
"Halo, pak kepala. Aku tau kamu sekarang ada di mansion. Ah, iya, aku sebentar lagi bersandar di pelabuhan. Bawain dua mobil biasa soalnya ada penumpang tambahan. Oh, ini aku ngajak anak anda buat tinggal sama aku di Tokyo gak papa kan? Baiklah, aku tunggu ya pak." Pak kepala itu tidak mungkin akan pergi kemanapun selain mansion karena jika di Tokyo hanya itu lah tujuan yang lebih dulu terpikirkan oleh nya. Otomatis Azumi serta Vhylen masih menunggu di pelabuhan hari itu. Kira-kira dia balik di antar sama siapa ya?
Kapal pun akhirnya berhenti dengan sempurna di depan pelabuhan. Minggu ini ramai sekali penumpang yang menggunakan transportasi ini ya padahal aku kira ini belum musim nya pulang kampung ke luar pulau. Ya, siapa yang peduli. Akhirnya aku kembali lagi ke Tokyo dan aku akan menjadi sangat sibuk lagi sekarang karena rencana yang gagal total ini.
"Ada acara apa ya kok ramai banget?" Aku melihat salah satu stand membangun sebuah panggung besar di tengah-tengah ruangan bagian tunggu para penumpang. Sepertinya akan ada event di sini, tapi aku tidak ada waktu lagi untuk meladeni hal itu. Sudah waktu nya balik ke mansion dan seharusnya pak kepala serta pelayan yang lain sudah tiba menunggu di depan.
"Hei, Izumi. Kamu tau band Rox'iz itu apa ya?" Jangan bercanda kamu, Xavier. Untuk apa Rox'iz tampil di tempat yang biasa aja seperti ini? Tapi jika di lihat lagi di spanduk pintu depan nya, Xavier benar. Yang akan tampil di ruang tunggu ini menemani para penumpang yang menunggu kapal adalah band Rox'iz di mana Azumi pun turut tampil di dalam nya. Bukan nya Azumi baru balik kemarin kenapa tau-tau dia mengadakan konser lagi?
"Hei, hei, Izumi. Aku pengen liat..kayaknya seru banget. Aku belum pernah melihat band rock sebelum nya. Ya, boleh ya?" Berkat sifat antusias yang Xavier tunjukkan membuat hatiku malah tergerak dan bergegas masuk ke ruang tunggu untuk sekedar bertemu. Aku juga sebenarnya belum pernah melihat band Rox'iz tampil di panggung lagi. Sekalian memperkenalkan lebih banyak lagi kebiasaan Azumi pada Xavier supaya dia akan jadi mudah mendekati nya nanti saat sekolah sudah mulai kembali.
"Ramai juga ya. Mama, bisa hubungi kepala pelayan lagi kalau kami lagi nonton konser."
"Oke." Menurut manager Alice Rox'iz akan tampil 30 menit lagi dan semua persiapan di panggung sudah di susun. Aku tidak sabar melihat Azumi, karena kejadian itu aku menjadi kasihan padanya. Maka dari itu aku harus menyemangati nya di konser nya kali ini.
Seisi ruangan mulai gelap, yang menjadi satu-satunya sorotan cahaya itu sendiri ada di panggung kali ini, satu persatu member sudah berada di posisi mereka masing-masing termasuk lah Azumi yang menjadi Gitaris sekaligus vocalis bagian tengah. Dia menjadi sangat mencolok karena posisi nya berada paling tengah dan terlihat seperti berada paling depan di antara yang lain. Tapi ada yang berbeda pula dari tampilan Azumi kali ini. Dia tidak biasanya kan memakai sepatu bot yang hak nya runcing dan berwarna hitam. Serta make up ala gotik nya dan kunciran badai yang baru pertama kali aku lihat, dia kelihatan benar-benar rock and roll banget, apa akan ada lagu baru kali ini?
"Azumi kan gak suka warna seperti ini ya? Biasanya dominan orange dan merah kan?"
"Apa akan ada lagu baru di Rox'iz di penampilan nya kali ini?"
"Entah lah, tapi dia terlihat makin bersinar dan keren dengan penampilan nya yang baru."
Musik pun di main kan, tapi Azumi masih diam mematung di panggung. Sebenarnya apa yang kamu rencanakan kali ini? Kenapa kamu gak bernyanyi?
Tiba-tiba dia memetik gitar nya sangat keras sampai seisi ruangan sedikit bergemuruh hanya karena satu petikan dari gitar listrik. Azumi pun mulai bernyanyi dengan suara keras yang sangat memekak telinga, seperti Rocker pada umum nya.
"Keren!!!"
"Uwooooooooooaaaaghhhh!!!!"