Lisa & Lalisa (Liskook)

Lisa & Lalisa (Liskook)
Bab Dua Puluh Dua



Lisa membuka jendela kamarnya dan membiarkan sosok itu mendekat ke arahnya. Ia memandang sosok itu dengan tersenyum bahagia.


"Akhirnya aku menemukanmu," ujar Peri Jung sambil tersenyum pada Lisa yang kini mulai tertawa riang.


"Senang sekali bisa melihatmu lagi," balas Lisa.


"Pantas saja dulu aku seperti pernah melihat dirimu ketika kita bertemu untuk pertama kalinya, ternyata aku memang pernah melihat dirimu yang lain.." ujar Peri Jung. Lisa senang sekali mendengarnya.


"Aku juga melihat seseorang yang mirip sekali denganmu, Peri Jung"


"Benarkah?" Peri Jung tersenyum. Lisa mengangguk.


"Aku jadi berpikir. Apakah kau juga peri yang ditukar seperti diriku?"


"Tidak, Peri Lisa. Aku tidak pernah tertukar apalagi ditukar seperti dirimu," Peri Jung menggeleng. Ia mulai terbang menjauhi jendela. Lisa tertegun melihatnya, tangannya berusaha mencegah Peri Jung agar tidak terbang semakin menjauh. Tapi Peri Jung memang harus pergi. Ia terbang dan melambaikan tangannya pada Lisa.


"Aku akan selalu mengingatmu," Lambaian tangan Peri Jung seperti salam perpisahan yang terakhir kalinya untuk Lisa.


"Jangan pergi!" Lisa berteriak sedih. Suaranya tercekat dan matanya terasa hangat.


"Kita sudah berbeda dunia, Peri Lisa. Kita tidak mungkin bersama dalam dimensi waktu yang berbeda..." suara Peri Jung terdengar semakin menjauh dan air mata menetes di pipi Lisa. Lisa lalu menangis terisak-isak dan merasa begitu sedih.


Kemudian Lisa pun terbangun. Ia memandang ke bukit bersalju yang tampak lengang. Ia masih mendekap buku yang tadi dibacanya. Ternyata ia ketiduran dan bermimpi. Mimpinya terasa begitu nyata dan menyedihkan. Lisa mengusap matanya yang benar-benar basah.


"Jadi, kau mengucapkan selamat tinggal..." gumam Lisa lirih. Ia menarik napas lalu menutup jendela kamar dan tirainya. "Tentu saja kita sudah berada di dimensi waktu yang berbeda. Kita tidak akan bisa sembarangan bertemu lagi," Lisa menguatkan diri dan beranjak menuju tempat tidurnya.


Lisa memandang langit-langit kamarnya. Ia membayangkan wajah Peri Jung saat menggendongnya, saat mereka menghadapi monster bersama-sama, saat memakaikan mantel tupai salju ditubuhnya, saat Peri Jung menolongnya dari penyihir jahat. Di saat yang sama ia juga mengingat orang yang tadi berkenalan dengannya di kampus. Wajah mereka begitu mirip bahkan rasanya mereka memiliki wajah yang sama. Ia merasa heran. Ya, memang Peri Jung lebih putih dibanding dengan Joen Jungkook. Wajah Peri Jung juga lebih keras dan dingin karena ia adalah seorang Peri Salju. Apa Peri Jung dan Joen Jungkooj juga terlahir pada dimensi waktu yang terhenti tiba-tiba sehingga wajah mereka begitu mirip satu sama lain.


Di kejauhan, Peri Jung tersenyum dengan hati sedih. Ia tidak bisa menyentuh Peri Lisa lagi. Mereka sudah dipisahkan oleh dimensi waktu yang berbeda. Saat ia bisa melihat dan beratatapan dengan Peri Lalisa, adalah karena Peri Lalisa juga seorang peri seperti dirinya. Ia bisa berhubungan dan berkomunikasi dengan Peri Lisa karena pada saat itu Peri Lisa karena pada saat itu Peri Lisa sedang berada di dimensi waktu dunia peri. Sekarang ini, tidak bisa lagi. Peri Lisa bukanlah peri, tapi seorang manusia. Peri dan manusia tidak bisa bersatu bagaimana pun caranya.


Peri Jung mulai merelakan kepergian Peri Lisa dan mencoba merelakannya.


"Tidurlah, Peri Lisa yang cantik. Kau akan menemukanku dalam sosok yang lain dan kau juga akan selalu mengingatku. Aku akan selalu menyayangimu dari kejauhan.."


***


"Hei, Joen Jungkook!"


Gadis aneh itu kembali mendekati Jungkook yang sedang menghampiri mobilnya yang terparkir. Ia menggumam dengan jengkel dan menoleh.


"Kau sangat tidak sopan, ya!" ujar Jungkook kesal. Lisa dengan wajah polosnya hendak protes. Apanya yang tidak sopan?


