Like a Doll

Like a Doll
Terhisap Dalam Malam



Sudah setengah perjalanan semenjak kami meninggalkan pelabuhan, kapal itu sudah terlihat besar wujud nya di hadapan kami. Sesuai dengan arahan om Lee aku langsung masuk ke dalam kain itu. Meskipun tidak ada penjagaan di atas sana, tapi mereka pasti selalu bisa merasakan ada nya kehadiran yang tidak di kenal. Mereka ini seperti anjing, hidung dan intuisi mereka selalu tajam. Selalu saja bisa tahu di mana keberadaan kami. Bahkan ketika Azumi mulai kehilangan jiwa nya dan berganti menjadi Yuuzy, mereka langsung mencium hal itu kemudian berbuat kasar di rumah paman. Bahkan sampai setengah hancur dan membuat paman ku terluka parah. Aku jelas tidak akan pernah memaafkan semua tindakan yang mereka lakukan dan aku tidak akan merasa kasihan sedikitpun dengan kematian Yuuzy. Mereka salah jika mereka tidak merelakan anak mereka pergi dan ini justru jatuh nya menyiksa ketenangan jiwa Yuuzy yang mana seharusnya dia sudah berada di tempat yang memang sudah di tentukan tuhan.


"Kenapa auranya seperti sunyi sekali? Apa kita benar-benar mengejar kapal yang tepat? Nak Vhylen, keluar lah. Seperti nya tidak akan ada yang tahu keberadaan kita di belakang sini karena kapal ini jauh lebih besar dari yang pernah kamu naik sebelumnya." Aku keluar dari tempat persembunyiannya ku dan menatap serius ke kapal besar yang ada di hadapan kami. Paman Lee benar, kapal ini seolah tidak ada penghuni nya. Yang biasanya ada banyak lampu menyala dan beberapa penjaga mengawasi di luar dek kapal, terlihat sunyi. Kapal ini menyalakan lampu seadanya dan tidak terlihat terang benderang. Apa karena usia kapal ini sudah tua ya jadi tidak seperti kapal yang aku tumpangi sebelum nya?


"Pegangan Vhylen, portal nya akan segera di buka. Lihat lah, para tumbal sudah mulai berjatuhan. Lebih baik kamu segera masuk di dalam kain kembali, nak." Paman Lee melajukan kapalnya perlahan. Sebelum aku masuk ke dalam kain, aku sempat melihat sekilas aura menyeramkan yang seperti nya itu keluar dari tubuh iblis yang memiliki badan besar dengan kulit merah menyala seperti neraka. Dia seperti membawa sesuatu yang aku tidak tau apa. Aku tidak peduli lagi, selama kita tidak ketahuan oleh iblis itu, tidak ada lagi yang perlu di takutkan. Karena sejauh ini, semua berjalan lancar dan tidak ada hambatan yang berarti.


Dan seperti biasa, semua nya terasa berat jika berada di dalam lautan ini apalagi aku harus tetap membuka mataku selama satu jam berada dalam gelap nya malam yang dingin dan tidak berarti ini. Tunggu lah sebentar lagi, Azumi. Kamu akan baik-baik saja dan aku bisa merasakan kembali hangatnya pelukan mu saat pertama kali kamu mengatakan kalau kamu menyukai ku. Sebagai pria, ini tidak ada apanya selama aku tidak melihat mu terluka karena orang lain.