Life Is Move

Life Is Move
Ummi Maafkan Zukhruf



Jari tangan Zukhruf terkena pisau saat terakhir kali ia memasak di apartemen Hyung. Pada saat itu juga ia terpikirkan oleh Ummi. Ia berpikir jika kejadian yang menimpanya ini adalah teguran untuknya. Karena sudah berkali-kali ia diperingatkan dengan luka di tangannya juga. Namun ia masih keras kepala untuk melakukan apa yang sesuai dengan keinginannya. Ia menyadari saat ia ditegur lagi. Ia pun bersyukur sekali karena takdir masih sangat baik padanya. Coba saja jika tidak, jari Zukhruf akan benar-benar putus dari tangannya. 


Flashback


Saat itu sungguh tragedi yang menakutkan baginya. Karena pisau itu sangat cepat alunannya ketika Zukhruf menggunakannya, sehingga kuku yang ada di jari telunjuk Zukhruf teriris dan lepas dari tempatnya. Hyung yang saat itu melihat Zukhruf mengaduh langsung mendekat dan bertanya apa yang terjadi. Tak banyak bertanya, Hyung langsung mengambil kotak P3K. Membalut jari yang bercucuran darah itu dengan perban dan mengikatnya. Dengan secepatnya ia membawa Zukhruf ke rumah sakit tanpa sepengatahuan siapapun.


Selama perjalanan ke rumah sakit.


Zukhruf terus merasa takut. Ingin sekali rasanya ia menangis saat ini. Ia takut jika terjadi suatu hal yang tak diinginkan nanti. Ia bersedih sambil melihat terus jarinya yang sudah tak ada kuku tersebut. Hyung pun makin mencemaskannya karena Zukhruf tak bisa tenang dari tadi. 


"Yungi. Jangan sedih. Tenanglah. Jangan berpikir macam-macam. Berpikirlah positif. Semua akan baik-baik saja. Yungiku, tenang ya..?" Berusaha menenangkan Zukhruf sambil menyetir mobil. 


Aku tak masalah jika tanganku tak cantik lagi dan indah normal seperti yang lain. Aku takut kalau jariku harus… Menangis tanpa suara. Melihat darahnya sudah menembus perbannya.


Hyung yang mengetahui bahwa Zukhruf sudah menjatuhkan air matanya dengan segera ia menambah sedikit kecepatannya agar segera sampai di rumah sakit. Ia tahu bagaimana perasaan Zukhruf saat ini. Pasti ia sangat ketakutan. "Yungi aku sudah mempercepat mobilnya, kamu tolong tenanglah. Jangan khawatir."


Setelah sampai,  


Hyung memanggil perawat di sana. Lalu mereka mengikuti arah perawat itu. Zukhruf sedang di tangani. Hyung menunggunya dengan cemas di luar ruangan. Ia mendengar ponselnya berbunyi.


Hyung : "Ya? Ada apa?" 


Ji : "Kamu kemana saja hyung! Cepat! Kita ada syuting dadakan. Sebenarnya kau kemana, aku lihat di apartemenmu tidak ada orang."


Hyung : (memikirkan Zukhruf) "Aku izin tidak ikut syuting hari ini. Maaf Hyung. Tolong bilang ke semua. Aku ada di luar mengurus sesuatu. Aku belum bisa memastikan akan balik secepatnya." (menutup sambungan)


Perawat keluar dan memberitahu jika Hyung boleh masuk. 


Saat di dalam ia terlihat sangat khawatir. Zukhruf masih sedih saat itu. Ia duduk di ranjang rumah sakit dengan mata berkaca-kaca. Hyung berdiri dan meminta penjelasan dari dokter. Ia menggunakan bahasa Inggris. 


Aku harus berusaha berbicara menggunakan bahasa Inggris kali ini. 


Akhirnya dokter menjelaskan tentang kejadian ini. Dokter juga menggunakan bahasa Inggris. Sepertinya lelaki ini bukan orang sini. 


"Anda tenang saja. Gadis ini hanya terluka sedang. Ini tak perlu melakukan hal lebih. Seperti yang Anda bayangkan. Hanya perlu makan yang teratur dan bergizi agar kukunya dapat cepat tumbuh lagi. Tidak ada yang perlu ditakutkan." Hyung mengangguk paham. 


Zukhruf masih terdiam dan merasa takut. 


"Apa dia sering melakukan hal berat dan sering kecapekan?" 


"Mmm.. Dia merawat saya setiap hari dok."