"Berapa usiamu? Seharusnya kau lebih sopan ketika memanggil seseorang. Gunakan kata sapaan sun-bae-nim pada orang yang lebij tua darimu dan semacamnya," geruti Jungkook sebal.


"Berapa usiaku? Mungkin sekitar satu abad..." Lisa menghitung lalu mengangguk-angguk.


"Mwo?" mata Jungkook membelalak. Gadis ini benar-benar aneh dan tidak waras!


Mahluk satu ini tidak selembut Peri Jung yanv dikenalnya, batin Lisa.


"Sun-bae-nim!" ujar Lisa dengan wajah lucu. Sebenarnya itu tidak dibuat-buat, tapi Jungkook merasa gadis ini malah mengejeknya dengan mimik wajah seperti itu.


"Wae?!" walaupun setengah kesal, tapi Jungkook tetap meladeni gadis aneh ini.


"Sun-bae-nim, bisakah kau mengajariku cara menaiki benda ini?" tunjuk Lisa pada mobil Jungkook. Jungkook tertegun lagi. Dengan ide jahil di kepalanya, ia pun langsung tersemyum licik dan mengangguk.


"Kau tidak bisa mengendarai mobil?" tanya Jungkook dengan intonasi lebih lembut dari pada sebelumnya. Lisa mengangguk.


"Kapan kau ada waktu? Aku akan dengan senang hati mengajarimu," ujar Jungkook dengan pikirannya yang sangat jahil.


"Sekarang bisa? Bukankah kau juga mau pulang, sun-bae-nim?" tanya Lisa.


"Hentikan melafalkannya seperti itu!" Jungkook mulai galak lagi. Lisa bersikap tidak peduli ditegur seperti itu.


"Baiklah. Naik!" perintah Jungkook cepat. Lisa langsung kegirangan. Ia membuka pintu mobil Jungkook yang ternyata kuncinya belum dibuka oleh Jungkook. Melihat hal itu membuat Jungkook tertawa lebar.


"Kenapa kau selalu ingin menempel padaku?" tanya Jungkook sedikit serius ketika Lisa sudah naik ke mobilnya dan duduk di sisinya.


"Menempel? Kau pikir aku kutu?" ujar Lisa datar. Ucapan itu malah membuat Jungkook tertawa.


"Aku bertanya padamu dengan sungguh-sungguh," ujar Jungkook dengan wajah lebih serius. Lisa kemudian paham dan mulai ingin menjawabnya dengan serius pula.


"Aku memiliki sahabat bernama Peri Jung. Ia sangat baik dan sopan padaku. Kau sangat mirip dengannya, walaupun hanya wajahnya. Sikap kalian benar-benar bertolak belakang," ujar Lisa.


"Aku tidak suka kau banding-bandingkan," ujar Jungkook serius. Ia sendiri mulai tertarik karena Lisa selalu menyebut soal Peri.


"Sahabatmu itu benar-benar seorang peri?" tanya Jungkook. Ia telah menghidupkan mesin mobilnya dan melaju meninggalkan parkiran kampus. Ia telah berniat membawa Lisa ke suatu tempat untuk belajar mengendarai mobil.


"Benar. Ia memiliki sayap dan bisa terbang. Aku juga dulu punya sayap, tapi aku bukan peri. Aku ternyata adalah seorang manusia yang diculik dan akhirnya tinggal lama sekali di dunia peri," Lisa dengan gamblang menceritakan hal itu.


"Kau baik-baik saja?" tanya Jungkook hati-hati sekali.


"Aku baik-baik saja, sun-bae-nim!" Lisa tertawa. Jungkook meragukan hal itu. Ia menatap Lisa tidak percaya. Kenapa ada gadis seaneh ini? Apakah ia memiliki semacan gangguan mental atau kejiwaan? Jungkook bergidik tidak mau membayangkan terlalu jauh. Gadis ini tampak lugu dan polos sekali ketika berbicara.


"Tapi, aku tidak membicarakan ini pada semua orang. Ibuku saja tidak tahu soal ini. Soal anaknya yang ditukar dengan anak peri. Jadi, aku hanya bercerita padamu. Jadi, kau jangan menceritakan pada orang lain, ya!" pesan Lisa dengan sangat serius. Jungkook hanya mengangguk dengan tatapan makin ngeri.


"Ibuku bisa shock jika tahu bahwa aku bukanlah anak yang selama ini bersama dengannya. Maksudku, aku memang anak kandungnya yang sebenarnya tapi selama ini ibuku merawat anak peri yang memang sangat mirip tiada duanya denganku. Jadi..." Lisa tampak kebingungan dengan ceritanya sendiri. Jungkook masih tekun mendengarkannya.


"Ah, sudahlah! Semuanya begitu rumit. Pokoknya jangan ceritakan hal ini pada yang lain. Aku mempercayaimu," ujar Lisa tanpa menyadari bahwa tatapan Jungkook semakin aneh padanya.


*****