Like a Doll

Like a Doll
Hantu Leher Panjang (Bagian 1)



Sampailah aku kembali di pelabuhan Tokyo. Aku tiba-tiba di landa kebingungan bagaimana caranya aku bakal meyakinkan manager agar dia percaya alasan di balik kepulangan ku yang terbilang sangat awal ini. Dan setibanya itu pula aku di haruskan untuk menghubungi manager untuk menjemput ku di sini dan membawa ku kembali ke apartemen.


"Emmm, kenapa gak naik taksi aja, Mi?"


"Aku gak bawa uang. Lagian kunci apartemen ku ada di manager Alice karena katanya dia bakal ngurus apartemen ku selama aku pergi untuk waktu yang lama tapi entah kenapa aku jadi sungkan buat hubungi dia karena kepulangan ku yang terlalu tiba-tiba ini."


"Oh iya, pak, anda gimana?"


"Tidak masalah pak. Hati-hati di jalan dan terima kasih buat semuanya." Taksi pun berhenti di depan kami dan pak kepala pelayan itu naik ke dalam kemudian melaju kencang meninggalkan pelabuhan. Aku dan Vhylen masih kebingungan memilih untuk pulang sendiri atau benar-benar harus banget minta jemputan dari manager. Di saat aku baru mau memutar otak, tiba-tiba aku mendengar suara yang tidak asing. Suara yang memanggil namaku dari seberang sana. Saat aku mencari sumber suara itu, aku melihat manager Alice dan juga pelatih, Kuroichi Rey, datang membawa mobil. Eh, padahal aku belum memberi mereka kabar apapun kenapa mereka tau-tau sudah ada di gerbang pelabuhan?


"Manager Alice? Kuro-sensei?! Kenapa bisa kalian tau kalau aku ada di sini?"


"Hem, bagaimana ya. Keluarga Izumi sudah lebih dulu mengabari ku kalau kamu bakalan balik ke Tokyo karena salah satu anak nya sakit parah dan mungkin saja bisa menular. Makanya kamu dan Vhylen pulang duluan kan?" Bagus lah jika mereka mau menjelaskan nya pada manager Alice. Aku sudah sangat panik sekali melihat mereka berdua secara kebetulan di pelabuhan ini di saat kami berdua benar-benar membutuh kan nya. Aku dan Vhylen membawa barang bawaan kami ke dalam mobil manager dan kita pun melaju pulang kembali ke apartemen ku. Karena liburan ku sepenuh nya gagal total, aku jadi bisa ikut latihan musik bersama yang lain di studio. Dan, yah, mungkin saja aku akan masuk neraka kali ini. Soalnya Kuro-sensei sejak tadi melihat ke arah ku sangat tajam sampai aku bisa merasakan aura membunuh darinya. Permen macam apa lagi yang bakal anda buat lagi untuk menghukum diriku, Kuroichi Rey. Beliau adalah guru vokal pribadi yang di sewa manager Alice. Sangat ketat dan sedikit galak, begitulah yang aku dapat selama belajar dengan nya. Dia juga punya kebiasaan aneh dalam memberikan ku hukuman jika aku tidak bisa menyanyikan part apa saja dari lagu yang akan di nyanyikan. Dia akan menyuruh ku menggigit dan mengunyah permen lolipop super tebal dan itu buatan tangan nya sendiri. Tidak terkira banget tebal nya permen itu, pernah sekali aku mendapat part menyanyi yang sangat sulit dan aku sangat kewalahan menyanyikan itu sampai salah beberapa kali. Beberapa kali itu pula jadi jumlah gigi ku copot akibat hukuman nya. Aku sampai di pasangkan gigi palsu untuk sementara supaya tidak terlihat saat proses pemotretan setelah manggung. Heran nya, manager tidak menggubris hukuman seperti itu. Jika tidak di hentikan, bagaimana nasib gigi ku kedepan nya? Apa aku akan berubah jadi nenek-nenek gigi keropos lebih awal kali ini dan memakai full gigi palsu yang di pakaikan lem setiap ingin memakan atau tampil? Aku tidak kuat untuk membayang kan itu dan kenyataan pahit nya hanya aku saja yang mengalami hal ini. Karena aku yang selalu menjadi sorotan sudah sangat wajar sekali suara aku lah yang paling kontras di antara yang lain. Makanya hanya aku yang di berlakukan tegas seperti ini. Maka dari itu, demi gigi dan reputasi ku, aku berusaha sekuat tenaga untuk tidak berbuat kesalahan sedikit pun di hadapan nya.