
Udara di pagi hari terasa sejuk di taman depan. Suasana begitu ramai dengan pengunjung yang biasa datang hanya untuk memotret atau sekedar meliput salah satu keluarga pemilik mansion besar ini. Pemandangan yang sangat tidak asing dan hampir terjadi setiap hari. Di atas karpet juga sudah tersedia berbagai makanan ala musim semi. Semua nampak gembira menikmati suasana damai yang ada saat ini. Sampai akhirnya sang tuan rumah memutuskan untuk pergi ke tempat lain dan terpaksa harus meninggalkan piknik kali ini duluan, membiarkan mereka menikmati ini tanpa kehadiran tuan rumah. Namun sebagai gantinya, semua pelayan yang ada harus mengawasi gerak-gerik apa saja yang mungkin saja terlihat mencurigakan di salah satu orang yang hadir pada piknik kali ini.
"Mama, kita bakal kemana?"
"Aku yakin Isabella sudah siap membawa hidangan kita di bawah tanah ini. Kita harus bergegas jika ingin menyelesaikan ini semua dengan cepat." Langkah mereka berdua nampak tergesa-gesa, menuruni tiap anak tangga yang ada menuju sebuah ruangan gelap yang terkubur di bawah tanah dengan bertutup kan pintu putar besi. Kekuatan menguncinya sangat kuat jadi memerlukan tangan berotot untuk membuka nya dan mereka pun memanggil salah satu pelayan untuk membantu membukakan pintu tersebut. Setelah pintu terbuka, mereka berlari menyusuri lorong gelap menuju pintu yang di lapisi kain merah di tujuan mereka selanjutnya. Di dalam nya sudah ada seorang arwah, pria dengan jas lab dan juga seorang gadis berambut panjang terurai sedang berbaring di atas ranjang dengan mulut yang berbusa.
"Oi, Isabella. Apa maksudnya ini?"
"Apanya nona Izumi?"
"Tidak masalah nona. Ini hanyalah penyamaran agar robot anda yakin kalau rencana kita akan segera di mulai dan dia akan menyusul kali ini." Arwah itu nampak tegang dan menghalangi tangan gadis kecil itu dari menyentuh wajah dari orang yang sedang terlelap kali ini. Suasana menegang seketika ketika hembusan angin dingin berhembus di ruangan yang hanya berisikan peralatan medis dan bahan untuk penelitian. Kali ini mereka sedang menjalankan misi yang sangat aneh dan rahasia. Semua ini di lakukan demi menghidupkan kembali seseorang yang sudah mati. Ruangan kembali di penuhi cahaya saat satu orang lagi datang dari luar. Seorang pelayan dengan mata kucing nya dan rambut putih halus serta berpakaian serba hitam dan putih membawa troli nampan yang berisikan kotak misterius.
"Nyonya besar, saya sudah membawakan apa yang anda suruh. Maaf saya agak terlambat soalnya ada masalah sedikit saat saya ingin menuju ke sini." Ilmuwan itu datang dan mengambil kotak tersebut kemudian dia pindahkan ke atas meja kerjanya. Tak lupa pula dia mengambil parang dan beberapa pisau bedah yang nantinya akan di pakai untuk memotong sesuatu yang ada di dalam kotak. Semuanya sudah berkumpul termasuk juga pelayan tadi dan juga anak gadis merek yang baru saja datang setelah sempat pergi ke cafe sebentar untuk membeli barang lain nya seperti kopi.
"Mi, seduh kopi beserta darah itu. Kita akan memulainya segera, sudah hampir waktunya makan siang. Jika terlambat tidak akan ada lagi uji coba kali ini." Gadis kecil itu menyeduh 5 cangkir kopi yang di seduh dengan darah kucing hitam. Pelayan itu nampak pucat dan seperti sedang menahan muntah nya sampai menyita perhatian dari tuan rumah.