Like a Doll

Like a Doll
Tidak akan gagal kali ini



Aku juga pernah tinggal di mansion ini jadi semua salinan kunci di seluruh ruangan yang ada, semua ku simpan dalam brankas rahasia yang hanya aku seorang saja yang bisa membuka nya. Aku juga bisa melelehkan borgol yang membelenggu tangan kami berdua, semua nya tidak ada apa-apanya jika tantangan nya seperti ini. Jika aku hanyalah pemuda biasa mungkin semua itu akan menjadi hayalan semata dan di saat itulah kami benar-benar menganggap ini semua adalah kekalahan yang mutlak. Sebelum itu aku harus membuka penutup mata ini dengan kabel-kabel jaringan yang ada, aku tidak ingin membuang-buang baterai ku lebih banyak agar itu cukup untuk melelehkan borgol dan juga membuka brankas penyimpanan kunci itu.


Setelah membuka rantai yang melilit om Lee, aku mengambil kunci ku dan membuka penjara ini. Penjara ini tidak pernah di kasih penjaga karena mereka berpikir kami berdua tidak akan bisa keluar dengan mudah nya. Semua penjagaan tetap ketat meski tanpa pengawasan mata manusia. Ada banyak titik jebakan yang sebisa mungkin harus di hindari dengan hati-hati atau kalau tidak, akan terjadi hal buruk lain nya seperti kami di pulangkan paksa kembali ke Tokyo atau mungkin saja kita akan di bunuh oleh keluarga gila ini.


"EHH, AWAS, OM LEE!!!" Karena aku terlalu fokus mengawasi dan mencari di mana saja titik jebakan itu di pasang, aku jadi lengah dan tidak menjaga pandangan om Lee dan berakhir terjerat tali yang membuat tubuh om Lee melayang di langit-langit.


"Ja..jangan cemaskan aku, nak Vhylen. Kamu pergi saja dan selamatkan Azumi." Om Lee berteriak di atas sana, menyuruhku untuk langsung ke tempat Azumi berada. Maafkan aku om Lee, aku tidak bisa mencegah mu terkena masalah lagi kali ini. Jika aku berhasil, aku akan kemari lagi dan menyelamatkan om. Aku pun berpaling meninggalkan om Lee yang bergelantungan tali di atas sana dan pergi menuju ruang tengah. Setiba nya, aku malah tidak melihat siapapun. Apa jangan-jangan mereka semua ada di lab pak Ryousuke? Aku harus bergegas. Semoga saja aku tidak terlambat lagi kali ini.


Aku membuka paksa pintu lab itu dan benar, mereka semua sekarang tengah berkumpul di tengah ruangan, mengelilingi tubuh Azumi yang sedang tengah berbaring di atas ranjang besi. Dia terlihat tidak sadarkan diri, tidak mungkin kan aku terlambat?


"Hah, harusnya aku melepaskan semua peralatan yang ada di brankas mu itu, tapi aku gak ada waktu."


"Aku pastikan, aku akan membawa Azumi kembali ke kehidupan lama nya."


"Cobalah jika kamu mampu, bocah robot!!"


Wanita ini menatap ku seperti sebuah sampah yang tidak berguna, tapi aku tetap pada pendirian ku. Tapi ternyata, percuma saja aku menyemangati diri sendiri. Mereka lebih banyak di jumlah ketimbang aku, apalagi, iblis merah besar di sana sedang menatap ku dengan tatapan ingin membunuh. Membuat ku merasa merinding dan ingin lari dari tempat ini. Tapi, aku tidak akan menyerah. Iblis itu tetap tidak akan bisa menjadi penghalang besar bagiku untuk menyelamatkan Azumi.