
Berdua, Jungkook dan Lisa telah berada di area pemakaman kedua orang tua Jungkook. Setelah semua mata kuliah mereka berakhir. Mereka sudah berjanji untuk bertemu satu sama lain di tempat parkir, dimana mobil Jungkook berada. Lisa akan ikut dengan mobil Jungkook untuk menuju taman pemakaman. Jungkook sudah menghubungi pihak panti asuhan yang dulu merawatnya untuk mengetahui dimana orang tuanya di makamkan. Jungkook begitu kagum dengan sikap dan kepedulian yang Lisa tunjukkan padanya. Lisa bahkan juga sudah menyiapkan dua buket bunga yang ia bawa di mobilnya dan telah diserahkan pada Jungkook sesaat setelah mereka bertemu.
"Bunga ini aku petik dari taman yang sudah aku rawat sendiri. Bukankah mereka sangat cantik? Aku harap ini akan membuat kedua orang tuamu senang di atas sana." Lisa tersenyum dengan sangat manis.
"Tentu saja, dan juga terimakasih, Lisa," Jungkook ingin memeluk Lisa, tapi tentu saja ia tidak berani.
"Baiklah, ayo berangkat," lanjut Jungkook gugup.
***
"Mereka pasti bahagia melihatmu, dan juga akan sangat tenang, juga bangga.." Lisa tersenyum. Jungkook meletakkan bunga yang dibawakan Lisa diatas pusara ayah dan ibunya.
"Maaf tidak pernah mengunjungi kalian selama ini. Aku merasa sangat malu dan berdosa pada kalian." ujar Jungkook dengan wajah sedih di hadapan pusara kedua orang tuanya. Lisa merasa itu adalah hal paling sedih yang ditahan Jungkook selama ini. Walau Jungkook tampak bahagia dengan kehidupan yang dijalaninya sekarang ini, tapi pasti ada sesuatu yang hilang dan kosong yang mungkin Jungkook sendiri tidak dapat memahami perasaan itu.
" Aku berharap kalian dapat bahagia dan hidup tenang di surga," Jungkook memberikan salam penghormatan yang diikuti juga oleh Lisa. Lisa kemarin sudah belajar cara memberi salam penghormatan kepada orang yang sudah tiada dari orang tuanya. Lisa selesai membungkukkan badan dan menepuk pundak Jungkook.
Jungkook menggenggam tangan Lisa di sebelahnya. Lisa merasakan dadanya berdebar. Baru pertama kali ia merasakan perasaan seperti ini di dunia manusia. Bahkan rasanya lebih hangat saat dulu ia bersama dengan peri Jung. Sensasi berdebar yang ini juga terasa lebih menyenangkan.
"Orang di sebelahku ini lah yang menyarankanku untuk berkunjung dan menemui kalian. Aku, Appa dan Eomma harus mengucapkan terima kasih pada dia," Jungkook menolehkan kepalanya dan memandang Lisa. Lisa hanya tersenyum malu. Jungkook semakin mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Lisa.
Mobil Jungkook terparkir begitu jauh di bawah bukit. Mereka kemudian berjalan kaki menuruni jalan setapak yang menuju mobil yang terparkir di bawah sana. Lisa berjalan terlebih dahulu dengan langkahnya yang ringan. Ia selalu senang berada di alam terbuka seperti ini. Mengingatkannya pada banyak hal. Hutan, taman bunga, bukit-bukit dunia peri beserta setiap kenangan ketika ia bertumbuh sedari kecil.
"Kau memang peri yang baik. Sepertinya kau memang diutus untuk melakukan kebaikan," puji Jungkook pada Lisa di depannya.
"Sekarang kau percaya bahwa aku pernah menjadi sesosok peri?" tanya Lisa sambil menoleh.
"Aku akan percaya jika kau bisa membuktikan sesuatu," ujar Jungkook tampak ragu. Lisa kemudian berhenti berjalan dan berdiri berhadapan dengan Jungkook.
"Apa itu?" tanya Lisa dengan wajah penasaran yang lucu. Jungkook malah tersipu.
"Sebenernya aku merasa tidak enak padamu, tapi aku juga penasaran," ujar Jungkook.
"Katakan padaku," pinta Lisa sambil mengerling dengan wajahnya yang lucu. Jungkook semakin gemas melihatnya. Jungkook terdiam lama. Ia ragu akan menyampaikannya atau tidak pada Lisa karena itu akan terdengar sangat tidak sopan.
"Aku ingin melihat punggung mu"
Jungkook menunduk malu. Ia merasa bersalah pada Lisa. Apakah Lisa akan tersinggung. Ia takut memikirkannya.
"Mwo?!" reaksi Lisa seperti yang sudah diduga Jungkook sebelumnya. Lisa mematung dengan wajah semerah tomat. bisa saja sudah keluar asap, andai ini adalah dunia kartun.