Hyung membungkukkan badannya mmemberi hormat. 


Hyung mendekat ke arah Zukhruf. "Ayo kita pulang. Kita istirahat di apartemen." 


"Aku tidak apa-apa kan ?" Tanyanya dengan rasa takut. 


"Tenanglah. Tidak terjadi apa-apa kepadamu. Tenangkan pikiranmu. Itu lebih baik."


Zukhruf berjalan di samping Hyung menuju mobil. Aku merasa bersalah. Aku salah karena tak mendengarkan ucapan Ummi. Aku ingin pulang. 


~•~


Zukhruf menangis karena disaat ia pulang ke rumah, rumahnya sudah kosong. Ia sedih. Dan sepertinya sudah satu minggu rumah itu tidak ditempati. Sesampai di rumah ia berjalan ke dalam halaman rumah itu dengan membawa boneka yang sudah diberikan oleh Hyung kepadanya. Ia terlihat sedang memeluk boneka itu erat-erat seperti ia memeluk Umminya. 


Ummi.. Aku sangat minta maaf karena membuat Ummi khawatir. Aku janji tidak akan pergi lagi. Aku takut disini sendiri Mi… 


Tangan Zukhruf ingin membuka pintu itu dan ia sangat takut dengan apa yang ada di dalam rumahnya sekarang. Ia tidak bisa berpikir jernih dan hanya berpikir macam-macam saja. Karena ini pun sudah memasuki waktu magrib. Ia tak ingin tinggal sendirian di rumah itu. Ketakutannya pada hal-hal mistis memang ada pada dirinya. Ia akan terus terbayang-bayang jika menonton film yang berbau horor.


Ia membuka pintu itu perlahan. Dan ia terkejut dengan pertama pandangannya menuju ke arah itu. Ia menyentuh dan membuka bingkisan besar itu dengan hati-hati. Bingkisan yang terletak di meja ruang tamu itu terlihat sangat cantik. Begitu juga dengan kotak hadiah lainnya. 


Ada apa ini?


Zukhruf membaca kertas yang terdapat pada kotak-kotak hadiah tersebut. Ia membacanya satu-persatu dalam hati. Lama-kelamaan air matanya pun jatuh membasahi pipinya. 


💕Ummi__Zukhruf.. Ummi kangen sama kamu. Kamu pulanglah. Ummi janji gak akan marahin kamu lagi. Ummi akan berikan restu Ummi untuk melakukan apa yang kau inginkan. Apa yang kau cita-citakan, semua akan Ummi restui. Berjanjilah satu hal pada Ummi. Zukhruf tidak akan jauh-jauh dari Ummi. Ummi sayang Zukhruf. Cepatlah pulang.. ~1209


Zukhruf makin menjadi sedih saat ia membaca pesan terakhir dari Ummi yang ditulis satu minggu yang lalu. Tanggal itulah Ummi sudah menyerah untuk mencari keberadaan Zukhruf. Entah bagaimana keadaan Ummi sekarang. Zukhruf merasa menyesal. Ia membuka kotak itu dengan tangan bergetar. 


Dilihatnya ada sesuatu di dalam sana. Zukhruf makin menangis karena telah mengetahui isinya. Dan ia pun membuka kotak hadiah yang lainnya juga. Tertulis di sana nama Rafiq.


💕Rafiq__Hei anak bandel. Pulanglah. Aku berjanji tidak menganggu dirimu lagi. Ku harap kau segera pulang karena aku sudah memutuskan hubungan yang orang tua kita sudah buat. Pulanglah, kau sudah bebas sekarang. Jangan lupa makan. Jaga kesehatan.. ~1209 


Zukhruf tersentuh dan tertekan karena membaca surat-surat itu. Ia membuka kotak hadiah yang lain lagi. Dan beberapa ucapan untuk Zukhruf agar dirinya cepat pulang pun mereka tuangkan dalam secarik kertas-kertas di sana. Zukhruf tersentuh hatinya. 


Mengapa mereka menulisnya tepat pada tanggal itu semua?


Zukhruf pun berpikir jika ini adalah hari dimana ia dilahirkan. Dan mereka semua memberikan semua hadiah ini hanya untuk membuatnya segera pulang. Dihari lahirnya itulah tepat dimana saat Zukhruf diberikan boneka oleh Hyung satu minggu yang lalu. 


Apakah semua ini hanya mimpi? Dimana mereka sekarang? Aku ingin sekali berjumpa Ummi. Ummi… Maafkan Zukhruf