Life Is Move

Life Is Move
Dia Siapa (part 2)



"Tadi ada orang..."


"Di mana-mana juga pasti ada orang, Zukhruf," sahut Zoula.


Kalau aku bilang ada lelaki yang menolongku, mungkin mereka akan bertanya apa yang terjadi sebenarnya padaku dan bahkan akan murka juga.


"Tidak apa-apa. Ceritakan saja masalahmu. Kau aneh hari ini," ucap Yoora saat mengetahui isi pikiran Zukhruf.


"Tadi ada lelaki yang mendekatiku." Sontak semuanya pun terkejut.


"Apa!"


"Haaa!"


"Di mana?"


"Di depan asrama."


"Cogan gak?" tanya Muna yang berada di samping Aznii. "Selalu saja tanya tampan kagak ni anak," balasnya.


Muna pun mendekati Aznii dan mendekatkan kepalanya pada Aznii dan memelototkan matanya, "Aku sudah besar.." dengan nada penuh penekanan. "Iya kan Zukhruf? Cowoknya ganteng gak?"


Zukhruf menggeleng. Bagaimana dia akan mengetahuinya lelaki itu tampan atau tidaknya jika dia tak ingin memperlihatkan wajahnya padanya.


"Kamu tanya apa sih. Dengerin penjelasannya dulu lah," kata Aznii kesal. Muna pun hanya manggut-manggut.


"Zukhruf. Siapa namanya?" Zukhruf menggeleng tak mengerti. 


"Yaah.. kenapa kamu tidak tanya dia…" rengeknya. Zukhruf menggeleng lagi. 


"Mengapa dia menemui dan mendekatimu? Apalagi di depan asrama putri. Dari mana dia tau asrama putri sekarang berada?" Tanya Karlinda. Zukhruf menaikkan bahunya. Ya. Asrama putri sekarang sudah dipindahkan di pusat.


"Zukhruf, dia tidak melakukan apapun padamu kan?!" tanya Kenya secara tiba-tiba. 


"Eh busett!" ucao Yoora sambil mengelus dada karena terkejut dengan kedatangan Kenya secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan teman-temannya. Begitu juga yang lainnya juga merasa terkejut.


"Eh kunti, ngagetin kita aja. Sejak kapan disini?" 


"Enak aja kunti. Abjad depan sama. Tapi makna beda." menjawab pertanyaan Zoula. "Aku tadi lihat Zukhruf kayak lari-larian di jalan. Aku panggil-panggil tapi Zukhruf gak kedengaran. Ya sudah aku keliling-keliling sekitar gedung asrama saja dulu baru setelah itu ke dalam asrama. Barangkali aja Zukhruf pergi ke situ."


Zoula menimpali, "Kamu tiap hari ke asrama? Buat apa?" 


"Nyari kunti!!" 


"Ih serem." 


"Ya refreshing lah. Ngecek apa masih ada makhluk hidup yang tertinggal."


"Kamu nyari makhluk? Ada kok. Tuh kunti di pojokan." Semua pun jadi tertawa terpingkal-pingkal. Kecuali Lisa dan Zukhruf. Si Yoora yang dari tadi hanya tersenyum sambil menatap Zukhruf pun akhirnya berkata. 


"Zukhruf kamu belum cerita kan..? Cerita aja Zukh."


Saat hendak bercerita. Ada yang mengejutkan mereka semua. "Blaa! Hayo… kalian sedang apa eh?"


"Ini lho, dia mau cerita sesuatu. Ni bocah dari tadi perasaan gak bisa anteng pa gimana sih."


"Iya ih pengen aku solasi mulutnya." 


"Ha-ha iya ok.. Silahkan lanjut." 


"Zukh, lanjutin," suruh Aznii.


"Jadi dia bilang ke aku begini…" Langsung mengumpul di dekat Zukhruf. Mendekat lagi. 


"Lah dia malah bisik-bisik ke Lisa sih? Sini lah.. " kata Muna. 


"Kita kasih tau dong," kata Yoora.


Sedangkan Lisa masih tetap berbisik di telinga Lisa. Dan Lisa yang mendengar penjelasan Zukhruf pun jadi ingin tertawa. Ia menahannya sekuat mungkin. 


"Lisa kok ketawa? Dia bilang apa?" tanya Zoula. 


Lisa pun menceritakannya tanpa meminta izin dari Zukhruf. "Dia bilang cowoknya itu calon imam dia." 


"What?!"


"Mwo?" 


"Apa? Begini saja kau tertawa? Sungguh aku terkejut mendengarnya. Lihat, Lisa malah tertawa tak jelas." 


Lisa mencoba menahan untuk tidak tertawa lagi. Dia berkata alasan mengapa ia justru tertawa. "He-he.. habisnya dia selalu lucu saat berangan. Dia sering cerita begitu ke aku. Jadi.. Maaf jika aku ketawa hanya karena hal ini."


