Lisa & Lalisa (Liskook)

Lisa & Lalisa (Liskook)
Bab Tiga Puluh Tujuh



Di dunia peri, terutama di Negeri Peri Bunga, nampak sangat meriah. Kelopak berbagai macam bunga bertebaran di udara. Semua peri turun ke jalan untuk menari dan menyanyi. Semua sedang berbahagia untuk pernikahan Peri Jisoo dan Peri Taehyung. Setelah adanya sinkronisasi beberapa waktu sebelumnya, ini adalah hiburan paling menyenangkan. Bencana telah berlalu, saatnya bersenang-senang.


"Sangat disayangkan Lisa tidak bisa hadir di tengah kebahagiaan kita," Ibu peri mengawang mengingat Lisa sembari menyisir rambut Peri Lalisa yang indah.


"Ibu, Lisa akan baik-baik saja kan?" Peri Lalisa nampak khawatir.


"Ya sayang, Lisa sangat kuat. Sama sepertimu." Ibu peri memeluk Peri Lisa, menunjukkan betapa sayangnya ia pada putrinya. Masih ada perasaan bersalah dalam hati ibu peri yang membuatnya sendu.


"Apakah ibu masih merasa bersalah padaku?" Peri Lalisa memahami isi hati ibunya.


"Maafkan ibu sayang," Ibu peri semakin mempererat pelukannya.


"Ibu, aku dan Lisa sama sekali tidak keberatan. Aku percaya ini semua terjadi untuk kebaikanku. Dan Lisa, dia sungguh baik hati. Ia pasti tidak pernah menyesal memiliki ibu sepertimu," Peri Lalisa berusaha menghibur ibu peri.


"Baiklah, sebaiknya kita tidak membuat Peri Jisoo menunggu semakin lama," Peri Lalisa menambahkan.


Ibu peri mengangguk setuju. Kemudian ia merapikan sedikit rambut Peri Lalisa dan ia mengecek penampilannya sendiri sebelum mereka menghampiri sang mempelai.


Dari ujung jalan perbukitan Negeri Peri Bunga, nampak sebuah kereta seputih salju. Kereta itu sangatlah indah. Dan lihatlah yang menarik kereta itu. Alih-alih kuda, itu adalah puluhan tupai yang menggemaskan. Tupai-tupai yang unik karena warna bulunya yang sangat putih berkilau. Sungguh sangat menggemaskan.


Para peri dari Negeri Peri Bunga nampak sangat terpukau dengan kehadiran kereta itu. Jika mereka terbiasa melihat kereta yang penuh dengan bunga dan dedaunan, kali ini mereka melihat kereta yang sangat anggun dengan kemilau es yang misterius. Terlihat sangat dingin.


"Raja, apakah kau akan langsung ke istana Negeri Peri Bunga?" Peri Jung bertanya pada Raja Negeri Peri Salju.


"Ya. Ada apa Peri Jung?"


"Jika boleh, saya ingin langsung menuju mempelai," Pamit Peri Jung sopan.


"Baiklah, akan ku turunkan kau di dekat pelaminan," Raja memberi isyarat pengawalnya untuk mengantar Peri Jung terlebih dahulu.


"Terimakasih banyak Raja," Hormat Peri Jung.


Kereta putih itu semakin mendeket ke arah Peri Lalisa dan Peri Jisoo yang sedang berbincang. Di sana juga ada Peri Taehyung yang kali ini berkali lipat nampak lebih tampan dari biasanya. Begitu pula dengan Peri Jisoo yang semakin cantik dengan gaun serta tiaranya yang nampak berkilau. Namun, mata Peri Jung tak dapat lepas dari Peri Lalisa. Kenapa ia baru menyadari betapa cantiknya ia. Kelembutan dan keanggunannya juga tak kalah dari Peri Lalisa. Hanya saja Peri Lalisa memang nampak lebih pendiam dibanding Lisa yang ceria. Tapi hal itu justru membuat keanggunannya menjadi berkali-kali lipat lebih tampak.


Atensi semua peri sedang tertuju pada kereta yang berhenti di tengah tengah pesta. Mereka ingin tahu, siapa gerangan yang menaiki kereta yang indah itu. Hanya Peri Jisoo dan Peri Lalisa yang tidak heran. Hal ini karena mereka sudah terbiasa dan akrab dengan Peri dari Negeri Peri Salju.


