
Karena penasaran yang semakin kuat melanda diri Jungkook pada gadis aneh bernama Lisa, ia malah membawanya pulang ke rumah.
"Dimana ini?" Tanya Liss. Setahunya Jungkook akan membawanya ke sebuah lapangan atau stadion untuk mengajarinya mengendarai mobil.
"Rumah majikanku," ujar Jungkook sambil tersenyum.
"Majikan?" Lisa mengerutkan kening tidak mengerti.
"Aku bukan anak orang kaya seperti pikiranmu," senyum Jungkook semakin misterius membuat Lisa malah semakin keras bertanya-tanya.
"Aku sama sekali tidak mengerti. Aku tidak tahu apa itu kaya. Bisa kau jelaskan untukku?" Pinta Lisa dengan wajah serius. Jungkook lalu menepuk jidatnya sendiri.
"Tentu saja kau tidak tahu apa itu perbedaan kaya dan miskin, kau kan peri!" Jungkook bermaksud mengejek, tapi Lisa malah mengangguk dengan mantap. Hal itu membuat Jungkook semakin tertawa.
Dalam dunia peri, mereka tidak mengenal kaya atau miskin. Walau pun ada raja dan rayat, tapi sebenernya mereka menikmati hal yang sama dan kemakmuran yang sama. Raja hanyalah pimpinan yang bisa mengarahkan dan mengatur kehidupan mereka, tapi bukan mengatur apa yang boleh dimakan atau dinikmati para peri. Yang ada hanyalah perbedaan peri jahat dan peri baik, peri sejati atau peri yang ditukar seperti dirinya.
"Begini, dalam dunia manusia selalu ada dua sisi mata uang," Jungkook dengan sabar mulai menjelaskan pada Lisa yang memperhatikan ucapannya dengan begitu serius. "Ada hitam dan putih, gelap dan terang, hidup dan mati, cantik dan jelek, kaya dan miskin..."
Jungkook turun dari mobil dan mengajak Lisa untuk duduk di sebuah bangku taman yang luas. Jungkook melirik sebentar ke arah pintu rumah sebelum melanjutkan.
"Kaya dan miskin adalah sebuah sebutan unthk membedakan status sosial atau kedudukan seseorang. Misalnya, jika ia adalah pejabat pemerintah yang memiliki aset kekayaan yang banyak, rumah dan mobil mewah, ia bisa disebut orang kaya. Atau jika ia adalah seorang artis papan atas dan memiliki banyak harta, ia bisa disebut juga orang kaya. Tapi, apa kau tau apa itu artis?" tanya Jungkook.
Lisa langsung menggeleng. "Pejabat pemerintahan itu apa?" tanyanya dengan tidak mengerti. Jungkook langsung ingin mengubur dirinya dalam tanah karena frustasi.
"Yang jelas aku bukan orang kaya. Aku adalah pembantu di rumah besar ini. Rumah ini adalah rumah pejabat kelas dua di pemerintahan. Aku adalah anak yatim piatu yang dipungut dari panti asuhan. Aku dibesarkan dan disekolahkan oleh orang tua asuhku..." saat menceritakan hal itu, Jungkook tidak mengerti mengapa ia harus menceritakannya pada Lisa. Di dunia ini tidak ada yang perlu tahu keadaannya yang sesungguhnya. Tapi entah bagaimana gadis aneh di depannya ini bisa membuatnya menjadi seterbuka ini.
Walaupun Lisa tidak mengerti banyak kata-kata dari cerita Jungkook, namun ia tahu yatim piatu berarti tidak memiliki ayah dan ibu. Secara garis besar ia bisa menarik kesimpulan bahwa kehidupan Jungkook sebenernya sepertinya cukup menyedihkan.
"Aku memotong rumput, membersihkan taman, mengangkat barang, membersihkan rumah, dan lain-lain. Mereka ingin aku sukses di masa depan, dan memperbolehkan aku menggunakan semua fasilitas yang ada seperti salah satu mobil yang tadi aku gunakan ke kampus agar memudahkan transportasiku. Begitulah, jadi, kalau kau berniat menyukaiku, sudah ku katakan sejak awal, bahwa aku bukan siapa-siapa. Jadi hati-hatilah, jangan sampai kau yang akhirnya malah jadi kecewa." Jungkook masih saja sinis terhadap niat Lisa mendekatinya.
