Lisa & Lalisa (Liskook)

Lisa & Lalisa (Liskook)
Bab Tujuh Belas



"Peri Lisa.. Peri Jisoo.. Selamat datang kembali.."


Raja berteriak antusias bahkan saat masih di depan pintu. Kemarahannya yang sebelumnya telah lenyap. Bagaimana pun dia memang adalah Raja yang bijaksana.


Peri Lisa dan Peri Jisoo segera berdiri dari duduknya begitu mereka mendengar suara Raja. Mereka mengangguk hormat begitu Raja sudah ada di hadapannya. Ibu Peri Lisa dan Ibu Peri Jisoo sudah nampak hadir di sana. Mereka semua saling berpelukan untuk melepas rindu. Disaat pelukan itu, Ibu Peri Lisa membisikkan sesuatu yang mengejutkan Peri Lisa.


"Baik.. Ceritakan padaku, bagaimana misi kalian?"


Peri Lisa nampak tenggelam dalam pikirannya sendiri. Melihat hal itu, Peri Jisoo segera menceritakan bagaimana kisah mereka selama perjalanan hingga akhirnya bisa kembali dengan selamat. Namun, saat Peri Jisoo hendak menceritakan sesosok Peri yang mirip dengan Peri Lisa, Peri Lisa menahannya. Sesuai permintaannya, ia ingin Peri Jisoo juga merahasiakannya dari Raja dan lainnya.


"Raja Dari Negeri Salju sangat baik. Beliau menyambut Saya dengan tangan terbuka.."


Lalu Peri Lisa menceritakan bagiannya. Ia berusaha mengalihkan pembicaraan Peri Jisoo agar tak menceritakan tentang kehadiran Lalisa. Peri Lisa tahu, jika desas-desus yang beredar selama ini benar, ia, ibu dan Lalisa itu tidak akan selamat. Terlebih lagi ibunya. Peri Lisa tidak menginginkan itu.


Peri Jisoo nampak kecewa dengan keputusan Peri Lisa. Ia merasa Lalisa cukup berbahaya jika tidak segera dilaporkan. Tapi, apakah dia benar-benar sudah memasuki Negeri Peri Bunga? Kalau sudah, rasanya aneh jika Raja tidak mengetahuinya. Bagaimana pun kemiripannya dengan Peri Lisa sangat mencolok.


"Tadi, aku sempat berpikir bahwa kau, Peri Lisa, adalah anak yang tidak sopan.."


Peri Lisa kaget mendengar hal itu. Sedangkan Peri Jisoo langsung bisa menebak bahwa Lalisa sudah berulah. Mereka bersiap dengan perkataan Raja selanjutnya.


"Para Peri mengatakan padaku bahwa kau sudah kembali. Tapi kenapa kau tak langsung menemuiku? Ku pikir, kau lebih mendahulukan ibumu.."


"Maafkan Saya Raja, Saya bermaksud menunggu Peri Jisoo.."


Peri Lisa sudah mulai memahami situasinya. Ia memberikan kode pada Peri Jisoo agar mengikuti alur cerita yang ia buat. Peri Lisa berjanji melalui matanya bahwa ia akan menjelaskannya nanti. Ibu Peri merasa sangat lega sekaligus merasa bersalah mendengar jawaban Peri Lisa. Apa yang harus ia katakan nanti. Apakah ia mampu menyakiti hati anaknya yang sangat baik itu?


"Oh iya benar, Para Peri memang mengatakan kau kembali sendirian. Lalu, apa yang menghambatmu Peri Jisoo?"


"Saya secara kebetulan bertemu dengan Peri Taehyung dari Negeri Peri Matahari, Beliau sedang mencari obat untuk ayahnya, jadi Saya membantunya baginda.."


Peri Jisoo menjawab pertanyaan Raja. Ia tidak sepenuhnya berbohong. Ia memang bertemu dengan pangeran negeri peri matahari itu dan menolongnya mencari obat untuk ayahnya.


"Ah.. Sang pangeran.. Baiklah, semuanya sudah jelas dan misi juga sudah berhasil. Kalian berdua telah menempuh berbagai kesulitan demi negeri kita ini. Untuk merayakannya, malam ini kita akan mengadakan pesta..! Kita akan menyambut pahlawan Negeri Peri Bunga! Kalian bersiaplah.."


"Oh ya, dan juga akan ada hadiah untuk kalian berdua dariku. Apa yang kalian inginkan?" Sang Raja menambahkan perkataannya. Sebenarnya Peri Lisa dan Peri Jisoo melakukan semuanya tulus demi negeri mereka dan demi tetap hidupnya bunga-bunga yang indah.


