
Seorang pemuda tampan sedang membersihkan ruang perpustakaan di rumah orang tua angkatnya yang besar. Rumah besar itu tidak mempekerjakan asisten rumah tangga yang banyak. Hanya ada satu juru masak, satu tukang kebun, dan satu tukang bersih-bersih. Lalu Jungkook akan membantu tugas ketiga orang itu. Orang tua angkatnya memiliki tiga orang anak yang kesemuanya sudah besar dan bekerja di luar negeri. Salah satunya bahkan sudah bekerja di perusahaan multi nasional.
Walaupun Jungkook hanya merupakan anak angkat, tapi ia diperlakukan sama dengan ketiga anak kandung di rumah itu. Jungkook senang tinggal dalam keluarga yang baik itu. Ketiga putra dan putri orang tua angkatnya menghormati dan menyayanginya sebagai adik bungsu, seperti adik kandung mereka sendiri.
Kim Soekjin, anak pertama orang tua angkatnya, yang menuuruhnya untuk bersemangat melanjuykan studi di bidang pertanian. Agar suatu hari, jika Soekjin dan kedua saudaranya tidak bisa merawat pertanian ratusan hektar milik orang tuanya, mereka bisa mempercayakan pengurusannya pada Jungkook.
Kim Rose, putri sekaligus kakak perempuan angkat yang sangat menyayangi Jungkook seperti adiknya sendiri. Ia selalu memberikan Jungkook berbagai macam buku dan hadiah-hadiah lain yang sering diterimanya ketika kakak perempuannya ketika kakak perempuannya itu pulang dari negeri.
Kim Hoseok, putra bungsu orang tua angkatnya, yang hanya setahun lebih tua dari Jungkook. Penampilannya terlihat cuek dan sepertinya tidak peduli pada apa pun. Tapi, dia lah yang merelakan mobilnya untuk digunakan Jungkook setelah Hoseok memutuskan mengikuti jejak kedua kakaknya untuk kuliah keluar negeri.
Awalnya, rumah besar itu selalu ramai dengan celoteh keempat putra, tuan muda dan nona muda serta Jungkook sendiri. Namun kini rumah itu tampak sepi karena semua penghuninya sibuk dengan dunianya masing-masing. Hanya Jungkook yang masih setia berkeliaran di rumah itu setiap waktu.
Jungkook dengan senang melakukan tugasnya membersihkan debu-debu sambil bersiul-siul. Ia suka bekerja dan menyibukkan diri. Karena ia sendiri suka membaca buku, ia akan berlama-lama ketika membersihkan perpustakaan sambil mencari buku apa saja yang sekiranya belum dibacanya atau buku yang sudah dibacanya namun ingin dibacanya kembali. Jungkook menelusuri setiap barisan buku yang berjejer rapi di rak kayu yang tinggi menjulang. Ia mencari jika ada buku yang mungkin menarik untuk dibaca. Perpustakaan yang besar milik keluarga Kim ini seolah tak pernah kehabisan buku untuk Jungkook baca.
Karena kepalanya sedang dipenuhi dengan dongeng dari gadis aneh bernama Lisa, ia memutuskan untuk membaca satu buku yang menarik perhatiannya hanya dengan membaca judulnya. Itu adalah buku yang menceritakan kisah dongeng. Ia menjentikkan jarinya dengan riang saat menarik sebuah buku dongeng terjemahan klasik mengenai dunia peri. Jungkook segera meletakkan lap pembersih debu dan duduk di kursi baca yang sudah tersedia di ruangan itu. Dalam sekian menit, dirinya sudah larut dalam bacaannya.
"Tersebutlah changeling dalam keajaiban dunia peri. Changeling adalah anak peri cacat yang ditukar dengan anak manusia yang normal. Seperti manusia, peri pun bisa melahirkan bayi-bayi peri yang cacat. Mereka sangat tidak rela jika peri yang mereka lahirkan ternyata cacat, dan hal itu akan sangat memalukan mereka. Maka mereka pun menukarnya. Dengan susah payah menembus dimensi waktu manusia, mereka mengendap-endap ke dalam kamar bayi manusia di malam hari, bayi manusia yang ditinggal tidur orang tuanya....."
"Ada satu rahasia. Sang peri harus mencari tahu dahulu sejarah bayi manusia yang akan diambilnya. Ia harus sama dengan kelahiran bayi perinya yang cacat. Jika kelahirannya bahkan di tanggal yang sama, jam yang sama dan menit yang sama, maka baik bayi manusia atau bayi peri itu akan saling menyerupai satu sama lain, alias kembar identik."
