat berbeda. Tidak ada undangan, portal tidak akan terbuka untuknya. Sementara Lisa tidak ingin mengganggu Peri Jisoo yang mungkin sedang bersenang-senang dengan Peri Taehyung.
Dering handphone membuyarkan lamunan Lisa. Dengan malas, ia mengambil handphone di nakas.
Jungkook!
"Halo,"
"Sayang, apakah kau ingin ku bawakan sesuatu? Aku sedang berada di dekat rumahmu,"
"Kau akan mampir?" Lisa mendadak bersemangat.
"Tentu saja. Aku sangat merindukanmu,"
Lisa tersenyum. Ia mendadak lupa dengan permasalahan dunia peri. Menurut Lisa, jika ada sesuatu yang terjadi dan membutuhkannya, Ibu Peri pasti akan kembali mengunjunginya.
***
Di dunia peri, Ibu Peri sedang duduk sambil memperhatikan Peri Lalisa yang sedang mengekstrak madu dari bunga rosella. Madu ini akan menjadi obat penawar yang musti dimiliki oleh semua peri di Negeri Peri Bunga. Hal ini pentinv mengingat ada banyak bunga dan tanaman beracun di sekitar mereka. Madu rosella akan menetralisir mereka dari efek racun yang berbahaya.
"Ibu, apakah kau akan memandangiku terus menerus begitu?"
"Ibu ingin minum madu hangat? Kemarin aku menemukan jahe di ujung jalan desa. Pasti sangat hangat jika diseduh bersama madu rosella,"
Ibu Peri menggeleng. Ia menghampiri putrinya dan membantunya mengekstrak madu rosella. Dengan sangat telaten ia memisahkan kelopak-kelopak bunga rosella.
"Bagaimana persiapan pernikahanmu dengan Peri Jung?"
"Lancar. Terimakasih ibu sudah begitu banyak membantu kami," Lisa menggenggam tangan Ibunda Peri.
"Sayang, ibu berhutang banyak padamu. Hal itu bukanlah apa-apa,"
"Ibu...." Lisa menegur ibunya dengan nada selembut mungkin. Ia tidak ingin ibunya terus dihantui rasa bersalah. Ia dan Lisa sudah sangat ikhlas dengan apa yang sudah terjadi. Ibu Perj mengusap rambut Peri Lalisa perlahan. Peri Lalisa pun meletakkan kepalanya di pangkuan sang ibu.
"Ibu jangan merasa bersalah. Aku dan Lisa sangat senang karena mendapatkan orang tua yang sangat baik. Selama aku ada di dunia manusia pun, kedua orang tuaku juga sangat menyayangiku," Lisa meraih tangan ibunya. "Aku menyayangimu ibu, berbahagialah," Lisa mencium punggung tangan ibundanya.
Ibu Peri semakin mempererat pelukannya. Ia sungguh bersyukur mendapatkan putri-putri yang sangat baik hati.
"Apakah kau akan mengundang Lisa kemari?"
Peri Lalisa tentu saja ingin mengundang Lisa juga. Tetapi ia tidak berani. Lisa baru saja terlepas dari genggaman maut. Ia tidak mungkin kembali membawanya menuju mulut maut sekali lagi.
"Aku mengunjungi Lisa. Dia nampak sangat cantik. Ayahnya juga terlihat sangat baik," Ibu Peri mengingat pertemuan mereka.
"Ibu bertemu dengan ayah? Tidakkah ayah memberimu pertanyaan-pertanyaan aneh?" Peri Lalisa nampak sangat kaget.
"Ayah Lisa tentu tidak bisa melihat ibu, sayang," Ibu Peri nampak heran. "Ada apa sayang?" Ibu Peri kembali bertanya.
"Oh ya kah? Ketika aku masih di dunia manusia. Terkadang aku bertemu beberapa Peri, termasuk Peri Jung juga," Peri Lalisa menjelaskan.
"Hal itu wajar karena kau kan memiliii darah peri," Ibu Peri memberi penjelasan.
Perj Lalisa mengangguk saja. Hal itu sangat mungkin terjadi. Pembicaraan mereka berlanjut dengan cerita-cerita ringan tentang masa lalu Peri Lalisa. Ibu Peri pun juga sesekali menceritakan tentang Lisa. Sementara dalam hatinya masih terus mempertimbangkan, haruskah ia mengundang Lisa?
***
"Ada apa?" Jungkook menatap lembut ke arah Lisa.
"Tadi pagi, Ibu Peri mengunjungiku. Sepertinya ada sesuatu yang ingin dia sampaikan. Aku merasa sangat khawatir," Lisa berusaha mengingat kembali kalimat terakhir yang Ibu Peri sampaikan padanya. Mendengar dunia peri kembali disebut, Jungkook merasa gugup. Ia mendadak terdiam.
"Sepertinya Ibunda ingin aku mempertimbangkan untuk kembali ke dunia peri," Lisa nampak menimbang-nimbang.
"Lisa, kau ingin pergi?" Jungkook jelas-jelas sangat khawatir.
"Tidak. Tapi aku mencemaskan ibuku," Lisa memandang Jungkook. Jungkook langsung memeluk Lisa posesif. Ia tidak ingin kehilangan Lisa. Ia lebih tidak ingin ada sesuatu hal yang membahayakan seperti sebelumnya.
Lisa membalas pelukan Jungkook. Ia bisa memahami perasaan Jungkook. Jika dibalik, ia pun tidak akan mengizinkan Jungkook kembali ke sesuatu yang bisa membahayakannya. Lisa hanya bisa berusaha menepiskan setiap rasa khawatirnya dan menggantinya dengan doa. Semoga Ibu Peri dan Dunia Peri berjalan baik-baik saja.
*****