"Hai.." Peri Jung langsung menghampiri Peri Lalisa begitu ia turun dari kereta. Raut muka Peri Jung yang keras dan nampak dingin membuat beberapa Peri dari Negeri Peri Bunga nampak kagum sekaligus takjub. Bagaimanapun Peri Jung amat sangat tampan dan misterius.


Peri Lalisa yang merasa dirinya sedang disapa oleh pujaan hatinya mendadak kelu. Ia gugup. Pipinya telah merona karena malu. Ia bahkan tak sanggup mengucapkan satu patah kata pun.


"Hai, Peri Jung. Kau datang," Peri Jisoo menyapa Peri Jung ramah. Ia menggantikan kecanggungan yang dirasakan Peri Lalisa. "Apakah Raja Negeri Peri Salju juga datang bersamamu?" Peri Jisoo lanjut bertanya begitu melihat kereta yang Peri Jung tumpagi nampak melanjutkan perjalanan menuju ke istana.


"Baiklah," Peri Jisoo dan Peri Taehyung mengangguk pamit untuk memberi waktu bagi Peri Lalisa dan Peri Jung berbincang.


"Kau sudah sembuh?" Peri Lalisa dengan susah payah berusaha menguasai dirinya.


"Ya, aku berterimakasih padamu karena telah bersusah payah mengundang Lisa,"


Peri Lalisa mengangguk saja. Ia tidak tahu apakah harus senang atau sedih. Apakah ia masih tetap berada dibawah bayang-bayang Lisa? Apakah di hati Peri Jung masih tetap hanya ada Lisa.


"Aku minta maaf, Peri Lalisa," Peri Jung nampak serius. "Ku rasa aku sudah sangat egois terhadapmu," Peri Jung menambahkan penjelasannya.


Peri Lalisa memperhatikan setiap kata demi kata yang Peri Jung sampaikan. Ia penasaran, apa sebenarnya yang ingin Peri Jung sampaikan padanya.


"Aku memang pernah sangat menyukai Lisa. Namun, saat kemarin aku sakit, aku sadar bahwa hanya kau yang selalu ada disampingku. Ketulusan dan kebaikan hatimu membuatku sangat malu," Peri Jung menunduk. "Tidak seharusnya aku mengabaikanmu," Peri Jung mulai memberanikan diri untuk menatap mata Peri Lalisa.


"Berikan aku kesempatan untuk menjadi pasangan yang baik bagimu," Peri Jung nampak sungguh-sungguh dengan permintaannya.


Peri Lalisa terbelalak. Ia nampak terkejut dengan pernyataan cinta dari Peri Jung. Ia sangat tidak menyangka jika hari ini akan datang di dalam hidupnya.


Peri Jung dengan sabar menunggu jawaban dari Peri Lalisa. Meskipun dalam hatinya sedang bergemuruh karena ia sangat gugup. Ia memilih tetap diam dan menunggu.


"Ya, aku memberimu kesempatan terakhir," Peri Lalisa berusaha bercanda tapi malah terdengar sangat kaku.


"Maaf. Itu sangat garing kurasa," Peri Lalisa kikuk sendiri karena Peri Jung tidak tertawa.


"Garing? Apa itu?" Tanya Peri Jung bingung.


"Ah, itu kebiasaan dari dunia manusia. Garing itu ungkapan kalau bercandaannya gak lucu, yah semacam itulah," terang Peri Lalisa nampak kurang yakin.


Peri Jung tersenyum. Hal itu telah mencairkan suasana diantara mereka yang sebelumnya amat sangat kaku dan canggung. Kini mereka sedang ngobrol banyak hal. Termasuk tentang perasaan mereka dan rencana mereka untuk segera menyusul Peri Jisoo dan Peri Taehyung. Di dunia peri tidak ada konsep pacaran. Jadi ketika saling jatuh cinta, artinya mereka akan segera menikah.


Hal itu juga segera mereka sampaikan kepada Ibu Peri dan Peri Jisoo juga Peri Taehyung. Tentu saja mereka semua menyambut gembira kabar baik tersebut.


Pesta masih berjalan dengan sangat meriah. Bahkan ketiga raja yang hadir memberikan anugerah dan hadiahnya yang besar bagi Peri Jisoo dan Peri Taehyung.


"Selamat berbahagia Peri Jisoo dan Peri Taehyung," sorak para peri dengan menabur kelopak bunga lebih banyak lagi.


*****