
Lisa berjalan di hutan, ia diantar oleh Peri Lalisa. Mereka berjalan pelan sambil menunggu Peri Jisoo dan Peri Taehyung datang. Rencananya mereka akan mengantar Lisa sambil melakukan perpisahan.
"Terimakasih kau telah datang Lisa," Peri Lalisa memulai percakapan.
"Sama-sama. Bukankah, Peri Jung juga adalah sahabatku,"
Saat mereka sedang bercakap, tampak dua pasang peri yang terbang mendekat pada mereka. Itu adalah Peri Jisoo dan Peri Taehyung. Di belakangnya nampak seseorang lagi yang sangat Lisa kenal.
"Ibunda peri..."
Mereka berpelukan cukup lama. Air mata tak dapat ditahan untuk tidak keluar.
"Bagaimana bisa kau ke sini tapi tidak mengunjungi ibumu?"
"Maafkan aku, ibu,"
"Ya.. Ya.. Kemarilah, ibu sangat merindukanmu.."
Peri Jisoo melihatnya tidak tega. Tapi waktu Lisa sudah hampir habis di sini.
"Lisa, waktunya hampir habis," Jisoo berusaha mengingatkan semuanya.
"Ah, iya.." Lisa nampak sibuk mengeluarkan barang-barang dari dalam ranselnya. Ia mengeluarkan sebuah cincin permata yang sangat cantik.
"Ini untuk hadiah pernikahanmu Peri Jisoo. Maaf aku tidak bisa hadir di acara pentingmu. Semoga ini bisa menggantikan kehadiranku,"
"Terimakasih Lisa" kini Lisa dan Peri Jisoo berpelukan.
Tiba-tiba dunia peri bergerak sepertj akan gempa. Lisa menatap ke tanah yang dipijaknya dan tumbuhan di sekitarnya. Mereka semua bergoyang. Lisa menatap dengan bingung dan badannya limbung. Lisa merasa sangat pusing. Lisa pun terjatuh sambil memegangi kepalanya.
Apa yang terjadi?
Ibunda Peri yang menyadari sesuatu yang bahaya langsung merasa panik. Peri Jisoo, Peri Lalisa dan Peri Taehyung yang tidak mengerti apa yang sedang terjadi juga sangat panik.
"Ini gawat, kita harus segera membawa Lisa ke pintu portal,"
"Ada apa ibu?" Peri Lalisa pun tak kalah panik.
Sambil terbang dengan menggendong Lisa, Ibu Peri menjelaskan bahwa dunia peri dan dunia manusia sedang terjadi sinkronisasi. Akan lahir bayi kembar dari dunia peri dan dunia manusia sama seperti Lisa dan Peri Lalisa. Hal ini sangat tidak baik untuk manusia seperti Lisa. Ia akan merasakan sensasi meledak berkali-kali di dalam tubuhnya. Lisa bisa saja meninggal jika mereka terlambat membawanya kembali ke dunia manusia.
Lisa masih memegangi kepalanya yang sangat sakit. Ia merasakan sensasi itu. Sensasi seperti akan meledak sewaktu-waktu. Peri Jisoo dan Peri Lalisa membantu Ibu Peri menggendong Lisa agar bebannya tidak terlalu berat. Beban yang terlalu berat akan menghambat kecepatan terbang seorang peri.
"Apakah portalnya masih jauh?" Peri Taehyung pun ikut merasa cemas.
Tidak ada yang menjawab pertanyaan Peri Taehyung. Semua sedang merasa panik. Menurut pengalaman Ibu Peri, sinkronisasi akan berlangsung selama tiga puluh menit hingga mencapai puncak. Lisa harus bisa keluar dari dunia peri sebelum mencapai puncak sinkronisasi. Masalahnya terbang dalam keadaan dunia sedang berputar sangatlah tidak mudah. Biasanya semua mahluk hidup akan bersembunyi jauh ke dalam tanah yang akan jauh lebih aman. Karena ini semua hanya terjadi di permukaan tanah saja.
***
Di dunia manusia, Lisa telah terlambat pulang semalaman.Tentu saja orang tua Lisa menjadi cemas. Ia takut anaknya kembali menghilang seperti sebelumnya.
"Suamiku, bagaimana ini? Lisa menghilang dan handphone nya juga gak aktif?" Ibu Lisa terlihat sangat cemas. Ia telah menangis sangat lama. Mereka sudah melaporkannya ke polisi. Namun tentu saja, akan sangat sulit mencari Lisa.
"Bagaimana dengan Jungkook? Apakah ia juga belum bisa dihubungi?" Ibu Lisa kembali bertanya. Sang ayah meraih ponselnya.
tut.. tut.. tut..
"Nomor Jungkook juga masih tidak aktif,"
"Ah! Bagaimana ini? Kemana mereka sebenarnya?"
"Kami menemukan mobil Jungkook terparkir di pinggir hutan di kaki bukit dekat sini," Ujar petugas polisi memberikan keterangan yang ia dapatkan.
"Lalu bagaimana?"
"Sayangnya hanya itu saja yang baru kami dapatkan. Kita sudah mengerahkan tim untuk menyisir hutan. Mungkin saja mereka tersesat di sana."