"Nope-nope." Yoora mengambil bantal persegi besarnya lalu dipakai untuk menahan tangannya dan lesehan. 


"Terus gimana selanjutnya Zukh?"


"Iya Zukhruf dilanjutin dong. Kan jadi penasaran ni…" 


"Hehe. Zukhruf malu yo, kalian tu jangan maksa dia dulu." Kata Yoora. 


"Kalian bakal percaya sama aku gak?" tanya Zukhruf pada yang lain. "Karena kupikir kalian tidak akan mempercayai hal ini." 


"Memangnya apa sih?" 


"Kalian tau kan, kalau aku suka mengarang? Mungkin saja kalian tidak percaya."


"Hmm? Kami akan percaya."


"Ooh." Zukhruf langsung membisikkan sesuatu pada Lisa. 'Aku akan dihalalkan olehnya.'


"Apa?!!!" 


"I'm not believe."


"Aku pusing.."


"Tidak mungkin."


"Hish! Kalian kenapa nguping kami disini?!" Zukhruf pun pergi ke luar kamar asrama. Melewati lorong-lorong. Lisa langsung segera menyusulnya. Lisa mencari keberadaan Zukhruf sekarang. Sedangkan Yoora saat ini sedang memikirkan satu hal. Ia berpikir keras, siapa dia. "Siapa sih?" 


Dan akhirnya Lisa menemukan Zukhruf yang sedang duduk di bangku taman asrama. Belum sempat ia melangkah sepanjang satu meter ke arah Zukhruf, ia berhenti dan dikejutkan dengan sosok yang berada di samping tempat Zukhruf duduk saat ini. 


"Eh..?" Pakaian yang dikenakan berwarna hitam dari atas sampai bawah bahkan sepatunya juga berwarna hitam. 


Itu manusia apa bukan sih? Masak Zukhruf berduaan dengan... Siapa itu? Kayaknya lelaki deh ya. Tapi siapa? 


"Zukhruf," sapanya pelan. Zukhruf tak mendengar suara Lisa karena ia sedang melamun. Entah apa yang ada dipikiran Zukhruf saat ini. 


Tapi ku mohon jangan melamun Zukhruf, aaa!!


Tiba-tiba saja sosok itu menoleh ke arah Lisa yang masih berdiri di sana dan membuatnya jadi mematung di tempat. Lisa terkejut, dan beberapa detik kemudian ia dengan cepat membalikkan tubuhnya. Setelah itu, ia mencoba melihat ke arah Zukhruf lagi untuk mengecek apakah Zukhruf masih ada atau itu jangan-jangan hanya bayangannya saja. Saat ia menoleh, dilihatnya di sana masih terdapat sosok menyeramkan itu di dekat Zukhruf. Sosok itu berbaju hitam itu pun mencium pucuk kepala Zukhruf. 


Sosok itu menoleh ke arah Lisa dengan tajam. 'Settt!!'


"Astaghfirullah!" Lisa menutup mukanya dengan kedua tangannya. Ia terkejut tak karuan. Dan membuka telapak tangannya yang menempel pada wajah perlahan-lahan. 


"Hufft.." 


Lisa akhirnya merasa lega saat sosok itu sudah tidak ada lagi disana. Ia bergegas berjalan menuju tempat Zukhruf. Saat sampai di samping Zukhruf, ia mengusap kepala Zukhruf yang tadinya terkena ciuman haram dari sosok aneh. Tiba-tiba Zukhruf mendongak dan itu membuat Lisa sontak terkejut, "Lisa.." ucapnya lembut. 


"Zukhruf kau…" Lisa menjauh dari bangku Zukhruf. 


Ternyata sosok itu masih ada di sana dan ia sedang duduk di bawah dekat Zukhruf. 


"Kenapa Lisa?" 


"Emm... itu-it-itu itu siapa?" Sambil menunjuk ke permukaan tanah. 


Zukhruf melihat ke belakang. Sebenarnya ia juga sudah mulai merinding dengan semua nada dan perkataan Lisa dari tadi yang berucap tidak jelas. Ia pun penakut melebihi Lisa. Dan setelah ia mengecek, ternyata tidak ada apapun di sana.


"Lisa, duduk sini. Jangan membuatku takut."


"Tapi Zukhruf, tadi aku…"


"Shhttt… ayo sini. Aku mau cerita lagi sama kamu." Akhirnya Lisa duduk di samping Zukhruf. "Aku lagi pengen belanja. Pengen beli ini, itu." Menceritakan semua yang terlintas di pikirannya. 


"Terus beli apa lagi? Kamu yang biasanya masak tu masakin aku ya nanti aku nak berkunjung ke rumahmu. Jangan lupa pesananku. Mari ke kamar lagi. Setelah itu kita pulang," ucap Lisa dan pergi beranjak dengan Zukhruf memasuki lorong asrama.