Lisa & Lalisa (Liskook)

Lisa & Lalisa (Liskook)
Trainee day...



Deg-degan..


Aku sampai di asrama untuk anak-anak trainee GG Entertaintment. Kikuk. Aku melihat-lihat lingkungan sekitar. Semua staff sibuk. Semua peserta trainee juga sibuk dengan latihannya. Aku diperkenalkan di kelas sebagai trainee baru. Tuhan, bagaimana ini, aku bahkan tidak tau bahasa mereka. Ya, mereka semua menggunakan bahasa korea. Aku berusaha menggunakan bahasa inggris semampuku, tapi sepertinya mereka juga tidak berbicara inggris. Ha Lalisa, jangan menyerah. Aku harus menyemangati diriku sendiri.


Hari berganti, saat akan masuk ke kelas vocal, aku berpapasan dengan seseorang di lift. Ia gadis yang cantik. Ku lihat dia membawa tas gitar, ku pikir dia juga akan ke kelas yang sama dengan ku.


"Annyeong haseyo .."


"Hai.. bisakah kau berbahasa inggris saja? aku baru di sini"


Ahha akhirnya aku bertemu dengan yang senasib. Kita pun berkenalan. Namanya Rose, Roseanne Park. Ia dari Australia. Walaupun orang tuanya asli korea, tapi ia lahir dan besar di luar korea. Jadi, dia sama denganku. Masih tidak fasih dengan bahasa korea. Tidak membutuhkan waktu lama untuk akhirnya bisa akrab dengan Rose. Dia baik dan sangat ramah.


***


Kim Jisoo menarik tanganku. Sayup-sayup aku mendengarnya memanggil namaku berkali-kali. Aku masih sangat ngantuk, dan bukankah ini hari libur?


"Yaaa Lalisa.. ayo bagunn...!"


Aku mengerjap beberapa kali. Berusaha mengumpulkan kepingan kesadaran dari alam mimpi.


"Yaaa.. Sudah jam berapa ini? Apakah kau akan tidur seharian?"


"Aahh Oenni.. Ya ya aku bangun.."


"Ada apa?"


"Ayo kita pergi jalan-jalan."


"Eh bukankah seharusnya kau pulang ke rumah?"


Biasanya jika hari libur, anak-anak trainee yang lain diperbolehkan untuk kembali ke rumah masing-masing. Aku sendiri biasanya menghabiskan liburan dengan video call bersama keluargaku di Thailand. Selain itu, aku akan tidur dan menonton film atau drama.


"Hari ini aku khusus kembali ke asrama untuk mengajakmu keluar."


"Dan oh ya, malam ini ibuku mengundangmu untuk makan malam di rumah kami. Kau mau kan?"


"Tentu.. baiklah aku akan bersiap. Ayo kita bersenang-senang.."


Bersama Jisoo aku belajar banyak bahasa korea. Dia sangat baik dan perhatian. Bahkan dia membiarkan aku pulang ke rumahnya saat sudah tidak ada seorang pun di asrama. Dia dua tahun lebih tua dari aku, tapi kekocakan dan kegilaannya membuat dia terlihat lebih muda. Sangat menyenangkan bisa menghabiskan waktu dengannya. Aku merasa kami sangat cocok.


***


Hari ini, hari libur, seperti biasa semua anak pulang ke keluarga masing-masing. Hanya ada aku dan Rose di asrama. Aku mendengar lantunan piano, itu pasti Rose. Oh aku sangat lapar. Tiba-tiba aku teringat masakan mama. Aku menjadi sangat rindu.


"Mamaaaa..."


"Mama lagi apa?"


"Mama baru selesai masak dan mau makan siang. Kau sudah makan?"


"Sudah mama.."


Aku tersenyum. Aku tidak ingin membuat orang tuaku khawatir. Biasanya aku tidak pernah benar-benar menunjukkan kesedihan dan kesusahanku di sini. Di Korea Selatan ini sudah hampir jam 3 sore, dan aku belum makan apapun untuk makan siang.


"Aku rindu mama"


"Mama juga sayang. Kau baik baik ya di sana. Mungkin akhir tahun ini mama sama papa bisa ke sana mengunjungimu.."


"Oh apakah papa tidak sibuk?"


"Tentu saja sibuk, tapi kami akan meluangkan waktu"


"Hei.. bukankah kau juga belum makan?"


"Ya.. dan aku sangat lapar."


"Ayo makan.."


Baiklah ini hari yang sangat baik. Aku senang dan bersyukur.


