
Freya melenguh. Tangannya meraih guling di sampingnya. Mengeratkan pelukannya untuk mencari kehangatan. Namun, sejenak dia menyadari jika di hotel itu tidak ada guling. Membuka matanya perlahan, dia mendapati El tepat di depannya.
“El kenapa kamu di sini?” tanyanya seraya melepas pelukannya dan mendorong tubuh El.
Mimpi indah El seketika lenyap saat tubuhnya terdorong dan nyaris terjatuh. Membuka matanya, El menatap Freya. “Kenapa kamu berteriak dan mendorongku pagi-pagi begini?”
“Kenapa kamu di sini?” tanya Freya masih dengan pertanyaan yang sama.
“Bukannya, kamu yang memintaku ke sini?”
Freya terkesiap. Ingatannya kembali pada kejadian semalam di mana dia melihat El yang kedinginan di sofa. Freya sedikit merutuki kesalahannya karena tidak meminta selimut dan bantal pada pihak hotel. Karena tidak tega akhirnya, Freya meminta El untuk tidur bersamanya.
Mengingat itu semua, Freya justru malu. “Ya sudah bangun kalau begitu.”
“Aku masih mengantuk.” El menarik kembali selimut dan memejamkan kembali matanya.
“El, kita akan jalan-jalan ‘kan, ayo!” Freya menarik selimut agar El mau bangun.
Sejenak El menyadari jika dia jauh-jauh ke Labuan Bajo untuk berlibur. “Iya.” El bangun dari tempat tidur. Bersiap untuk pergi sesuai jadwal hari ini.
Disusul Freya, dia juga bersiap untuk menikmati perjalanan hari ini. Tak sabar menikmati semuanya.
...****************...
Cuaca yang begitu cerah hari ini membuat Freya dan El begitu bersemangat. El sengaja menyewa kapal privat untuk menikmati liburannya kali ini. Tak mau melepas kesempatan emas pergi bersama dengan Freya.
Kapal berlayar meninggalkan pelabuhan. Air laut yang biru begitu memanjakan mata. Semilir angin laut pun begitu menyegarkan. Laut memang memberikan pesonanya sendiri.
Freya yang menikmati hal itu begitu bahagia. Sejenak dia melupakan kesedihannya karena ditolak cinta.
Kapal berlayar menuju ke pulau Padar-pulau terbesar ketiga setelah pulau Komodo dan pulau Rinca. Untuk melihat keindahan yang disuguhkan, El dan Freya harus naik ke puncak dengan jalanan yang cukup terjal. El senantiasa menjaga Freya dengan keadaan jalanan yang cukup berbahaya.
Perjalanan ke puncak memakan waktu tiga puluh menit. Akan tetapi, semua terbayar dengan keindahan yang tersaji. Beberapa gugusan pulau begitu indah dilihat dari kejauhan. Tiga pantai cantik yang terlihat dari atas pun juga tak kalah indah.
Pantai dengan warna pasir yang berbeda begitu sangat menakjubkan. Pantai pertama dengan warna pasir pada umumnya cream tampak indah dilihat dari atas. Pantai kedua dengan warna pasir hitam berbeda sekali dengan pada warna pasir pada umumnya. Dan yang ketiga adalah pantai yang memilih warna pasir pink yang sering orang sebut dengan pink beach, begitu sangat menakjubkan.
“El, indah sekali,” ucap Freya melihat pemandangan di depannya. Tak bisa dia berkata apa-apa. Sungguh dia mengagumi cipta Tuhan yang begitu luar biasa itu.
“Apa kamu suka?” tanya El.
“Aku suka El,” jawabnya menatap El. “Terima kasih, El.”
“Aku ingin melihatmu tersenyum,” ucap El seraya menyelipkan rambut Freya ke balik telinga.
Freya tersenyum. Sejak kecil El selalu saja membuatnya bahagia. Tak pernah sedikit pun membuatnya sedih.
