Like a Doll

Like a Doll
Selalu Saja Salah



Lantas, apa yang membuat nya hadir dengan perasaan sangat marah kali ini? Apa kita sudah berbuat kesalahan di rencana ini?


"Apa yang kalian lakukan? Membawa kembali tubuh itu dengan dua jiwa? Itu bisa menggagalkan rencana kalian selama bertahun-tahun. Kalian tidak tau itu, hah?!" Sekitar mansion menjadi gemetar dan seolah ingin merubuhkan tempat ini. Kami masih dalam posisi bersujud di hadapan nya. Ucapan nya kali ini benar-benar menyeramkan sampai kami berdua merasa tidak ingin menatap wajah nya saat ini. Kenapa dia berkata seperti itu, aku bahkan tidak merasa kalau tubuh Azumi ternyata masih menyimpan jiwa aslinya pula. Lantas, bagaimana jiwa Yuuzy bisa mengendalikan itu meskipun yang asli masih belum hilang sepenuh nya? Ah, ada banyak sekali kenyataan yang membingungkan. Membuat kepalaku rasanya ingin meledak kan semua nya. Ternyata benar, rencana kali ini belum sepenuh nya berakhir dengan sempurna.


"Maafkan hamba. Tapi aku memang sudah memiliki firasat aneh soal keberhasilan rencana ini dan aku tidak bisa menebak di mana keanehan itu berasal."


"Itulah sebabnya aku membenci manusia, mereka terlalu bodoh untuk menyadari kesalahan dari apa yang sudah di lakukan nya. Sekarang kalian bersiap lah, kita harus kembali ke pulau. Soalnya akan ada pengganggu yang akan datang kemari menyusul teman nya." Ucap iblis itu panjang lebar. Sial, aku akan kehabisan pelayan kali ini. Padahal belum lama ini aku mengorbankan 200 lebih pelayan ku untuk di jadikan tumbal pembuka portal menuju pulau itu. Tapi, apa boleh buat, ketimbang harus terlibat dengan robot android penghianat dan juga arwah penasaran yang punya kemampuan tidak masuk akal seolah keberadaan nya itu menjadi pengganggu paling buruk untuk kelancaran rencana ini. Lebih baik membunuh pelayan ku sekali lagi dan setelah semuanya berakhir, aku akan mencari pelayan lain yang bersedia bertugas padaku. Terlibat oleh orang yang penuh dosa seperti ku akan menjadi sebuah kehormatan bagi mereka yang bekerja di sini. Aku memanggil kedua anak ku di kamar dan menyuruh mereka untuk bersiap membereskan pakaian mereka. Karena malam ini, kami akan berlayar kembali, melalui perjalanan mengerikan menuju pulau keramat itu sekali lagi.


Aku berjalan menghampiri Hanakawa. Tubuhnya gemetar dan dia terasa sangat dingin. Ketika aku memanggil nya, dia malah terkejut dan melotot ke arahku.


"Ada apa, Mi?"


"Yu..Yuuzy. kak Yuuzy.... Dia melempar ku barusan hingga aku menabrak tembok di pojok kamar ini. Tiba-tiba saja dia mengamuk tapi... Tapi entah kenapa juga semua terasa sunyi. Bahkan mama dan paman Ryo tidak mendengar suara benturan barusan. Setelah melakukan itu, Yuuzy terdiam tak bergerak meski sudah ku panggil dan ku sentuh wajah nya. Se..seakan dia... Dia menjadi mayat kembali..." Aku kurang paham dengan situasi kali ini, yang jelas, hanakawa terlihat sangat ketakutan melihat hal aneh yang tiba-tiba saja di lakukan kakak nya. Saat aku membantu hanakawa kembali berdiri, Yuuzy lantas melayang di ranjang nya. Seperti orang kesurupan, mata nya merah menyala dan dia melakukan gerakan tidak masuk akal di udara. Sedikit lagi dia terbentur dengan plafon yang ada di atasnya. Dan yang benar saja, dia malah jadi terpental kemana-mana dengan raungan mengerikan keluar dari mulut nya. Aran dan iblis itu masuk ke dalam kamar Yuuzy dan melihat apa yang sedang terjadi.