"Di buku yang aku baca, changeling akan meninggalkan bekas sayap di punggungnya. Itu karena sayap dicabut dan dilenyapkan secara paksa dari tubuhnya sehingga meninggalkan bekas luka," Jungkook buru-buru menjelaskan agar Lisa dapat mengerti mengapa dia meminta hal itu tadi. Ia tidak ingin Lisa salah paham padanya.
Lisa merasa tertegun dengan penjelasan Jungkook. Ternyata Jungkook bukannya serta merta saja percaya bahwa dulunya ia adalah peri. Hal ini dimaklumi oleh Lisa. Kisahnya terdengar seperti dongeng saja bagi manusia awam. Lisa kemudian berpikir, jika saja ia menceritakan nya pada orang lain, mereka pasti akan menganggapnya gila dan menjauhinya. Tapi, Jungkook tidak sama. Ia mencari tahu kebenarannya.
"Kau mencari tahu?"
"Tidak apa-apa. Aku bukan orang yang mudah tersinggung." Lisa tertawa dengan manisnya membuat Jungkook merasa lega.
"Kau boleh melihatnya," Lisa mendadak serius. Terlihat ada hal yang sedang ia fikirkan.
"Benarkah?" Jungkook tetap sedikit merasa bersalah. Bagaimana pun itu tetap tindakan yang tidak sopan. Apakah keingin tahuannya ini cukup layak untuk melakukan itu.
"Tapi, tidak sekarang!" ujar Lisa galak. Lisa pun melanjutkan jalannya menuju mobil, meninggalkan Jungkook yang kaget.
"Hey, tunggu Lisa. Bagaimana bisa kau meninggalkanku?" Jerit Jungkook sambil berjalan cepat berusaha mengejar lisa. Mereka berlari berkejaran sambil tertawa riang.
Lisa menoleh sejenak ke arah laki-laki di belakangnya. Lisa pun mempercepat larinya sambil menjulurkan lidahnya pada Jungkook. Entah kenapa, walaupun dia lari agar tak terkejar, tapi Lisa sesungguhnya ingin agar Jungkook mendekat padanya. Perasaan yang sungguh aneh dan diluar kendali atau kemauannya.
"Dipunggungku memang ada bekas luka tapi tidak sembarang orang bisa melihatnya, termasuk kau!" Pekik Lisa sambil terus menjulurkan lidahnya pada Jungkook.
Jungkook sangat gemas dengan tingkah Lisa. Ia mempercepat larinya agar dapat mengejar Lisa. Kenapa kaki wanita itu panjang sekali sih? Jungkook sudah tidak perduli dengan keinginannya. Ia ingin menerima Lisa apa adanya Lisa saja.
Lisa tiba-tiba berhenti. Jungkook terkejut dan ga sempat menghentikan larinya. Berhubung mereka sedang menuruni bukit, tentu saja sulit untuk mengerem kakinya di jalanan yang menurun. Ia pun melewati Lisa begitu saja. Lisa tertawa puas melihat Jungkook yang kaget dan terlihat kesal.
"Yaakk!! Lisa..!! Kenap kau tiba-tiba berhenti?" Jungkook menjitak pelan dahi Lisa setelah merek berjalan beriringan.
"Terserah padaku lah..." Lisa kembali menggoda Jungkook dengan tingkah gemasnya.
"Lisa, aku melihat gambar di buku dongeng itu, para peri tampil dengan pakaian yang sangat seksi. Apakah aku boleh membayangkanmu juga seperti itu saat kau jadi peri?" ujar Jungkook berusaha membalas menggoda Lisa. Jungkook tersenyum jahil dan menggenggam tangan Lisa agar gadis itu tidak bisa memukulnya tiba-tiba.
"Apa yang ada di pikiranmu?!" tanya Lisa menatap Jungkook galak. Jungkook hanya membalas menatap dengan tatapan geli sambil bersiap mendengarkan penuturan Lisa kembali. "Kami memakai pakaian yang sopan. Ku rasa buku dongengmu ditulis penuh dengan kesesatan. Memangnya penulisnya benaran sudah melihat peri sungguhan?!" omel Lisa pada Jungkook.
"Berarti aku begitu beruntung" Jungkook melepaskan genggaman tangannya pada Lisa. Kini Jungkook lah yang meninggalkan Lisa tertinggal dengan rasa penasaran nya.
"Beruntung bagaimana maksudmu?" tanya Lisa sambil berusaha mengejar Jungkook.
Jungkook berhenti dan menatap ke dalam mata Lisa. Lisa mengerutkan keningnya. Jungkook gemas. Ia mengacak rambut Lisa yang disambut pelototan dari Lisa untuk Jungkook.
"Aku beruntung karena aku bisa bertatapan secara langsung, berbicara secara langsung bahkan menggenggam tangannya secara langsung. Sesosok Peri yang sangat cantik." ujar Jungkook dengan memandang Lisa.
"Aku bukan peri seperti dulu," ujar Lisa
"Kau ingin menjadi peri kembali?" tanya Jungkook serius.
"Entahlah" jawab Lisa.
"Enthalah? Apakah artinya ada kemungkinan untuk kembali menjadi peri?" Jungt mulai khawatir. Lisa menatapnya serius.
***