Like a Doll

Like a Doll
Siapa kau?



Aku benar-benar menjadi sangat dendam dengan keluarga ini, dan suatu saat aku harus membunuh keluarga ini bagaimanapun caranya dan apapun yang harus ku korban kan, akan ku korban kan itu.


"Hah? Maksud amat kamu ngomong gitu? Ini kamar ku bodoh. Dan itu darah mu, kamu bergumul di darah mu sendiri loh."


"Hah? Tapi aku sendiri tidak merasa terluka. Apa jangan-jangan ini darah haid?"


"Menurut mu?"


"Sial. Jadi apa yang aku lakukan di kamar mu? Apa kamu sedang ingin melecehkan ku dengan berkedok ingin menolong ku ya?" Gadis ini sangat menyebalkan. Suaranya sangat nyaring dan aku tidak tahan dengan semua kata-kata kasar yang keluar dari mulutnya. Semua yang dia ucapkan terdengar sangat kasar sampai aku tidak mau mengakui kalau dia ini adalah seorang gadis. Semua yang ada keluar dari mulutnya selalu mengarah ke hal negatif semua. Lagian, jangan kira karena kamu menumpang hidup di tubuh kekasih ku, aku akan Sudi menggoda mu di kamar ku sendiri. Benar-benar wanita menjijikkan. Jika aku tidak punya hati, aku sudah mendorong mu dari lantai dua ini melalu jendela yang ada tepat di samping mu.


"Kok diam? Berarti benar ya. Dasar mesum, menjijikkan. Lelaki bangsat, keluar kamu sialan. Aku ingin mandi, jangan ganggu aku." Kamu itu yang menjijikkan bodoh. Ah, aku benar-benar tidak tahan melihat dia berbicara dengan tubuh itu. Aku agak ragu untuk membencinya, tapi karena itu semua bukan kata-kata yang cocok untuk tubuh itu, mau tidak mau semua nya harus di terima oleh telingaku sendiri. Aku pun langsung melangkah keluar bersama dengan dokter. Hari ini benar-benar hari yang sangat menyebalkan buatku. Aku gagal melindungi ingatan Azumi dan aku malah di hadapkan sama sifat menyebalkan dari pemilik ingatan asing ini.


"Tunggu, emm, di dalam kamar ini ada kamar mandi nya kan? Juga, baju ganti ku."


"Ada. Baju ganti kamu pakai yang ada di tas merah besar di sofa sana. Buruan, jangan lupa ganti seprei itu."


"Kenapa kamu malah menyuruh ku? Hah, ya sudah deh. Nanti aku beresin karena kamu sudah mengijinkan ku mandi dan menginap." Menyebalkan, setelah kamu mandi aku akan menendang mu kembali ke mansion menyeramkan itu kau tau?!


"MAMA!!! GAWAT."


"Astaga, kan sudah berapa kali mama bilang, ketuk pintu dulu kalau masuk, nak. Mama jadi kaget nih. Ada info apa lagi kali ini?"


"Aku, aku merasakan aura kehidupan kakak. Yuuzy sudah kembali, ma."


"Yang benar?! Aku tidak menyangka akan secepat ini tanpa melibatkan iblis itu lagi. Bagus lah kalau demikian. Tapi, bagaimana kita menyusul nya? Kita bahkan tidak tau dia saat ini sedang berada di mana." Isabella pun masuk ke dalam ruangan Viona dan mengatakan kalau dia tau di mana keberadaan Azumi saat ini maka dari itu dia akan memberitahukan kita kali ini dengan syarat dia harus di biarkan kembali ke tempatnya saat ini. Soalnya kami sudah mengurungnya seharian, takutnya dia akan berkhianat seperti Vhylen dan membantunya kali ini. Kami bertiga pun menuju ke lokasi yang sangat dekat dengan Kyoto dan itu adalah rumah kedua dari pengurus gereja yang akan di hancurkan itu. Bisa di bilang, dia adalah orang tua untuk kedua anak yatim piatu tersebut. Jarak lumayan jauh, tapi aku tidak akan membuang kesempatan kali ini.