Lisa & Lalisa (Liskook)

Lisa & Lalisa (Liskook)
Lalisa Manoban



"Yeaaaayyyy.... Mamaaaaaa aku menaaanng"


Mama tergopoh-gopoh berlari ke depan. Menyambut aku yang udah lari-lari kecil sambil cengengesan.


"Kau menang nak?"


"Lalu apa kau akan pergi?"


Ekspresi mama tiba-tiba berubah muruh. Ah mama, tentu saja aku harus pergi. Apakah aku hanya akan menyia-nyiakan kesempatan ini? Aku menghampiri mama dan memeluknya.


"Ma.."


"Mama keberatan kah?"


Aku tidak bisa bersikap seenaknya sama mama. Mama adalah wanita yang lembut dan baik hati. Menyakitinya adalah sesuatu yang paling kuhindari. Sebesar apapun keinginanku untuk pergi, tentu harus dengan izin mama.


"Mama mengizinkanmu. Mama sangat senang. Putri mama yang cantik dan pintar ini, akhirnya berhasil selangkah lebih dekat dengan mimpinya."


"Mama hanya merasa udah kangen aja."


Aiiihh mama diajarin ngegombal sama siala sih? Aku tersenyum. Aku pun merasa sedih akan jauh dari Mama. Pasti akan rindu sekali. Kami berpelukan sangat lama. Hingga kami tak sadar, papa sudah di sana, geleng-geleng melihat drama putri dan mamanya ini.


"Apakah aku ketinggalan cerita?"


"Papaaa.."


Aku menghambur ke dalam pelukan papa. Papa mengusap kepalaku lembut dan penuh kasih sayang. Aku menyodorkan sebuah piala dan piagam penghargaan, serta sebuah surat undangan untuk mengikuti training di GG Entertaintment Korea.


"Anakku hebat sekali. Bisa menenangkan lomba menari hingga diundang ke korea. Selamat sayang."


"Terimakasih papa"


Aku memeluknya sekali lagi.


***


Namaku Lalisa Manoban. Kau bisa memanggilku Lisa atau apapun asal itu terdengar imut dan bagus. Aku pasti akan menyukainya. Aku lahir dan besar di Thailand. Saat ini aku berusia 13 tahun. Papaku seorang chef yang diakui kemampuannya di tingkat international, dan mamaku adalah seorang chef yang sangat kami akui kemampuan memasaknya di tingkat keluarga. Ya, aku lebih suka masakan Mama. Lebih terasa makanan rumah hahaha maaf papa.


Dari kecil, aku sudah sangat menyukai dance. Salah satu genre dance yang selalu aku cover adalah kpop. Suatu hari, GG Entertaintment, sebuah agency idol group yang populer di korea mengadakan audisi di negaraku.


Ini adalah kesempatanku, tentu aku tidak akan menyia-nyiakan ini. Aku mendaftar dan aku semakin giat berlatih. Aku sangat suka menari, menyalurkan segenap perasaan dan ekspresi dalam gerakan yang harmonis dengan irama lagu. Setiap aku melakukan itu, aku seperti terhipnotis. Rasanya hanya ada aku dan tarian-tarian ini. Perasaanku terus membuncah seiring dengan ketukan irama yang mengiringi setiap gerak gerik seluruh anggota badanku.


Hari ini, akhirnya, hari yang aku nantikan telah tiba. Bersama dengan 3000 lebih peserta lainnya, aku menunggu giliranku untuk audisi. Deg-degan. Tentu saja. Akhirnya aku selangkah lebih dekat dengan mimpiku.


Waktu berlalu terasa sangat lambat. Hatiku berdegup sangat cepat saat panitia audisi memanggil namaku. Baiklah. Saatnya memberikan yang terbaik. Hasilnya seperti apa ya bagaimana nanti saja.


Aku tersenyum hangat. Senyum ini langsung dari dasar hatiku, seperti ingin mengatakan, percayalah akan ku lakukan yang terbaik untuk membuatmu tak menyesal melihat pertunjukanku.


Saat juri mempersilahkanku menunjukkan bakatku, sekali lagi aku merasa dirasuki. Tubuhku, ekspresiku, mereka bergerak dan memancarkan auranya sendiri. Aku? Oh aku sangat menikmati penampilan ini. Tanpa beban. Bebas seperti burung yang terlepas. Aku terbang, melompat, melangkah, menatap, sesekali tersenyum, mengikuti setiap hentakan irama R&B dari lagu-lagu yang sudah di mash up.


Saat penampilanku berakhir, juri bertepuk tangan dengan sumringah. Ah! Sebuah apresiasi yang bagus. Aku senang, walaupun masih belum tau apakah akan menang atau tidak. Yang penting aku sudah memberikan kemampuan terbaikku.


***


"Lisa, kau sudah selesai berkemas?"


"Tentu.. Kan mama yang bantu aku dari kemarin.."


"Udah ga ada yang ketinggalan kan?"


"Udah.. Lengkap.."


Aku tau mama khawatir. Tahun lalu, saat aku menang audisi dari GG Entertaintment, kami berdua tau hari ini akan datang. Selama setahun ini, aku mempersiapkan banyak hal sebelum akhirnya aku benar- benar pergi untuk menjadi seorang trainee di GG Entertaintment. Tapi ternyata aku ga pernah benar-benar siap untuk berpisah dengan keluargaku. Pasti akan sangat rindu nanti. Begitu juga mama.


Mama menangis. Aku terdiam dan hanya bisa memeluknya. Papa melihat pemandangan penuh drama sinetron segera mencairkan suasana.


"Hei.. Kita tidak akan berpisah terlalu lama. Lagian sekarang bisa video call setiap waktu."


"Lisa, apa kau mau mengorbankan semua cita-cita kamu dan berhenti pergi ke korea?"


"Tentu tidak papa"


"Ayo tegarkan dirimu. Kamu anak papa yang kuat dan berani"


Aku tau papa mengatakan itu sambil menahan air matanya. Ia mengatakan semua kalimat nya dengan suara yang bergetar. Papa, aku pindah ke pelukan papa dan menangis.


Pa, Ma, doakan aku.


***