Like a Doll

Like a Doll
Malam Menyapa



Gak panjang sih sebenarnya cuma kesan nya kek merupakan kisah paling panjang yang akan masuk ke kepalaku malam ini.


Keluarga Izumi adalah keluarga besar yang paling tersohor di sepanjang kota Tokyo. Sebab putri mereka, Viona Izumi adalah usahawan sukses yang berhasil mengembangkan butik nya sampai keluar negeri. Ayah nya adalah seorang bartender handal sejak berumur 27 tahun di sebuah cafe yang berdekatan dengan butik nya. Sedang kan ibu nya adalah seorang model dan sekarang sudah pensiun dikarenakan sakit keras.


Suatu hari, ketika sedang pergi ke pesta ulang tahun rekan kerja Viona alias yang menjadi tukang jahit dan finishing di rumah mewah pertengahan kota, wanita itu ketahuan selingkuh dengan suami Viona di kamar dan baru saja melakukan hal bejat namun tertahan karena keburu ketahuan oleh Viona sendiri. Viona yang saat itu masih 27 tahun pula merasa kecewa dengan teman seperjuangan nya, merebut kebahagiaan nya dan membuat Viona hampir gila saat memutuskan untuk bercerai. Setelah cerai, setahun kemudian dia mengangkat seorang anak dari sebuah toko roti langganan Viona. Di kabarkan anak itu hampir saja di lecehkan oleh bosnya sendiri di dapur saat pekerja yang lain tengah sibuk melayani pelanggan dan di saat itulah Viona datang dan menghampiri anak itu. Dia di bawa pulang ke mansion mewah nya dan kemudian di angkat menjadi seorang anak. Menjadi kakak angkat bagi anak tunggal Viona, Hanakawa Izumi. Hanakawa saat itu masih berusia 8 tahun dan sangat polos. Kehadiran kakak angkat membuat nya begitu bahagia dan menjadi sangat lengket dengan nya. Mereka lebih terlihat seperti saudara kandung ketimbang saudara tiri. Tapi, kebahagian Viona melihat keakraban kedua anak nya lenyap setelah 2 tahun anak itu tinggal di mansion ini.


Sebuah tragedi yang tidak bisa di hindari pun terjadi. Anak angkat itu tewas di gigit ular jenis langka yang racun nya mampu menewaskan korban nya seketika tanpa rasa sakit yang berarti. Ciri-ciri tergigit ular ini adalah badan sedikit membiru, bekas gigitan nya berwarna ungu gelap dengan sedikit bercak darah hitam, mulut berbusa kuning dan mata memerah seperti darah. Malam itu, dia tewas saat ingin mengambil buah berry di kebun belakang rumah nya.


"Biar ku tebak, ular ini pasti ular kobra belang emas yang hanya ada 10 ekor hidup di dunia ini. Racun nya lebih mematikan dari ular manapun yang ada di dunia. Dia bisa menewaskan manusia hanya dengan dua gigitan di kaki dan juga telapak tangan. Mau di keluarkan racun nya pun mustahil karena itu sangat cepat bercampur dengan aliran darah dan mampu membunuh orang dewasa dalam kurun waktu 5 menit." Arwah cilik ini terlalu banyak yang dia tau sampai aku merasa sangat iri dengan pengetahuan nya yang luas.


"Aku senang kamu mengakui ku sebagai arwah yang cerdas, kak Azumi." Tapi aku benci dengan respon nya setelah membaca isi hatiku. Lupakan lah, aku lalu melanjutkan membaca lampiran itu. Sudah ada setengah halaman tanpa sadar telah berlalu.


Malam itu juga, saat anaknya di bawa ke rumah sakit, kakek alias ayah dari Viona tewas di cafe nya. Menurut rumor dia di bunuh oleh Viona sendiri karena Viona merasa shock berat mendengar kematian anak nya yang baru saja di angkat dua tahun yang lalu. Itu menjadi hari yang berat buat Viona dan anak kandung nya, Hanakawa yang baru saja menginjak umur 10 tahun.


"Pasti dia depresi."


"Ahh, entah kenapa lampiran ini terlalu panjang untuk ku baca keseluruhan. Mana udah jam 12 malam lagi. Mending aku tidur aja, besok pagi aku harus lari."


"Tumben?"


"Ya, soalnya aku harus memulihkan stamina ku kembali. Aku gak mau buat manager cemas kalau tau aku sebenarnya suka sekali pingsan pas di pulau kemarin."


"Ada benar nya juga." Ku tutup kembali ponsel ku dan kemudian beranjak ke kamar untuk tidur bersama Isabella. Ya, katanya dia tidak ingin tidur di kuburan lagi soalnya terlalu gelap dan sepi makanya dia mampir ke apartemen ku.