
"Kau pasti teman yang dibicarakan Peri Lisa padaku. Aku adalah seorang peri salju. Namaku Peri Jung.." Peri Jung tersenyum pada Peri Jisoo. Peri Jisoo membalas senyum itu.
"Dan perkenalkan ini teman baruku dari negeri peri matahari, namanya Peri Taehyung.." Peri Jisoo menjelaskan siapa yang sedang bersamanya. Mereka saling bertegur sapa.
"Aku takut meleleh jika berdekatan denganmu," canda Peri Jung pada Peri Tehyung yang hanya dapat tertawa.
"Sejak tadi kau diam saja. Apa kau baik-baik saja?" tanya Peri Jung pada Lalisa. Lalisa hanya tersenyum lagi.
"Mana kalungmu?" tanya Peri Jisoo yang mulai heran karena temannya tidak seperti biasanya, hanya diam saja seperti itu. Sebelum mulut Lalisa sempat membuka, Peri Jung sudah memberikan jawaban untuk pertanyaan Peri Jisoo. Lalisa takjub pada peri tampan itu. Peri Salju ini sekali lagi telah membuatnya berdebar untuknya.
"Ia memberikannya kepada raja kami. Peri Lisa juga berjanji akan datang berkunjung lagi ke negeri kami."
Peri Jisoo masih tampak tertegun. Bukan karena senyuman indah Peri Jung. Ia hanya masih menimbang apa yang terjadi pada sahabatnya ini. Dia merasa sahabatnya sangat berbeda. Seperti sudah berganti menjadi orang lain dalam sekejap.
"Aku ingin meminta bantuan peri salju,"
Peri Taehyung akhirnya mengalihkan perhatian. Ia juga merasa harus segera menyampaikan apa yang menjadi tujuan perjalanannya kali ini.
"Bantuan apa?" Jawab Peri Jung.
Saat Peri Jung dan Peri Taehyung sedang bercakap-cakap. Lalisa mengamati mereka semua dengan dada berdebar. Ia di tengah-tengah para peri! Yah, walaupun ia sendiri sekarang adalah seorang peri, tapi tetap saja aneh rasanya. Ia belum terbiasa. Peri Jisoo sepertinya sedang memperhatikannya dengan seksama. Ia pun menjadi lebih canggung dan salah tingkah.
"Kenapa rambutmu jadi berwarna pirang?" tanya Peri Jisoo lebih mendekat kepada Lalisa. Lalisa menyentuh rambutnya dengan bingung.
"Apakah karena kau dari negeri salju rambutmu jadi beruban? Tapi, bukankah uban seharusnya berwarna putih?" Peri Jisoo mesih berusaha menganalisis dengan bingung.
Lalisa nampak gelagapan diberondong pertanyaan oleh Peri Jisoo. Apakah sebaiknya dia menceritakan yang sebenarnya saja? Namun, sebelum dia sempat mengucapkan apa-apa. Peri Taehyung nampak tergesa dan mengatakan sesuatu.
"Lumut es. Aku butuh lumut es sesegera mungkin untuk menyembuhkan penyakit ayahku,"
"Oh ya. Aku juga sudah menemukan banyak daun mint di sepanjang perjalanan kemari," Peri Jisoo menambahkan.
"Lumut es. Baiklah, kami punya banyak. Peri Lisa bahkan sudah pernah mencobanya. Katanya rasanya seperti sirup bunga rosella dan bisa menyembuhkan sayapnya yang terluka. Bukan begitu Peri Lisa?" Kerling Peri Jung pada Lalisa yang masih saja diam tak bersuara. Peri Jisoo semakin merasa bahwa temannya sangat aneh hari ini.
Sayap Peri Lisa yang biasanya bersemburat merah kini semburatnya warna putih kehijauan. Secara keseluruhan, Peri Lisa seperti sudah berubah dalam waktu beberapa hari saja.
Di Negeri Peri, baju dan sayap tidak seperti pakaian di dunia manusia yang bisa berganti model dan warna tiap harinya. Kau akan memiliki warna sayap yang sama selama seumur hidupmu. Jadi itulah kenapa Peri Jisoo menjadi sangat heran atas perubahan pada Peri Lisa.
