Like a Doll

Like a Doll
Bangkitnya Yuuzy



"VHYLEN, TOLONG!!! KEPALA KU, SAKIT. TIDAK TAHAN. AMBILKAN AKU PALU ATAU PISAU, AKU HARUS MENUSUK MAKHLUK ITU!!! AAAAKHHHHH, TIDAK, HIDUNG KU MIMISAN LAGI." Belum ada berapa lama aku kalo berfikir hal buruk tentang nya, hal itu malah keburu terjadi dan aku menjadi sangat panik di buat nya. Darah dari hidung, mata dan juga lubang telinganya keluar sangat banyak. Di susul darah yang keluar dari mulut dan alat kelamin nya sehingga seprei yang tadi nya berwarna putih kini tertutup warnah merah segar yang menyala. Paman segera datang memasuki kamar kami dan melihat tragedi kali ini. Dia awalnya ingin menelfon rumah sakit tapi setelah aku menjelaskan kalau keadaan kali ini sudah berubah dan Azumi yang sekarang berstatus buronan dari keluarga ini, paman pun akhirnya membatalkan nya dan menelfon dokter pribadinya yang ada di rumah. Dia mungkin satu-satunya dokter yang tidak tersentuh sama keluarga itu karena dia berstatus dokter pribadi milik paman.


10 menit kemudian setelah paman menghubungi nya, dia pun datang membawa semua peralatan juga para perawat lain yang akan membantu pekerjaan nya. Di lihat dari raut wajah nya dia sangat panik saat paman mengatakan kalau kondisi Azumi sangatlah buruk dengan darah yang keluar di setiap tempat tertentu yang dia miliki. Mendengar kata darah itulah dia menjadi sangat panik dan buru-buru datang kemari. Seperti nya dokter ini tau apa masalah Azumi. Tapi apa dia tau ada sesuatu yang berusaha menerobos masuk dalam ingatan dan akal sehat Azumi? Aku ragu dia tau hal itu kalau misalnya masalah ini pun dia ketahui juga.


"Dimanakah pasien yang bernama Azumi ini? Kita harus cepat sebelum semuanya terlambat." Aku menunjukkan ruangan Azumi berada dan dia pun buru-buru masuk ke dalam. Aku tegang sekali melihat suasana kali ini, berkali-kali aku mendengar erangan kesakitan Azumi yang bikin sakit telinga. Sesekali dia menarik rambutnya dengan keras sampai hampir rontok semua rambut yang ada di kepalanya. Aku harus apa, aku selalu di hadapkan dengan kebingungan yang tidak aku ketahui di situasi seperti ini. Apakah ada jejak yang di tinggalkan tuan ku sebelum nya di memori ingatan ku. Mungkin ada suatu ingatan tentang rencana mereka kali ini, mengingat aku juga selalu ikut serta dengan hal ini. Sudah pasti dia memasukkan sesuatu projek di dalam kepala ku jadi aku bisa mengikutinya dengan mudah. Aku harus menemukan memori itu sebelum yang di katakan dokter benar. Kita tidak boleh terlambat sedikit pun.


"ANAK MUDA, CEPAT KEMARI." Tiba-tiba dokter itu teriak dari dalam. Oh, ini bukan saat nya. Aku sedang menggali ingatan ku untuk menemukan memori itu. Tapi jika mendengar dari suaranya dia sangatlah ketakutan saat memanggil ku kemari. Aku memutuskan untuk menunda mencari memori itu dan menghampiri dokter di kamar Azumi.


Aku di buat terkejut dengan apa yang ada di hadapan ku saat ini. Sebuah tangan bayangan dengan jumlah yang banyak keluar dari punggung Azumi dan mengambil semua peralatan dokter itu. Mata Azumi nampak merah dan mulutnya hitam tanpa gigi sedikitpun. Pandangan nya kosong tapi tak lupa pula darah selalu mengalir dari kelopak matanya. Apa ini, seperti nya aku mengingat tahap apa ini. Ini adalah memori ku tentang rencana dari keluarga Izumi. Saat aku fokus membaca memori itu, tertulis di dalam nya mengatakan tahap 3, perubahan fisik, ingatan kak Yuuzy berhasil menyusup ke dalam ingatan Azumi dan membuang nya hingga ke akar. Membuatnya akan kehilangan kendali, darah keluar dari tempat tertentu, dan bayangan asing keluar dari punggung nya. Itu bisa di bilang bentuk pertahanan diri. Alat kedokteran akan di buang oleh nya dan obat serta hal medis lain nya akan menolak masuk kedalam tubuh. Saat itu juga, dia sudah berubah menjadi orang lain yang saat ini mengendalikan akal sehat dan juga ingatan dari tubuh tersebut. Hal ini akan terjadi selama 15 menit ke depan. Dan semua darah serta bayangan aneh itu akan menghilang seketika. Dia mulai berbicara dan bertanya di mana keberadaan nya.