
Aku melihat sesuatu yang tidak biasa sedang mencoba menerobos masuk ke dalam ingatan Azumi. Itu yang membuat nya menjadi sering mengeluarkan darah yang sangat banyak dari hidung nya dan juga beban berat yang teramat sangat terasa di kepalanya sampai itu tidak dapat lagi di tahan dengan apapun bahkan dengan meminum 50 obat sekalipun. Berat itu hampir setara dengan sebuah batu yang amat besar di ikat paksa di atas kepala mu.
Aku bingung jika aku menjelaskan nya pada Azumi, apa dia akan mengerti dan paham dengan apa yang akan aku katakan nanti nya. Terlebih lagi Azumi terkenal suka berlebihan dalam memikirkan sesuatu, dia pasti akan menjadi lebih khawatir ketimbang biasanya. Tapi jika aku tidak mengatakan nya, akan kepikiran, kasian nantinya si Azumi. Dia terhadap dirinya yang saat ini tidak bisa di terima akal sehat. Namun, tetap harus di katakan ini juga demi kebaikan nya sendiri. Dan aku pun turut bertanggung jawab karena tidak segera mencegah hal ini terjadi. Seandainya aku secepatnya membawa Azumi pergi, dia bisa tertawa seperti biasanya.
"Sebenarnya ada sesuatu di dalam kepala mu, Azumi. Tapi aku tidak tau pasti apa itu tapi dia selalu mau menerobos masuk kedalam memori kamu. Dia terlihat seperti parasit panjang dengan lendir hijau di sekitar badan nya. Aku tau ini berbahaya dan juga parasit ini yang membuat kepala mu terasa sangat lah berat." Saat aku sedang membicarakan ini, tiba-tiba angin berhembus sangat kencang dan membuat jendela kamar ini terbanting keras. Sesosok asing berwarna hitam dan mengeluarkan hawa yang sangat panas masuk ke kamar dan menghampiri kami. Sosok yang tidak pernah aku lihat sebelum nya tapi entah kenapa aura nya sangat mirip dengan sesosok arwah yang aku tahu saat ini. Sangat mirip, tidak. Aku bahkan berpikir kalau ini dia, tapi tidak mungkin juga dia mau repot-repot menakuti kami dengan penampilan barunya yang menyebalkan.
"Isabella?! Dari mana kamu tahu aku di sini? Kamu selama ini kemana aja sih? Aku nungguin loh padahal sebelum nya aku lihat kamu ikut naik ambulans bersama ku." Jadi ternyata dia memang Isabella. Untuk apa dia berdandan seperti ini? Penyamaran baru untuk menyelidiki tindakan selanjutnya yang akan di lakukan Izumi nanti?
"Isabella."
"Vhylen, maaf kan aku..." Isabella mengeluarkan sihir hijau dari tangan nya dan mengenai jidat Azumi hingga membuat mulut nya mengeluarkan busa juga mata yang nampak memutih sempurna. Lalu dia di angkat terbang ke langit-langit kamar kemudian di lemparnya dia ke luar jendela di susul dengan Isabella yang merubah wujud nya kembali ke mode seram seperti saat awal dia datang kemari. Azumi di bawa kabur oleh bocah sialan itu padahal dia masih belum pulih seutuh nya. Terlebih lagi ada apa dengan busa dan matanya yang memutih itu. Dia seperti bisa mengendalikan sesuatu yang bahan aku tidak mengeri apa yang akan dia perbuat padanya.