Like a Doll

Like a Doll
Bertemu Kembali



"Vhylen, bangun. Kita udah sampai di apartemen."


"Hemmm, biarin aja lah, Mi. Biar manager yang antar dia ke gereja."


"Yaudah deh. Dia kayaknya bakal susah di bangun kan." Pada akhirnya aku tidak jadi tidur sekamar dengan Vhylen—untuk sementara dia harus di panggil demikian. Dia memang android dan mungkin saja ada alat pelacak di dalamnya ataupun kamera untuk memata-matai pergerakan ku selama jauh dari pulau keramat itu. Hari ini benar-benar hari yang panjang, aku merasa sangat lelah. Tapi di balik semua itu, ternyata hantu tadi masih mengikuti ku juga sampai masuk ke dalam ruang tamu. Dia memang tidak berbuat apa-apa, tapi perawakan itu bikin fokus ku terganggu. Andai di saat seperti ini Isabella ada dan mengusir makhluk itu.


"Hehe, kamu ngomongin aku ya? Penyamaran ku hebat kan?" Tiba-tiba makhluk itu mendekati ku dan berbicara seolah dia bisa mendengar isi hatiku. Suara itu sangat tidak asing. Jangan bilang ini kamu Isabella.


"Isabella?"


"Ya, ini aku. Gimana penyamaran ku? Serem kan?! Kamu keliatan mau kencing celana loh tadi."


"Di..diam." Isabella pun merubah wujud ya menjadi seperti biasa. Ternyata benar dia Isabella. Tapi apa tujuan nya menakuti yg dengan tampilan aneh?


"Aku menyamar supaya kamu gak tau kalau ini aku. Haha benar-benar selama 2 setengah jam kamu nampak berusaha tidak berbalik dan memastikan tidak ada apapun di jendela kan. Haha, yang bisa ku lakukan hanyalah tahan tawa selama itu. Karena kamu mencoba mengabaikan ku." Tapi aku tidak menyangka akan bertemu dengan Isabella lagi kali ini soalnya selama di pulau sejak aku masuk dunia ilusi itu, dia tidak pernah nongol lagi. Entah apa yang dia lakukan selama ini dan baru menampakkan diri dengan tampilan mengerikan itu.


"Selama ini aku sedang meneliti sesuatu."


"Entah kenapa perilaku mu seperti cenayang."


"Jangan remehkan aku haha. Aku meneliti sesuatu di mansion itu. Mereka berniat melakukan upacara adat kan ya? Upacara itu melibatkan langsung dirimu dan jiwa kakak dari Izumi untuk di masukkan dalam tubuh mu. Setelah itu kamu sepenuhnya kehilangan kepribadian dan kejiwaan mu yang sebenarnya. Mereka pun berhasil melakukan itu. Tapi karena tindakan Vhylen, kamu berhasil bertemu dengan ku sekarang di sini."


"Aku mau hubungi Zen bentar."


"Zen. Seorang siswa kelas 11 di gedung siswa dan masuk jurusan IPA. Satu-satunya informan yang sudah bekerja sama dengan Azumi Chieko semasa hidupnya. Terakhir kali dia berhasil menyelediki misteri di balik luka misterius yang di alami Vhylen. Itu karena dia habis di rundung 5 preman sekolah di belakang gedung siswi dan Zen mengikuti mereka kemudian merekam kejadian itu. Karena masih di bawah umur yaitu sekitar 16 dan ada pula yang masih 15, mereka cuma di masukkan ke rehabilitas untuk remaja."


"Kamu ini emang tau banyak ya."


"Zen ini emang sehebat apa sih?"


"Haha, kamu bakal tau sendiri nanti. Lihat saja, aku baru mengirimkan pesan dia sudah melaksanakan tugas nya." Selang beberapa saat kemudian Zen membalas pesan ku dan mengirim kan sebuah lampiran panjang terkait keluarga Izumi ini.


"Gercep juga kerjaan dia. Belum ada 5 menit pesan di kirim."


"Gak, aslinya sih dia udah dari awal sebelum kenal aku emang lagi menyelidiki keluarga ini. Mungkin dia udah dapet duluan sebelum aku minta."


Lampiran itu berisi lengkap perjalanan hidup Izumi di mulai dari alasan kenapa di angkatnya Yuuzy menjadi anggota keluarga dan tanggal kematian dari Hanakawa Izumi.


Eh? Tanggal kematian nya? Jadi selama ini aku bermain dan berteman dengan mayat hidup? Kok Zen gak pernah ngasih tau aku sih padahal dia sering lihat aku jalan bareng sama mayat itu.


Yah, itu tidak penting lagi. Aku mulai melanjutkan membaca isi lampiran itu.