
Sampai akhirnya aku mendengar suara erangan keras yang terdengar seperti menggema seluruh toko hp ini. Suaranya sangat mengerikan dan kami yakin ini suara erangan dari monster kami yang kabur tadi.
"Seperti nya dia sudah berubah wujud. Kita sudah terlambat menangani ini. Dan ruangan yang di tunjukkan gambar ini pun seperti tidak ada gunanya. Kak, kamu bawa pistol ganda itu kan?" Satu-satunya cara melumpuhkan manusia yang sudah berubah wujud menjadi monster berlidah asam hanyalah dengan menggunakan pistol ganda yang di isi peluru bius yang bisa bertahan selama 24 jam dalam sekali pemakaian. Karena dia sangat kuat dan agresif kami akan memberikan dosis yang sangat tinggi agar dia bisa langsung pingsan dan berubah kembali ke wujud manusia nya dalam kurun waktu 15 menit.
"Kita sudah mendapatkan kembali radar itu. Ayo bergegas." Entah apa yang terjadi, kami tiba-tiba masuk ke dalam lorong gelap yang tadinya penuh dengan pelanggan menjadi tempat sepi tanpa cahaya sedikitpun. Di sini ada beberapa konter yang sudah di segel. Di lihat dari tanggal beroperasi nya, dia sudah berhenti 20 tahun yang lalu dan lorong ini menjadi lorong terlarang di tempat ini. Segelintir orang saja yang pernah terjebak di sini, bisa di lihat dari banyak nya arwah penasaran yang mengikuti kami di belakang, juga banyak nya sisa tulang belulang manusia bertebaran di beberapa sudut. Beberapa ada yang menggantung di atas pintu besi konter tersebut. Aku yakin ini malah di jadikan tempat buat tumbal di mana siapapun yang terjebak tidak akan pernah bisa kembali lagi ke dunia asalnya.
"KYAA!!! MENJAUH, MENJAUH KAU!!! TOLONG!!!!!!"
"Kalau begitu kita tidak punya banyak waktu lagi. Ayo kita ke tempat orang itu sebelum monster itu memakan dia." Kami semua pun berlari mencari sumber suara dari orang yang meminta tolong barusan. Entah kenapa pula ponsel ku di saat genting seperti ini malah tidak bisa di nyalakan padahal aku sebenarnya yakin kalau ponsel ini belum lama ini aku cas sampai full baterainya. Tapi sekarang dia tidak jadi berguna karena tidak bisa membantu pengelihatan kami dalam kegelapan ini. Beberapa pelayan di belakang ku sempat tersandung tulang karena saking gelapnya tempat ini. Terkadang bau anyir tertiup angin dan membuat hidung ku menjadi sangat gatal. Ayolah, di mana kamu objek penelitian kami. Kami pun berhenti, di saat itu ponselku berhasil menyala dan aku menyoroti jalan di hadapan kami dengan senter. Betapa terkejutnya aku melihat monster itu berhasil melumpuhkan seorang gadis kecil bergaun putih dan tertutup rambut terurai panjang berwarna hitam legam itu. Monster itu memakan nya dan melubangi punggung gadis itu dengan lidah asam yang di milikinya. Sialan, kami benar-benar terlambat kali ini meskipun kami berhasil menemukan lokasi tepatnya sekarang.
"RYO, TEMBAK!!" Suara dentuman yang keluar dari pistol ganda itu menggema memenuhi lorong kosong ini. Terdengar sangat keras sampai sang monster berteriak mengamuk kesakitan saat timah panas itu menembus pinggang nya. Aku dan mama mendekati gadis itu dan melihat keadaan nya.
"Sial, kita tidak bisa menolongnya. Semua organ nya sudah terlanjur di makan oleh dia. Kita terlambat, Mi." Aku tau itu mama, tapi yang lebih penting sekarang adalah dia berhasil di lumpuhkan dan kita harus membiarkan mayat ini di sini atau yang ada makin panjang urusan kita malam ini. Dan akan sangat sulit sekali menjelaskan alasan kematian dari gadis itu yang mungkin bagi orang normal akan terasa seperti cerita bualan belaka.