Like a Doll

Like a Doll
Taman depan Izumi



"TUNGGU!!!" Saat aku berusaha melihat mereka terbang di sana, tapi sosok mereka berdua yang mengambang di udara sekejap hilang. Aku ingat dia sempat mengucapkan maaf padaku, dia ingin membawa pergi Azumi kembali ke tempat Izumi tapi bukan kembali ke pulau itu karena semua barang yang di perlukan sudah mereka bawa kembali, kemungkinan. Karena kalau memang di adakan di sini, sudah pasti lah alat nya ada di bawah tanah, terkubur. Aku sudah tidak punya kunci nya lagi. Aku harus segera bergegas menuju mansion nya dan mencegah hal ini terjadi. Tidak ada lagi yang namanya kesedihan menyelimuti nya dan aku tidak ingin lagi kehilangan senyum dari paras menawan nya itu. Akan aku lakukan apapun untuk mendapatkan nya kembali, Azumi adalah milik ku dan juga calon istriku.


Sudah lama aku tidak kembali ke tempat ini, dia masih terlihat menakjubkan selama 5 tahun terakhir. Sebuah mansion besar berwarna hitam dan putih berdiri dengan megah nya tepat di tengah-tengah padatnya kota Tokyo di siang hari. Saat aku pertama kali di ciptakan dari sebuah ingatan dari seorang yang memiliki nama yang sama dengan ku. Ingatan itu pun akan di setel sejak 8 tahun yang lalu hingga sekarang ini jadinya aku pun mengetahui apa yang terjadi pada anak ini di masa lalu. Dia terbunuh oleh seorang makhluk aneh yang sangat jarang terlihat di bumi. Sedangkan seorang gadis lagi, di bawa oleh kelima makhluk aneh tersebut kemudian hilang bagaikan hembusan angin. Setelah itu, ingatan ini berhenti begitu saja dan mulai berlanjut dengan keseharian ku di mansion besar ini. Aku di rawat dan di jaga seperti anak nya sendiri. Kakak mereka pun sangat baik dan ramah walau dia terlalu berlebih terhadap sifat perfeksionis nya dan itu menjadi hal yang menakutkan bagi kami yang lebih banyak bergerak dan suka membuat berantakan.


Hari-hari itu sangat membahagiakan. Sampai akhirnya kabar duka menyelimuti keluarga ini dan aku di percaya untuk menyelidiki satu hal selama beberapa tahun ke depan dan mencari seseorang untuk di jadikan bahan percobaan ini.


"Tunggu aku, Azumi-san. Aku akan menjamin keselamatan mu kali ini. Sekarang, tidak akan ada yang bisa menyakiti mu." Sekarang aku benar-benar faham besar dan cinta yang di miliki anak ini sejak kecil. Dia memang begitu berharga bahkan sejak dahulu dan mereka terpaksa berpisah sementara saat dia masih kecil dan secara kebetulan mereka sama-sama tidak memiliki orang tua. Jadi mereka melangkah bersama dengan membawa masa lalu nya yang sama.


Hem, belakangan ini tidak ada kasus yang bisa aku selidiki. Semenjak keluarga Izumi membasmi semua kejahatan di kota, tidak adalagi satu kasus yang tersisa untuk ku. Itu benar-benar membosankan. Aku lebih banyak menghabiskan waktu ku di ekskul dan juga makan bersama teman satu ekskul ku. Aku ingin sekali menyelidiki kasus baru. Sekarang ini aku bahkan sedang berjalan malas mencari apa saja untuk ku selidiki dan langkah ku berhenti di depan sebuah mansion yang sangat besar. Dari depan dan belakang dia lebih besar lagi dari yang aku lihat. Lebarnya mungkin saja melebihi dua lapangan stadion bola dan panjang nya hingga ke belakang melebihi apapun. Aku penasaran orang kaya macam apa yang tinggal di mansion semegah ini. Di mana-mana aku melihat pelayan yang sedang sibuk membersihkan halaman rumah nya yang nampak hijau juga indah. Aku begitu takjub melihat halaman depan nya saja. Rasanya ingin menginjakkan kaki di atasnya tapi aku sepertinya tidak punya hak untuk hal itu, aku pun juga bukan orang penting sih jadi ya aku hanya bisa mengagumi dari luar.


"Ah, ada papan nama di depan nya. Klan Izumi. Ah jadi ini mansion milik keluarga kaya itu. Pantas saja sih, ini terlalu mewah untuk orang kaya mana pun yang ada di seantero Jepang ini."