Lisa & Lalisa (Liskook)

Lisa & Lalisa (Liskook)
Bab Dua Puluh Empat



Satu jam kemudian, Jungkook muncul lagi dari balik taman dan menatap tak percaya pada Lisa yang sedang tertawa dan menari riang sambil membersihkan bunga-bunga.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Jungkook dengan melongo. Ia mulai percaya bahwa Lisa adalah seorang peri bunga seperti yang dikatakannya. Ia melihat tangan Lisa yang begitu cekatan mengatur pot-pot bunga menjadi bentuk yang sangat serasi dan indah dengan warna-warna bunga yang kontras.


"Mengatur bunga-bunga," jawab Lisa sambil tersenyum. Jungkook menggeleng-gelengkan kepalanya, sangat takjub dengan pekerjaan yang dilakukan Lisa selama ia pergi.


"Kau bahkan membersihkan salju-saljunya. Bapak tukang kebun pasti akan ikut terkejut melihat tamannya sendiri." puji Jungkook bangga. Ia melihat tangan Lisa dan menyadari bahwa Lisa mengerjakan semuanya tanpa menggunakan sarung tangan.


"Tanganmu pasti kedinginan," Jungkook merasa iba melihat Lisa. Lisa ganti menatap tangannya sendiri. Ya, memang terasa sangat dingin.


"Saat di dunia peri pun aku tidak sanggup menahan dinginnya salju," kenang Lisa. Bayangan Peri Jung yang memakaikan mantel tupai langsung terputar di kepalanya.


"Kau membutuhkan sesuatu untuk menghangatkan tanganmu," Jungkook berkata. Ia lalu melepaskan sarung tangannya dan memakaikannya di tangan Lisa. Seketika Lisa merasa hangat. Ia terkenang kembali mantel tupai dari negeri peri salju.


"Gomawo-yo," ucap Lisa merasa terharu. Jungkook kemudia mengalungkan syal berwarna merah yang sedang dipakainya ke leher Lisa yang terbuka.


"Kau juga harus memakai ini saat cuaca dingin, agar kau tetap merasa hangat," ucap Jungkook kini lebih lembut.


"Ah, ibuku tidak memberitahuku soal itu. Mungkin karena dia pikir aku sudah tahu." Lisa tertawa kecil dan mulai merasa kikuk. Jungkook menatap Lisa dengan tatapan hangat.


"Aku sudah selesai dengan pekerjaanku. Kau siap belajar mengendarai mobil?" tanya Lisa. Lisa pun mengangguk. Mereka berjalan beriringan menuju mobil yang tadi diparkir Jungkook.


***


Mengendarai mobil ternyata cukup sulit. Tangan Lisa sudah gemetar duluan saat ia mencoba memegang stir kendali. Jungkook dengan sabar dan telaten memberitahu apa yang harus dilakukan dan tidak boleh di lakukan.


Beberapa menit kemudian, wajah Lisa mulai terlihat frustasi.


"Aku pasti tidak akan bisa," keluh Lisa.


"Kau ini. Belum saja kau coba kau sudah bilang tidak bisa," ujar Jungkook.


"Rasanya aku akan menabrakkan mobil ini," Lisa mencoba melaju sedikit dan wajahnya sudah ketakutan duluan. Jungkook meringis.


"Kalau begitu, selama kau belum bisa menaiki mobil sendiri, bagaimana kalau aku yang menjemputmu? Kau tidak mungkin minta diantar setiap hari oleh ibumu dengan alasan yang sama bukan?" Jungkook berkata dengan bijak.


Mata Lisa yang bulat sekarang bersinar terang.


"Kau serius?" tanya Lisa. Alasan kenapa ia bertekad bisa mengendarai mobil karena ia tidak mau ibunya merasa curiga karena ia telah kehilangan kemampuan mengemudinya secara mendadak. Walau bagaimana pun ia harus tetap bisa mengendarai mobil. Tapi, tawaran Jungkook tadi sangat menggiurkan dan tentu saja untuk sementara waktu dapat menyelamatkan keadaannya.


"Tentu saja. Bukankah aku satu-satunya temanmu di dunia ini?" tanya Jungkook lagi. Lisa langsung berjingkrak kegirangan. Karena Jungkook sudah berkata seperti itu, ia malah semakin semangat belajar mengendarai mobil. Jungkook dengan telaten terus mengajarinya.


