
"Om Lee?"
"Iya nak Vhylen. Kita sudah sampai. Kapal ini akan bergerak menuju dermaga, kamu jangan keluar atau kita akan tertangkap oleh mereka." Seorang pria tua memberi peringatan kepada pemuda yang meringkuk bersamanya. Mereka sedang menghindari mata yang bisa saja saat ini tengah melihat dan mengawasi mereka.
"Hoho, kalian ini cerdik sekali ya. Kerja bagus, dua penghianat sekalian." Saat pemuda itu ingin masuk ke dalam selimut kembali, seseorang menarik nya dengan kasar. Seorang wanita dengan pakaian seksi hitam nya yang terlihat ketat dan mengkilap. Wajah nya nampak murka, seolah sedang mengutuk dua orang yang saat ini tengah berada di hadapan nya, menatap takut wanita yang telah mengetahui keberadaan mereka. Rencana mereka kali ini, sudah pasti akan gagal.
"Portal akan selalu terbuka sampai yang membuka nya kembali ke alam nya lagi. Kalian ingin aku kurung di penjara atau kalian pergi sendiri dengan niat kalian melalui portal itu." Pemuda berambut putih itu menatap sinis ke arah wanita yang menarik kaki nya barusan. Dia mencoba melindungi paman itu, sebisa mungkin.
Wanita itu lantas tersenyum dan mulai mengeluarkan suara tawa yang menyeramkan. Rautnya seolah mengatakan aku akan mengikat kalian dan mengurung kalian di penjara. Tangannya terlihat sedang merogoh sesuatu di dompet kecil yang melingkar di paha kirinya. Dia mengeluarkan benda kotak hitam dengan dua besi kecil di ujung nya yang jika di tekan terlihat mengeluarkan aliran listrik yang dapat melumpuhkan siapa saja yang bersentuhan langsung dengan aliran nya.
"Aku harap kalian mau tidur dulu sejenak." Dua pria yang ada di perahu itu langsung tumbang tak sadarkan diri. Wanita ini memanggil dua pengawal lain nya yang masih ada di kapal untuk membantunya membawa dua tubuh besar ini masuk ke dalam mansion. Yang nantinya akan di kurung dan di rantai di dalam penjara bawah tanah. Wanita itupun lenyap dalam hembusan angin laut di pagi hari.
Pergelangan tangan ku terasa sakit. Seperti ada benda berat yang melilit nya, apakah ini borgol? Kaki ku rasanya tidak bisa menginjak lantai dengan baik, seperti sedikit melayang dan ketika aku mencoba bergerak pergelangan ku malah jadi semakin sakit rasanya. Om Lee, mana om Lee? Kenapa gelap sekali di sini, apakah kita sedang berada di dalam selimut? Tidak, aku rasa tidak. Aku ingat jelas kalau wanita sialan itu menangkap kami dan membuat kesadaran kami hilang sejenak. Kemudian, kami berdua berakhir di ruangan yang aku tidak tau ini ada di mana.
"Vhylen? Vhylen, nak, kamu baik-baik saja?"
"Om? Kita ada di mana?"
"Seperti yang di katakan Nyonya Viona, kita di kurung di penjara bawah tanah, nak. Sial, kita malah kalah padahal sudah sejauh ini." Entah kenapa aku malah merasa bersalah kali ini. Seharusnya aku tidak perlu nekat menyusul nya segala, yang kita lawan ini terlalu kuat dan kami hanya ada dua orang dan satu arwah penasaran yang aku tidak tau sedang berada di mana dia sekarang. Semoga saja dia tidak tertangkap dan mulai mengendus keberadaan Azumi. Tapi, aku tidak boleh menyerah begitu saja. Apa yang di katakan om Lee tidak lah benar, kita belum kalah. Kita hanya di beri cobaan oleh Yesus untuk di lewati dengan serius. Kalau kita menyerah, sama aja aku mengakhiri hidup Azumi yang berharga. Lagi pula, tidak perlu khawatir jika itu sebatas di kurung dalam penjara apapun, soalnya aku adalah robot android yang memiliki segalanya.