Tidak beberapa lama, ada suara gemerisik yang langsung dikenali Peri Jung sebagai sesuatu. Segera saja beberapa ekor tupai salju mulai berlarian ke arahnya. Yang lain mundur dan bersikap siaga. Tapi, Peri Jung malah merasa senang saat diserang tupai-tupai putih berbulu lebat itu. Mereka menempel dengan rapi di tubuh Peri Jung.
Peri Jisoo juga menyadari keanehan itu sejak tadi. Peri Lisa memanv sesosok peri bunga dan menyukai bunga, tapi sejak dulu Peri Lisa memang tidak terlalu suka memakai hiasan atau mahkota bunga di kepalanya. Memang sangat berbeda dengan peri-peri lainnya tapi justru itu menjadi ciri khas Peri Lisa.
Peri Jung sedang mendengarkan berita yang dibawa oleh tupai-tupai itu dengan bahasa yang hanya bisa dimengerti oleh Peri Jung. Peri Jung langsung membelalakan matanya. Ia segera tersadar akan sesuatu.
"Hati-hati!" teriak Peri Jung tiba-tiba. "Dia bukan Peri Lisa!" tunjuknya pada Lalisa yang kini mundur selangkah dengan lutut sedikit bergetar.
Peri Jisoo dan Peri Taehyung bergantian menoleh pada Peri Jung.
"Tupai-tupai ini bisa menjadi mantel jika menempel pada tubuh peri. Tupai-tupai ini terakhir menempel pada tubuh Peri Lisa sebelum meninggalkan istana Negeri Peri Salju karena ia merasa kedinginan karena udara yang dingin. Tupai-tupai ini baru saja mengabarkan bahwa Peri Lisa sedang dalam bahaya!"
Peri Jisoo tercengan mendengarnya.
"Bahaya bagaimana?"
"Dalam perjalanan pulang, sepertinya Peri Lisa mendapat rintangan dan bahaya. Tupai-tupai ini pasti bisa membawaku ke sana. Aku akan menyelamatkannya."
Peri Jung bergegas. Tapi langkahnya terhenti ketika melihat Lalisa.
"Siapa kau?!"
Peri Jung memberikan tatapan tajam. Ia curiga peri dihadapannya adalah kiriman penyihir atau semacamnya. Lalisa merasa kecut hatinya. Ia tidak mengira bahwa peri tampan itu bisa bersuara menakutkan seperti ini. Lalisa ingin sekali menceritakan semuanya di hadapan semua peri-peri ini, bagaimana kenyataan yang sesungguhnya mengenai dirinya. Ya, dia harus bercerita!
"Jangan-jangan kau adalah anak buah penyihir jahat yang menyamar?!" tuduh Peri Jisoo dengan tatapan tajam, berusaha mengantisipasi kemungkinan terburuk. Lalisa bergeming kemudia mulutnya pun terbuka untuk pertama kalinya di hadapan peri-peri ini.
"Aku berasal dari dunia manusia. Ada sesuatu dalam diriku yang misterius. Aku merasakannya seumur hidupku. Hingga aku menemukan sebuah teori tentang pertukaran peri dan manusia. Dan di sinilah aku. Aku hanya sedang berusaha mencari jati diriku yang sesungguhnya.."
"Dan juga.. Penemuanku tentang teori peri ini berawal saat suatu hari aku melihatmu, Peri Jung.."
Lalisa melihat ke arah Peri Jung. Ada rasa sedih terpancar dari matanya. Rasa sedih karena disalah pahami oleh orang yang disukainya. Bahkan dia tidak mengenal Peri Lisa itu. Tapi dia mendapatkan nasib buruk, bertemu mereka di waktu yang tidak tepat.
Peri Jung dan Peri Jisoo tercengang mendengar penjelasan Lalisa. Peri Jisoo tersadar akan sesuatu. Bahwa gosip yang beredar di negerinya benar tentang Peri Lisa.
"Ku rasa kalian sedang terburu-buru. Bukankah kalian harus menyelamatkan Peri Lisa?"
Lalisa mengingatkan bahwa ada hal yang lebih penting daripada mengkhawatirkan siapa dirinya. Lalisa merasa, setidaknya jangan sampai ada yang terluka di hari bahagianya ini.
*****