Life Is Move

Life Is Move
Milikku (part 2)



Setelah lama suasana jadi canggung. Mereka berdua saling diam-diam di kamar. Hyung yang duduk di tepi ranjang itu pun bingung harus bicara apa. Zukhruf hanya diam saja sambil duduk sandaran di kepala ranjang. Ia diam sambil memandang ke arah jendela kaca itu. Memandang luar. Sebenarnya dia di daerah mana. Tiba-tiba Hyung angkat bicara di tengah kecanggungan itu. 


"Ah, bolehkah aku meminjam ponselmu?" Bertanya kepada Zukhruf yang lalu Zukhruf kembali menatapnya.


"Kenapa?" 


"Aku ingin memberimu nomor ponselku." Jawabnya sederhana namun memberikan pertanyaan kembali bagi Zukhruf.


"Kamu kan Idol. Kenapa memberiku nomor ponsel dengan cuma-cuma?"


"Tidak ada apa-apa."


"Pasti ada alasannya bukan? Tidak mungkin kau menyerahkan nomermu kepadaku begitu saja."


"Ya. Aku ingin kau merawatku lebih lama lagi. Sebenarnya aku sedih jika kita berpisah."


Zukhruf tersenyum. "Kau selalu membohongi orang lain. Tapi aku tidak diizinkan untuk menyimpan nomor ponsel pria."


Hyung memasang muka jutek. Menghadap ke arah jendela. Tidak mempedulikan Zukhruf.


"Kau marah Hyungzie?" 


Pengen banget cubit tuh pipi. Batinnya saat melihat muka Hyung yang jutek namun terlihat imut di matanya. Zukhruf tersenyum karena ulah Hyung yang satu ini.


Hyung mengambil ponsel milik Zukhruf yang ada di atas meja samping ranjang itu. Dan duduk di tepi ranjang yang sama seperti tadi namun ia membelakangi Zukhruf. Zukhruf pun mengetahuinya jika ponselnya telah diambil oleh Hyung. Ia tak peduli jika Zukhruf memperhatikan tingkahnya. Ia mengutak-atik ponsel Zukhruf. Dan kebetulan ia mengetahui password yang ada di ponsel tersebut. Zukhruf hanya membiarkannya.


 


Yah.. Kurasa dia mengetahui password-nya. Aku baru saja menggantinya seminggu yang lalu. Biarkan dia bermain-main dengan kebingungan. Hh


"Apa kau mengerti bahasanya?" Zukhruf mengintip apa yang dilakukan Hyung kepada ponselnya.


Namun Hyung tidak menjawab. Ia masih mengutak-atik dengan serius. Zukhruf makin mendekat untuk melihat apa saja yang dibuka Hyung di sana. 


"Berbaringlah yang benar." Katanya menegur Zukhruf ketika ia mengetahui jika Zukhruf ada di dekatnya. 


Zukhruf pun kembali ke tempat semula. Dia hanya diam dengan kebosanannya. Dia tak ingin berbaring karena Hyung masih bersamanya. Mengapa dia tak terpikirkan untuk mengusir Hyung dari kamar itu. Karena apartemen ini Hyunglah yang menyewanya. Dan ia hanya menumpang di sana. Apa yang bisa ia perbuat saat ini. Hanyalah diam sambil menikmati pemandangan luar melalui jendela kamar. Dia bisa melihat awan dan gedung tinggi. Karena apartemennya ada di lantai atas. 


Zukhruf melirik Hyung yang masih sibuk dengan ponselnya. Ia memilih untuk bertanya sesuatu padanya. Sepertinya Hyung sangat bingung dengan ponsel Zukhruf. Namun sepertinya ia juga mengetahui bagaimana cara mengatasinya sendiri. 


Zukhruf menyeletuk, "Hyungzie gak bakal bisa mengubahnya ke dalam bahasa Korea. Karena ponselku berbeda dengan yang lain. Itu ponsel lama dan produk Indonesia asli. Jadi tidak ada pembaruan untuk diubah ke bahasamu." 


Hyung menoleh, "Mengapa tidak mengganti ponselmu?" 


"Itu milik orang tuaku."


"Mengapa mereka memberikannya padamu?"


"Untuk sekolah. Dulu aku belum bisa membeli sendiri. Dan sekarang, mereka tidak menggunakannya dan memilih untuk tidak memiliki ponsel. Jadi itu masih aku gunakan sampai sekarang." Menatap jendela kamar. "Tapi aku akan beri mereka ponsel baru." Tersenyum.


Hyung pun seketika bertindak cepat dan tidak seperti biasanya. Ia keluar kamar dan meninggalkan Zukhruf di sana sendiri.  Menutup pintu kamar. 


"Lah? Aku ditinggal??"


Diluar kamar, di ruang tengah apartemen Hyung.


Mereka yang masih di sana dibuat bingung. "Kenapa Hyung?" Tanya Ji kepada Hyung yang sedang berjalan dengan kecepatan sedang. Seperti sedang melakukan lari kecil. Ada apa dengan sikapnya yang tiba-tiba itu. 


"Seok Ho hyung dimana?"


"Di apartemennya. Kenapa?" Jawab Sun Jung yang masih disana makan camilan dengan santai.


Hyung langsung pergi ke apartemen Seok Ho. Setelah sampai di sana, ia melihat Seok Ho sedang memasak. Di meja makan sudah tersedia masakan yang lain. 


"Seok hyung, kau sedang apa?" Katanya setelah sampai disana.


"Memasak. Ada apa?"


