
Kami pun kembali ke bawah. Sebenarnya aku tidak sanggup untuk berjalan kembali karena luka yang di buat Isabella di punggung ku. Rasanya panas dan juga sedikit gatal karena terkena tiupan angin yang membawa terbang debu rumah. Lelah sekali rasanya, rumah ini untung saja tidak roboh karena keributan yang kami timbulkan barusan. Aku harus benar-benar bertanggung jawab untuk memperbaiki rumah ini nantinya. Dengan kata lain, aku harus mencari kerjaan tambahan untuk menambah biaya perbaikan rumah paman.
"Aku.. aku akan membantu mu mencari pekerjaan agar kita bisa memperbaiki rumah paman mu ini." Isabella ini terkadang kalau sudah membaca isi hati ku, malah jadi terasa seram aku rasa. Ketimbang serangan-serangan yang dia berikan padaku, kemampuan nya kali ini yang berhasil membuat ku sedikit terkejut dan ketakutan. Sialan, mana dia menebak nya hampir benar sekali. Selain membaca isi hatiku, dia punya banyak kemampuan dan pengetahuan yang lebih hebat yang bisa saja aku manfaatkan untuk menyelamatkan kembali Azumi yang di culik oleh keluarga itu. Tapi aku tidak memiliki ide sama sekali cara untuk mengembalikan ingatan nya kembali. Aku pun juga kurang yakin jika ingatan itu masih bersembunyi di dalam otak nya dan juga sedang berusaha masuk dengan paksa sama seperti yang ingatan milik Yuuzy itu lakukan sebelum nya.
"Isabella, kamu bisa lacak keberadaan Azumi saat ini?"
"Eh bukan nya kamu tahu mereka akan pergi kembali ke mansion?"
"Agak meragukan. Bisa saja dia kembali ke pulau keramat itu kan? Coba lah di lacak dulu buat memungkin kan saja. Kita bisa memikirkan rencana setelah kita tau lokasi tepatnya sekarang." Aku menghampiri dokter itu dan segera membawanya ke lantai atas untuk memeriksa keadaan paman. Isabella di lantai bawah sedang memikirkan lokasi yang sangat tepat menjadi kemungkinan yang ada. Lokasi dimana mereka akan melakukan tindakan jahat seperti waktu itu. Tapi aku sudah punya kemungkinan kalau mereka akan kembali ke pulau itu. Bisa saja karena semua peralatan mereka dan satu pemancing paling jitu pula berada di sana dan hanya bisa di gunakan saat mereka berada di pulau keramat itu.
Tapi, aku sudah bosan berurusan dengan semua hal spiritual seperti ini, apalagi aku tidak mempunyai kendaraan dan juga tumbal untuk masuk ke dalam sana. Lantas, apa aku harus membunuh orang hanya untuk membuka portal menuju pulau tersebut? Aku tidak akan sanggup mengumpulkan ratusan orang yang memang mau merelakan hidup nya demi membantu Azumi kan? Mereka tidak akan mungkin menjadi sebodoh itu.
"Halo, dengan siapa di sana?"
"Tuan Vhylen. Benar? Ini aku, paman yang waktu itu membawa kalian pulang kembali ke Tokyo."
"Eh? Kenapa paman menelfon ku?"
"Keluarga Izumi baru saja pergi ke pulau itu kembali. Belum lama sih, baru setengah perjalanan. Jika ingin menyusul, sekarang lah waktunya. Aku akan menolong mu lagi dengan kapal ku. Datang lah cepat sebelum portal itu benar-benar tertutup kembali. Jika terjadi, kamu akan menyesal selamanya."