Like a Doll

Like a Doll
Menyusul Kembali, Milik ku Yang Berharga



"Sialan, karena dua jiwa itu saling bertemu, mereka jadi memperebutkan posisi untuk mengendalikan tubuh ini. Aku tidak tau asal kekuatan itu, tapi, seperti nya ada yang mengacau. Roh jahat, ada roh jahat yang juga masuk kedalam tubuh nya hingga dia kesurupan. Kita harus segera berangkat, siapkan tumbal dan tidak perlu berkemas. Tidak ada waktu lagi. Aku akan menggenggam nya dalam kuasa ku agar dia tidak melukai lebih banyak tubuh nya. Ini sudah benar-benar di luar kendali. Aku juga sudah menduga ini akan terjadi cepat atau lambat." Iblis itu mulai mengulurkan tangan nya dan kemudian keluar lah cahaya merah yang menarik tubuh Azumi masuk ke dalam cahaya itu. Memang, dia jadi berhenti terpantul dan melayang kemana-mana selama dia berada dalam cahaya itu, hanya saja dia masih ngamuk dan terus berteriak. Aku memanggil semua pelayan yang tersisa—sebelum nya aku buat mereka semua patuh pada perintahku dengan ramuan khusus dan kami semua pun berlalu menuju pelabuhan. Urusan kapal pesiar, kami sebenarnya punya, tapi sudah terlalu tua. Tapi mau bagaimana lagi, sudah tidak ada lagi waktu untuk ku menyewa kapal lain seperti yang aku tumpangi hari itu. Bersama dengan iblis itu, kami memulai perjalanan kami kembali di atas kapal, membunuh semua pelayan yang tersisa dan kembali menyempurnakan rencana ini. Sedetik pun aku tidak akan mengalihkan pandangan ku agar aku tidak ceroboh lagi.


.


.


.


.


.


.


.


.


Aku melihat pelayan itu sudah berada di atas kapal. Sepeda ini aku hentikan laju nya dan kemudian ku lempar sembarangan di atas pasir, berlari dengan sisa tenaga yang ku punya, meskipun itu menyakitkan karena membuat nafas ku menjadi tersengal semua ini tetap ada artinya untuk ku dan juga untuk keselamatan jiwa raga Azumi. Aku tidak boleh terlambat bahkan itu hanya sedetik sekalipun.


"Kamu hebat nak, sekarang, ayo kita selamatkan kawan mu."


"A..anu, makasih, pak..."


"Panggil aku om Lee. Ayo kita bergegas selama kapal itu masih terlihat di pandangan kita, kita masih bisa mengikuti nya di belakang. Jangan khawatir, om akan menyamar dan kamu lebih baik bersembunyi di bawah kain besar itu saat kita sudah mulai sedikit mendekati kapal mereka." Balas om Lee, dia mulai menyalakan mesin motor itu dan kemudian kapal melaju dengan kencang nya mengikuti jalur putih dari air laut yang sudah di lalui kapal raksasa yang sudah terlihat tua itu. Isabella juga telah melesat cepat di atas langit dan mengikuti kami. Bersabarlah, Azumi. Aku pastikan kali ini aku tidak akan gagal menyelamatkan mu. Keyakinan ini selalu sama besar nya dengan rasa cinta ku pada mu, makanya, aku rela melakukan semua ini. Memastikan kamu baik-baik saja dan tidak sedang dalam keadaan terluka, sudah menjadi kewajiban bagiku. Mungkin ini akan terdengar seperti lelucon di telinga mu, tapi aku selalu serius jika itu melibatkan mu.