“Ayo, aku akan foto dirimu.” El meraih kamera yang sengaja dibawanya untuk mengabadikan foto dengan hasil yang lebih profesional. Tak mau kehilangan momen yang indah dari tempat yang dikunjungi.
Freya mengangguk dan berpose di depan kamera. Bergaya seraya menikmati suasana yang ada. Senyuman tergambar di wajah cantiknya saat merasakan bahagia.
El merasa senang juga saat kebahagiaan menghinggapi hati Freya. Walaupun tak memiliki Freya sebagai kekasih, tetapi dia masih bisa memiliki Freya sebagai temannya.
Beberapa foto diabadikan yang akan dijadikan kenang-kenangan jika mereka pernah sampai di tempat yang indah ini.
Puas dengan menikmati pemandangan dari atas bukit, mereka turun kembali. Menuju ke pink beach. Menikmati hamparan pasir warna pink yang begitu indah.
Saat kaki menginjak pasir, Freya tersenyum melihat kakinya di antara pasir pink. Tak mau kehilangan itu, dia meminta El mengabadikan foto kakinya.
justru ikut dengan Freya memfoto kakinya. Tawa mereka terdengar melihat foto kaki mereka yang lucu.
Satu hal yang tak mereka lupakan adalah menikmati terumbu karang yang belum terjamah. Pemandangan bawah laut tak kalah indah dengan pemandangan di dalam laut. Ikan-ikan kecil yang cantik berenang di antara terumbu karang. Membuat keindahan begitu lengkap.
Lelah tak terasa bagi dua insan yang sedang menikmati dan mengagumi keindahan ciptaan Tuhan. Hingga akhirnya, mereka menyelesaikan kegiatan snorkeling. Melanjutkan istirahat dan makan di atas kapal.
“Ini benar-benar pengalaman yang luar biasa,” ucap Freya. Menikmati makan di atas kapal di tengah lautan menjadi pengalaman yang tak bisa dia lupakan kelak.
“Perjalanan masih belum selesai,” ucap El.
“Ke mana lagi kita?” tanya Freya antusias.
“Lihat saja nanti.” El tak mau memberitahu tempat yang akan mereka kunjungi oleh mereka nanti.
Freya tak masalah jika belum tahu ke mana dia akan pergi. Dia yakin El akan membawanya ke tempat yang indah.
Setelah makan siang, mereka menuju ke pulau Taka Makkasar. Salah satu pulau yang terdapat di pulau Komodo. Ukuran pulau tak terlalu besar-setara dengan ukuran lapangan sepak bola. Pulau yang tak berpenghuni itu hanya terdiri dari hamparan pasir yang ditumbuhi ilalang dipinggir pantai. Pulau yang sangat eksotis ini di kelilingi laut yang berwarna biru toska. Perpaduan yang luar biasa.
El dan Freya menikmati pemandangan surga dunia yang begitu indah itu. Pemandangan yang begitu memanjakan mata.
...****************...
Seharian El dan Freya menikmati liburan di pulau, pantai dan laut yang begitu menakjubkan.
Di malam hari mereka memilih untuk tidur di kapal. Menikmati lautan di malam hari.
Di bawah langit malam dan di atas lautan, mereka berdua menikmati makan malam. Mungkin jika mereka adalah pasangan kekasih atau pasangan suami istri, suasana itu akan menjadi romantis. Namun, sayangnya mereka hanya sepasang sahabat.
“Aku belum puas, kita belum melihat komodo di sini,”
“Lain waktu kita akan lihat.”
Freya mengangguk. Waktu memang tak
akan ada habisnya menjelajah keindahan Indonesia bagian timur itu. Beruntung El sudah meluangkan waktunya untuknya. Tak mau sampai El mengorbankan pekerjanya untuk kesenangannya sendiri.
Malam ini mereka menikmati indahnya malam di kapal. Pengalaman pertama yang begitu tak akan terlupakan.
.
.
.
.
.
Bayangin aja mereka ke sini🥰
Jangan lupa like dan lempar bunga😁