Ibu Lisa kembali menangis. Hatinya sungguh sangat cemas. Ia seperti memiliki firasat bahwa Lisa sedang dalam bahaya. Tak henti-hentinya sang ibu berdoa untuk keselamatan putri satu-satunya.
***
Di dalam hutan, di sisi yang berbeda, terlihat Jungkook yang berkemah. Ia menunggu Lisa kembali. Bukankah Lisa mengatakan bahwa ja tak akan lama?
"Aku berharap kau baik-baik saja, Lisa-ya," hati Jungkook begitu cemas dan khawatir. Ia menyesal tidak membujuk Lisa agar tidak pergi ke dunia peri. Jungkook memutuskan untuk kembali berjalan dalam keremangan malam. Ia berharap kali ini dapat menemukan Lisa.
Di saat hutan yang ada di dunia peri seolah sedang berputar, hutan di dunia manusia terlihat sangat tenang. Bahkan jauh lebih tenang dari sebelumnya. Ini justru membuat kengerian yang berbeda bagi Jungkook. Ia bahkan tak mendengar satu hewan pun. Angin yang biasanya meniup dedaunan hingga menimbulkan suara gemerisik pun tak ada. Hal ini memberikan firasat yang semakin tidak baik di hati Jungkook. Seolah ia tahu bahwa Lisa sedang tidak baik-baik saja. Ia harus segera menemukan Lisa.
***
Setelah terbang beberapa saat, dengan susah payah, akhirnya mereka melihat portal dimensi itu. Dengan kegembiraan dan harapan yang membuncah, Ibu Peri dengan sekuat tenaga mendekat ke arah portal. Portal itu nampak tidak stabil akibat goncangan hebat yang sedang terjadi di dunia peri.
"Lisa, kau bisa mendengarku? Kuatlah Lisa, bangunlah, portalnya sudah terlihat,"
Lisa mendengar suara Peri Jisoo. Kepalanya yang semakin terasa berat membuatnya sulit untuk sekedar membuka mata. Bibirnya pun kelu. Tenggorokannya terasa sangat kering. Tekanan yang terasa semakin berat dari waktu ke waktu telah menguras energi Lisa.
"Lisa," kembali Peri Jisoo memanggilnya.
Lisa merasakan kakinya telah menapak lagi ke atas tanah. Namun, semuanya masih belum berhenti berputar. Dengan sekuat tenaga Lisa membuka matanya. Portal dimensi ada di di depannya. Lisa berusaha untuk menggapai portalnya. Sedikit saja gerakan yang ia lakukan, itu seperti telah mengangkat beban puluhan kilo. Sangat menguras tenaga dan menyakitkan. Lisa berusaha untuk tetap sadar.
"Jung.. Jungkook.." tanpa sadar Lisa memanggi-manggil nama Jungkook.
***
Jungkook seperti mendengar sebuah suara. Dadanya berdegup kencang. Itu suara Lisa. Itu Lisa. Suara itu terdengar sangat lemah sehingga membuat Jungkook merasa semakin khawatir. Jungkook segera berlarian, matanya tak berhenti menoleh ke sana kemari berharap dapat menangkap bayangan Lisa.
"Lisa-ya, kau dimana? Lisa.." Napasnya terengah-engah. Ia masih belum bisa melihat Lisa.
Tangan Lisa yang telah berhasil menjulur ke dalam portal dimensi sudah terlihat di dunia manusia. Lisa seperti kehabisan tenaga. Ia benar-benar kesakitan untuk sekedar menggeser tubuhnya satu centi saja pun.
Ibu peri dan yang lainnya juga mulai kehilangan keseimbangan karena goncangan yang semakin hebat. Mereka kesulitan untuk sekedar mendorong Lisa agar masuk ke portal.
"Jung..kook.." suara lirih itu kembali terdengar. Jungkook semakin mempertajam tatapannya, meneliti kesetiap sudut hutan. Ia mencari dari arah suara itu berasal. Ia yakin ada di sekitar sini.
Astaga!
Jungkook melompat mundur dengan wajah pucat pasi. Ada sebuah tangan yang sedang melayang-layang di hadapannya. Yang benar saja? Apakah hantu itu benar-benar ada?!
Di dunia peri, Lisa masih sekuat tenaga untuk menggeser tubuhnya agar bisa masuk ke portal dimensi. Ia berhasil sedikit, Lututnya telah mencapai pintu dimensi. Yang mana artinya itu juga akan terlihat di dunia manusia. Sekali lagi tanpa sadar, Lisa kembali memanggil nama Jungkook.
"Lisa-ya..?!" Jungkook hati-hati memastikan potongan-potongan dan suara yang mengerikan itu adalah Lisa.
Lisa semakin kehilangan kesadarannya. Namun, samar ia dapat mendengar suara Jungkook. Sementara Peri Jisoo dan Peri Lalisa yang dibantu oleh Peri Taehyung agar dapat berdiri dengan lebih seimbang membantu mendorong tubuh Lisa agar dapat segera memasuki portal. Hal itu sangat membantu. Setengah bahu Lisa telah masuk ke dalam portal.
"Jungkook.. Tolong aku.." suara Lisa terdengar semakin lirih. Ia semakin kesulitan mempertahankan kesadarannya. Rasa sakitnya juga semakin hebat. Apakah ia akan berakhir seperti ini? batin Lisa perih.
*****