Dengan wajah percaya diri, Jungkook memandangi wajah Lisa. Lisa tahu artinya. Ia menahan sebuah senyum di bibirnya.
"Menyukaimu?" tanya Lisa lucu. Jungkook mengangguk, masih tetap percaya diri. Ia melihat perubahan di wajah Lisa yang semula serius, kini sudah penuh kedutan sebagai tanda seseorang yang sedang berusaha keras menahan tawa. Mimik muka Lisa menjadi terlihat lucu, pancaran matanya juga polos dan ceria. Seperti anak-anak.
Pada akhirnya Lisa sudah tidak bisa lagi menahan tawanya. "Hahaha, kau lucu sekali," ia lalu tertawa terbahak-bahak di depan Jungkook yang membuat Jungkook merasa salah tingkah dan sedikit malu atas sikapnya yang kege-eran tadi. Saat itulah dia tahu dan menyadari bahwa Lisa begitu tulus mengajaknya berteman. Tawa Lisa yang terdengar lepas dan tidak dibuat-buat terdengar sangat renyah di telinga Jungkook. Kepolosan dan ketulusan yang memancar dari mata gadis cantik itu membuat Jungkook percaya bahwa Lisa memiliki hati yang begitu tulus.
"Aku memang menyukaimu sejak awal kita bertemu," aku Lisa.
"Ne?!" Jungkook mulai mendelik. "Maksudmu pada Peri Jung?" lalu Jungkook mulai menggerutu.
"Betul sekali!" Lisa menjentikkan jarinya. " Maka dari itu aku pun ingin berteman denganmu," imbuhnya.
"Aku pikir kau tulus padaku," ujar Jungkook sedikit kecewa.
"Apa maksudmu?" Lisa bertanya.
"Kau tahu aku tidak suka dibandingkan. Itu artinya kau menyukai Peri Jung, bukan diriku." entah kenapa harga diri Jungkook merasa dilukai karena pernyataan Lisa.
"Hei, aku sekarang di dunia manusia, bukan lagi ada di dunia peri. Kau tahu kan apa maksudku?" tanya Lisa kembali serius.
Jungkook merenung sejenak. Itu artinya Lisa yang awalnya peri atau manusia yang terjebak di dunia peri telah kembali ke dunia manusia untuk selamanya. Lisa tidak bisa lagi kembalo ke dunia peri dan bertemu dengan Peri Jung.
"Maksudmu kau menjadikan aku sebagai pelarian?" tanya Jungkook menuntut sebuah kepastian. Ia sendiri merasa aneh dengan dirinya sendiri.
"Apa itu pelarian? Bukankah kita sedang duduk di sini dan bukan sedang berlari?" tanya Losa, masih dengan sikap polosnya.
"Ah sudahlah. Sulit berbicara denganmu," Jungkook mengacak rambutnya. Lisa tertegun memandangi lelaki tampan dan lucu di depannya.
"Aku akan bekerja setelah ini. Kau tunggu aku di sini. Nanti sore aku akan mengajarimu mengendarai mobil. Bagaimana?" tanta Jungkook. Lisa dengan patuh hanya mengangguk.
"Tidak akan lama," janji Jungkook.
"Lalu, kemana majikanmu?" tanya Lisa. Ia mulai mengerti bahwa Jungkook bekerja dan pastinya ada seseorang yang memperkerjakannya.
"Tentu saja mereka sedang bekerja di kantor. Ah, nanti saja ku jelaskan. Kau tunggu aku di sini. Mengerti?"
"Arasseo," Lisa tersenyum manis membuat Jungkook ikut tersenyum. Ia segera menghilang di balik taman dan meninggalkan Lisa yang menunggu. Lisa melihat ke sekeliling taman yang nampak sepi. Ia menatap bunga-bunga indah di dalam pot yang mulai tertutup salju. Melihat tumbuhan yang berjejer rapi itu membuat Lisa teringat masa-masa saat ia masih ada di dunia peri. Tiba-tiba rasa rindu kembali menyelimuti hatinya. Bagaimana pun, Lisa hidup di dunia peri dalam jangka waktu yang cukup lama. Kehidupannya telah sangat membekas di sana. Akhirnya Lisa mulai gatal untuk ikut bekerja. Lisa pun mulai menggosokkan ke dua tangannya dan berdiri.
*****