Hari beranjak malam ketika Jungkook mengantarkan Lisa pulang ke rumanya. Jungkook merasa Lisa seperti tidak ada lelahnya. Sepanjang perjalanan ia terus bercerita dan bercerita mengenai apa saja, khususnya mengenai dunia peri yang sama sekali tidak dimengertinya. Awalnya, Jungkook mengira jika Lisa hanya terlalu banyak membaca buku dongeng dan mengkhayal, ternyata gadis ini menceritakannya dengan detail tanpa cacat sama sekali. Kalau begitu, apakah Lisa termasuk seorang pendongeng yang hebat?


"Kau tidak keracunan kan setelah makan sawi dari siluman?" tanya Jungkook sambil terus menyetir.


"Kau lihat, aku sekarang baik-baik saja," Lisa menunjuk dirinya.


"Aku rindu pada tiruan burung lyre pada suaraku," ujar Lisa lagi. Jungkook menyimak lagi. Ya, Lisa benar-benar rindu suaranya sendiri saat ditirukan oleh burung-burung istimewa itu.


"Kau tahu? Kemarin aku mendengar sebuah lagu ketika ibuku mrngantarku pergi ke kampus. Lalu, aku mulai menghafalkannya. Coba dengar ini," Lisa mengambil ancang-ancang bernyanyi.


"Eoduun bami nal gadugi jeone, nae gyeoteul tteonajima.. Ajik nal saranghani na mamgwa gatdamyeon, oneureun tteonajima.. Guji neoyeoyaman haneun iyuneun mutjima,


geujeo nae gyeote stay with me.."


Jungkook yang mendengar suara Lisa nampak terpana. Suara Lisa begitu bening, lucu dan indah sekali. Jungkook lalu mengulang lirik yang dinyanyikan oleh Lisa dan melanjutkannya.


"It goes a little something like..


Lalalalalala lalalalalala lalalalalala


Lalalalalala lalalalalala lalalalalala


Jigeum dangjang manheungeol baraneun ge anya, geujeo nae gyeote stay with me.."


Jadi kau bisa juga menyanyikan lagu ini?! Aahh aku senang sekali.." Lisa bertepuk tangan dengan begitu bersemangat. Suara Jungkook merdu dan bagus. Menyenangkan sekali mendengar suaranya. Jungkook di sebelahnya hanya tertawa.


"Itu kan lagu terkenal di korea, masa kau tidak tahu," ujar Jungkook dengan bangga.


"Aku baru tahu lagu itu kemarin ketika mendengarnya," sahut Lisa.


"Kau hebat sekali sudah bisa menghafal liriknya dan menyanyikannya dengan begitu baik," puji Jungkook lagi.


"Di hutan aku memiliki burung lyre yang bisa meniru suaraku. Di sini aku punya kau yang akan melanjutkan nyanyianku. Aku benar-benar senang!" Lisa tak hentinya terpekik gembira. Jungkook merasa Lisa adalah gadis aneh sekaligus gadis yang begitu unik dan istimewa.


Lalu, karena terlalu banyak berbicara dan bercerita, Lisa mulai menguap dan matanya tampak mengantuk. Akhirnya dia punya rasa lelab juga, batin Jungkook.


"Tidurlah, nanti aku akan membangunkanmu jika kita sudah dekat dengan rumahmu," ujar Jungkook. Lisa yang sangat mengantuk hanya mengangguk dan mulai memejamkan matanya.


"Baru pertama kali dalam hidupku, aku bisa melihat sesosok peri yang sedang tertidur," ujar Jungkook pelan sambil tertawa kecil. Rupanya, kata-kata itu masih bisa didengar oleh Lisa. Ia belum tidur sepenuhnya. Lisa pun membuka matanya dan memberikan tinju pelan pada lengan Jungkook. Namun, akhirnya Lisa kembali memejamkan matanya setelah tertawa kecil bersama Jungkook.


"Kau sungguh-sungguh gadis yang aneh. Peri? Seorang Peri? Apakah aku sedang tersesat di dunia disney?" Jungkook mengatakan itu semua setelah memastikan bahwa Lisa telah benar-benar tertidur. Ia tidak ingin dipukul lagi. Jungkook melirik ke arah Lisa satu kali lagi dan ia mulai tersenyum, ah bahkan hampir tertawa gemas. Ia mengemudikan mobilnya dengan perasaan nyaman dan bahagia yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.


*****