Jungkook tertegun setelah membaca seder tulisan itu. Ini seperti sekelumit cerita Lisa. Ah jangan-jangan Lisa juga membaca buku ini. Apakah dia hanya menceritakan ulang semua hal yang ada di dalam buku dongeng ini? Jungkook membatin sambil tersenyum mengingat Lisa.
Jungkook membalik lagi halaman buku yang sedang dibacanya. Ia tenggelam dalam lamunan dan khayalan mengenai kisah peri yang diceritakan dalam buku dongeng ini.
"Setelah bayi manusia itu dijaga oleh sang peri di dunia peri, sebenarnya, selayaknya manusia, dia tidak akan mampu menumbukan saya sebagaimana peri lainnya. Sang ibulah yang harus berjuang agar anaknya bisa punya sayap dengan menanamkan sayap buatan pada tubuh anaknya. Sayap yang diambil dari bagian sayap sang ibu itu sendiri. Caranya sangat menyakitkan. Bayi manusia yang masih kecil itu harus disayat di kedua bagian punggungnya untuk menanamkan benih sayap milik ibu perinya. Kedua anak beranak itu menangis dalam rasa perih yang sama."
"Selama bayi manusia hidup dalam dunia peri yang dipenuhi dengan kekuatan ajaib, tubuh manusia pun akan menyesuaikan diri dan dapat memiliki bentuk dan ukuran tubuh para peri. Terlebih lagi, sang bayi manusia juga diberikan bekal mantra sihir oleh sang ibu peri agar tidak ketahuan bahwa dia adalah seorang changelling."
Dengan tubuh bergidik, Jungkook ngeri membayangkan kejadian yang diceritakan pada buku dongeng itu. Kasihan sekali bayi tidak berdosa itu harus mengalami nasib buruk seperti itu.
"Di sisi lain, bayi peri di dunia manusia juga akan menyesuaikan diri dan tumbuh layaknya manusia pada umumnya. Sangat normal, paling tidak sebelum ia tumbuh menjadi remaja. Pada dunia peri, peri remaja akan mulai menumbuhkan sayap-sayap mereka yang berwarna-warni indah. Tapi, bayi peri yang hidup di dunia manusia tidak bisa melakukan itu. Benih sayap yang tersembunyi di balik punggungnya tidak bisa keluar karena tidak adanya hal magis di lingkungan sekitarnya. Sayap itu hanya akan tertahan di balik kulit punggung seperti kangker. Rasanya tentu saja sangat menyakitkan. Terkadang rasa sakit yang tak tertahan membuat para anak peri di dunia manusia tumbuh menjadi pribadi yang lebih pendiam dan murung. Seluruh kekuatan pada dirinya telah terkuras untuk menahan sakit pada punggungnya."
Jungkook kembali menghela napas dan menutup buku itu. Ia telah membaca satu bab perkenalan tentang dunia peri tersebut. Tentu saja lanjutannya akan semakin menarik. Setidaknya begitulah pikir Jungkook. Bab selanjutnya akan banyak membahas tentang kekuatan peri, tugas-tugasnya dan kehidupan mereka. Tapi, Jungkook merasa sudah cukup dengan apa yang dibacanya. Bulu kuduknya tidak hentinya meremang selama ia membacanya. Jika hal ini ia lakukan sebelum kenal dengan Lisa, tentu rasanya tidak akan semengerikan ini. Dan ia kini penasaran akan satu hal. Pikiran itu membuat Jungkook tersipu malu, tapi ia sangat penasaran. Jika yang dipikirkannya itu memang benar, ia akan mempercayai semua cerita Lisa bahwa dulunya ia adalah manusia yang terjebak dalam dunia peri atau katakanlah Lisa memang seorang peri. Jungkook tersenyum.
Setelah Jungkook menutup pintu perpustakaan, tidak ada yang tahu apa yang terjadi di dalam perpustakaan itu.
Di dalam perpustakaan itu, terbanglah dua sosok peri dari dalam buku dongeng yang baru saja dibaca oleh Jungkook. Mereka adalah peri cinta. Mereka menari dengan riang. Peri cinta memang ditugaskan untuk membantu para manusia yang sedang jatuh cinta dengan keajaiban-keajaiban yang mereka punya. Kali ini, tugas mereka sepertinya sangat lancar.
***