Hyung langsung mengambil makanan yang sudah siap disajikan di meja itu dan membawanya keluar dari apartemen Seok Ho. 


"Eh, kok diambil? Kita makan sama-sama nanti Hyung Joon Gie!!" Teriak Seok Ho dan meletakkan spatulanya.


"Aku makan duluan hyung!" Sambil berlari ke apartemennya.


"Aish. Biasanya Bae Hyeon yang seperti itu. Lah, sekarang nular ke Hyung Joon."


Sementara itu di ruang tengah. Para anggota masih sibuk sendiri-sendiri di sana. Mereka pun bosan.


"Kita jenguk cewek itu gak?" Tanya Ling.


"Jangan hyung. Nanti Gie hyung marah lagi." sahut Bae Hyeon.


Ji yang hatinya lembut tak tega meninggalkan perempuan sendirian. "Tapi kasihan dia di kamar sendiri."


Seketika itu juga,


"Eh..! Kalian mau kemana itu?! Berhenti!" Hyung yang baru masuk apartemennya langsung berteriak kepada para hyungnya dan juga Bae Hyeon.


Mereka pun berhenti dan berbalik badan. Ling menjawabnya, "Ke kamar dia Hyung."


"Diam disana. Jangan mengintipnya." Langsung meninggalkan semua ke kamar Zukhruf berada. 


Di kamar.


Zukhruf sedang melihat pemandangan luar di balkon. Ia berdiri di sana sambil meletakkan kedua tangannya di atas pembatas itu. Menikmati angin semilir dan cahaya matahari yang masih terik. 


Kangen… Pengen pulang.. Tapi ini dimana? Ia pun jadi sedih.


"Yungi! Ayo makan dulu." Teriak Hyung di dalam kamar. Melihat sekeliling namun Zukhruf tak didapati olehnya.


Hah? Yungi kemana sekarang? Meletakkan piring yang tadinya dibawa olehnya di meja kecil dekat ranjang. Ia berjalan menuju balkon.


Zukhruf melihat-lihat gedung dari atas. Hyung pun menemukannya. Ia tersenyum. Ternyata disini.


"Cepat masuk. Kau masih sakit." Zukhruf menggeleng. "Masuk! Aku gendong nanti."


"Gak mau."


"Yungi… Kajja(ayo). Kau sedang sakit. Jangan disini."


"Aku sudah sehat sekarang. Boleh aku pulang?" Berharap Hyung memperbolehkannya untuk pulang.


"Tidak! Harus disini sampai kau sembuh!"


"Kau kekang aku ya!?" Menatap Hyung tajam. "Aku mau pulang sekarang…" rengeknya pada Hyung.


"Tunggu sampai kau sembuh total baru pulang." 


"Tidak! Aku maunya sekarang. Kau juga harusnya sudah pulang sekarang."


"Ani. Kau masih, "


"Sudah… Aku sudah sehat. Lihat! Aku bisa jalan sendiri bukan...?" Berjalan ke dalam kamar menuju sofa. Namun tiba-tiba ia hampir terjatuh.


"Eh… hati-hati." Rileks hampir menyentuh badan Zukhruf.


"Jangan sentuh!" Lalu ia duduk di sofa. "Aku mau pulang." 


"Ani!" Duduk di samping Zukhruf.


Zukhruf menjauh dari Hyung agar dapat menjaga jaraknya. "Kau tidak takut aku berbuat sesuatu?" 


"Memang disaat seperti ini kau mau apa?" Ucapnya dengan nada meledek.


"Kau ingin aku cepat sembuh?" Hyung mengangguk pelan. "Izinkan aku memukulmu." 


Hah? Apa yang dia pikirkan? Apa dengan cara itu dapat menyembuhkannya? Dasar gadis kecil.


"Hanya itu?"


"Ya."


"Lakukanlah."


"Ambilkan gulingnya disana!" Zukhruf menunjuk sebuah guling yang tergeletak di ranjang. Hyung pun mematuhinya. Idol mematuhi seorang gadis biasa. Bukankah itu hal yang sangat aneh dan tidak wajar.


"Ini." Hendak memberikan guling itu kepada Zukhruf. Namun ketika Zukhruf akan mengambilnya, Hyung menariknya kembali ke dalam pelukannya. "Memohonlah."


Zukhruf memandangnya dengan tatapan bingung lalu melakukan apa permintaannya. "Hyungzie. Aku mohon berikan guling itu kepadaku." Tersenyum manis. 


"Hei hentikan senyuman itu." 


"Kenapa?"


"Aku hanya memintamu memohon. Bukan tersenyum." Menatapnya dengan salah tingkah karena terbius oleh senyuman Zukhruf barusan. "Ulangilah!"


Zukhruf pun mengulanginya. "Hyungzie aku mohon kali ini berikan itu padaku. Aku mohon." Ucapnya dengan wajah tanpa ekspresi.


Hyung tertawa karena ulah Zukhruf barusan. Dia seperti mayat. Begitu kata Hyung dalam hatinya. Zukhruf hanya tersenyum sinis melihat kelakuan Hyung dihadapannya ini. Dia tambah imut. Zukhruf hanya memperhatikan Hyung dengan diam. Sedikit-sedikit ia tak bisa menahan senyum dan tawanya. 


Heheh ,, apa aku sebegitu lucunya sampai dia tak berhenti tertawa??


Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan muncullah seseorang. Sedangkan Hyung masih terus saja tertawa. Masuklah seseorang itu ke dalam kamar mereka.


"Hyung! Apa yang kau lakukan?!"