***


"Sstttt.. Jangan Keras-keras. Aku mohon.."


Peri Lisa nampak memelas menatap Peri Jisoo. Ia khawatir ada peri yang akan mendengar percakapan mereka. Saat ini mereka sudah berada di rumah Peri Lisa. Ibu Peri terduduk lemas dan menangis. Sepanjang jalan pulang, ia tak pernah berhenti meminta maaf pada anaknya itu.


Mendengar ada keributan di luar, Lalisa mencoba untuk melihat apa yang terjadi. Ia merasa suara-suara itu tidak asing baginya. Peri Jisoo sangat terkejut melihat kemunculan Lalisa di rumah itu.


"Kau ada di sini??!!!"


Peri Jisoo terdengar marah dan curiga. Ia khawatir, apa yang akan terjadi pada Peri Lisa nanti. Tidak ingin kekacauan menjadi semakin besar. Ibu Peri segera menengahi mereka dan meminta mereka semua untuk duduk dan mendengarkan penjelasannya.


Ibu Peri bercerita dengan sesenggukan yang sesekali terdengar. Setiap kata yang ia ucapkan terasa sangat berat. Ia memilih kalimat yang tidak akan menyakiti kedua putrinya. Ia tahu itu tidak mungkin, tapi ia tidak ingin luka mereka akan semakin dalam.


Ibu Peri meraih tangan Lalisa. "Yahh, diantara jemari ini, ada hal yang tidak seharusnya pernah ada di sana. Kau berhasil membuangnya. Kau sangat cantik. Maafkan aku.."


Lalisa menunduk. Ia pun mulai menangis. Ia tidak tahu, keputusan apa yang akan dibuat oleh Ibu Peri untuknya. Ia hanya akan pasrah dengan nasibnya nanti.


Pandangan Ibu Peri beralih ke arah Peri Lisa. Matanya sudah sangat basah. Tangisnya bahkan semakin kencang melihat senyuman di raut cantik wajah Peri Lisa. Sorot matanya yang tulus membuat perasaan Ibu Peri semakin tercabik.


"Maafkan ibu nak.. Kau tau ibu selalu menyayangimu, kau adalah anak ibu. Bahkan aku menyayat sayapku sendiri untuk ku tanam ke punggungmu.."


"Ibu.. Jangan menangis.."


Dengan lembut Peri Lisa mengusap air mata di Pipi ibunya yang tetap tampak cantik. Melihat hal itu, Lalisa merasa bingung. Ia tidak tahu harus merasa bagaimana melihat ini semua. Bahkan ia juga tidak merasa cemburu. Semuanya memang sudah terjadi seperti ini.


"Maaf, tapi saya merasa penasaran, bagaimana mungkin wajah mereka begitu mirip satu sama lain? Bahkan mereka bukan saudara."


Peri Jisoo menyela di antara tangisan ibu dan anak di hadapannya. Wajahnya nampak sangat frustasi. Mereka menghadapi jalan buntu. Pengorbanan terbesarnya adalah mereka bertiga harus rela Ibu Peri dipenggal oleh raja atas perbuatannya. Namun, seharusnya ada jalan lain. Peri Lisa pasti akan sangat sedih jika harus kehilangan ibunya. Dan juga, Peri Lisa tidak akan lagi diizinkan hidup di Negeri Peri Bunga oleh Raja.


"Mereka berdua lahir di waktu yang sama. Antara dunia peri dan dunia manusia, waktu berjalan tidak sama. Tapi, saat Lalisa akan lahir, secara ajaib, waktu di negeri peri berhenti begitu saja. Lalu saat itu, waktu di dunia manusia bersinkronisasi dengan waktu di dunia peri. Dan pada saat waktu di dua dunia ini berjalan bersamaan, kalian berdua lahir.."


Peri Jisoo tercengang mendengar penjelasan Ibu Peri. Rupanya ini sudah menjadi takdir. Mungkin pada akhirnya Negeri Peri Bunga memang membutuhkan Peri Lisa. Saat ini, negerinya tidak akan selamat tanpa bantuan Peri Lisa dalam menjalankan misi. Entahlah.


Ibu Peri menunduk sedih. Ia harus menyampaikan hal yang lebih buruk lagi setelah ini. Hal itu sangat memberatkannya. Tapi ia tidak memiliki pilihan.


*****