***


Malam ini aku berkumpul dengan 3 orang trainee lainnya. Mereka adalah teman-temanku. Tentu saja ada Rose dan Jisoo, dan yang ketiga adalah Jenny. Dia trainee yang lebih lama masuk daripada aku. Jisoo dan Rose menyusul setelah aku masuk sebagai trainee GG Entertaintment. Jenny adalah tipe gadis yang sangat berkharisma. Seperti seorang yang dingin dan elegan, tapi sesungguhnya dia sangat sensitif dan imut. Diantara yang lainnya, aku paling mengagumi pribadi Jenny. Dia sangat berbakat dan sangat percaya diri. Itu bagus.


Kami bercerita, bercanda dan terkadang kami nyanyi-nyanyi sambil diiringi gitar oleh Rose. Jisoo sangat lucu. Dia adalah pencair suasana. Jika aku melakukan hal yang konyol, maka Jisoo adalah satu-satunya yang paling nyambung denganku. Dia sangat menyenangkan.


Aku dan Rose seumuran. Kami juga memiliki background yang mirip sebagai trainee. Sama-sama asing dengan korea selatan. Bersama dia aku merasa bisa melewati semua hal. Aku merasa kita saling memahami dan yang paling dekat diantara yang lainnya. Tapi tentu saja, seperti saudara kembar, kita bisa saling berebutan untuk pakai kaos yang mana. Kita berantem, tapi tentu saja bukan hal yang besar. Kadang-kadang dia makan makanan yang ku beli, dan tentu saja hal itu membuat kami berantem lagi. Tapi walau begitu, kami saling menyayangi. Benar-benar seperti adik dan kakak.


Kami bercerita banyak hal, dari bagaimana kami pertama bertemu hingga hari-hari latihan yang melelahkan. Kita juga berbagi gosip dan hal menyenangkan lainnya.


Ternyata hari sudah pagi. Ini sangat menyenangkan, hingga kami tidak sadar bahwa malam sudah berlalu. Menyadari hal ini, kami tertawa bersama. Akhirnya Jisoo mengawali untuk pamit. Kami pun bubar. Kami butuh banyak istirahat untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap prima saat latihan.


***


Waktu berjalan terasa sangat cepat. Tanpa terasa ini sudah tahun ke lima aku menjadi seorang trainee. Tentu saja aku menantikan kapan aku bisa debut, tapi bisa latihan dance setiap hari juga merupakan kegembiraan yang sangat besar bagiku. Aku hanya ingin bisa memberikan penampilan terbaikku. Aku tidak ingin mengecewakan siapa pun, terlebih diriku sendiri. Karena itu, aku akan menanti dengan sabar waktu debutku. Aku percaya, hari itu akan segera tiba.


"Lisaya, giliranmu..."


"Ya..."


Baik, pelatih sudah memanggilku. Perhatikanlah aku menari. Lihat gerakan kaki dan tanganku mengikuti setiap hentakan irama lagu Rihanna ini. Tanpa aku sadari aku tersenyum. Memberikan hatiku dalam setiap langkah dan gerak badanku. Ini sangat menyenangkan.


....Don't act like you forgot,


I call the shots, shots, shots....


Lagu rihanna masih terdengar dari ruang latihan GG Entertaintment. Lalisa masih hanyut dalam latihannya. Pelatih melihatnya dengan sangat puas. Langit hari ini juga terlihat sangat cerah.


***


"Waaahh... Lalisa... Hari ini kau tampil bagus sekali..."


"Terimakasih.. Kau juga..."


"Aku harus berlatih sangat keras agar bisa menyamai kemampuanmu nih.."


"Ah begitu?! Jadi berusahalah, rosse-ya..."


"Baik, Lisa-ya..."


Lisa dan Rosse tertawa bersama. Hari terlihat sudah malam. Mereka kembali ke asrama untuk beristirahat. Mereka berjalan sambil ngobrol tentang berbagai hal.


"Ya.. Lalisa.. Hari minggu besok, kita jadi ke myeongdong bukan?"


"Tentu saja.. Mari bersenang-senang.."


"Okaayyy.."


Sudah menjadi kebiasaan Lisa dan Rosse untuk keluar bersama setiap hari minggu. Rosse harus ibadah pagi, lalu mereka akan berbelanja dan jalan-jalan di sekitar Myeongdong untuk menghabiskan hari libur. Suatu hari nanti, hal ini akan menjadi kenangan indah bagi mereka berdua.